Sebetulnya tidak hanya menghina K2S tetapi seluruh bangsa Indonesia. Ini
adalah alasanya:

1.       UU MIGAS tahun 2001 dan demikian juga UU Pertambangan Umum tahun
2009(?) dibuat selama 9 tahun dan 12 tahun respectively. Kedua UU tersebut
melibatkan semua instansi dan assosiasi. Saya ingat dari ITB diminta dari
Kimia Teknik, Geologi, dan Teknik Perminyakan. Demikian juga dari
Universitas lainnya seperti Univ. Sumtara Utara, assosiasi seperti HAGI,
IAGI, IPA dsb. ikut diminta pendapatnya. DPR Indonesia mengundang
universitas-universitas untuk membahas UUMIGAS baru. Jadi UU tersebut dibuat
oleh putra-putri terbaik dari Indonesia. Kalau keberadaan BPMIGAS sekarang
dihujat, berarti kita menghujat diri sendiri. 

2.       Waktu itu, MPS-PERTAMINA yang mengurusi K3S, dihujat habis-habisan.
Akirnya UUMIGAS 2001 mengantikan MPS dengan BPMIGAS. Sekarang kita ingin
mengembalikan kembali ke Pertamina. Apakah Ini bukan merupakan kemunduran.

3.       Banyak orang anggap UUMIGAS dimana kontrak PSC bernaung tidak
sesuai dengan jamannya dan terlalu banyak "loopholes". Banyak orang
mengangap harus di revisi. Memang PSC hanya 40 halaman dobel spasi ditambah
Appendix, dan berlaku selama 30 tahun. Berlaku dari eksplorasi, development,
produksi bahkan sekarang meliputi LNG dan pengapalan. Bandingkan kontrak
dengan K3S asing, satu konsultan untuk 3 bulan saja bisa sampai 30m halaman
single spasi.

4.       Dilihat dari jumlah halaman PSC yang hanya 40 halaman, pasti banyak
kekurangannya atau loopholes. Banyaknya loopholes  dijadikan kritikan dan
hujatan. Banyaknya kritikan masuk akal dan PSC perlu disempurnakan. Tapi
harus diingat bahwa loopholes tsb. juga berlaku bagi K3S. Pinter-pinternya
kita memanfaatkan loopholes tsb. bagi keuntungan Negara. Sampai sekarang
kita kalah pinter. Tetapi ini bukan berarti kita harus ganti. Kita harus
pelajari dan memanfaatkan loopholes tsb. Kita sudah menguasai PSC
bertahun-tahun hingga mengerti betul isinya. Harus diingat bahwa K3S berani
investasi dan  mengeluarkan puluhan bahkan ratusan juta dollar di Indonesia
menggunakan PSC yang tidak sempurna dan banyak loopholes. Mengapa kita
sebagai penerima dana takut dan ingin memperbaiki Undang-undang terus
menerus? Dengan adanya kritikan simpang siur yang demikian banyaknya,
meskipun akirnya hanya berupa wancana dan tidak ada implementasi, termasuk
membubarkan BPMIGAS dan mengantikan UU MIGAS, investor juga mulai takut. 

5.       Seperti UUD 45. Kurang dari 40 halaman namun telah mangatur
kehidupan bangsa ini selama 67 tahun. UU tsb. dibuat oleh putra-putri
Indonesia terbaik. UU trersebut dibuat dalam waktu singkat sekali, mungkin
hanya satu bulan. UUD 45 banyak loopholes. Apakah perlu diganti dan dihuyat
pendirinya? 

6.       Apakah para pengeritik UUMIGAS ataupun PSC berani bertanggung jawab
bahwa kalau diganti tidak ada yang mengeritik dan menghujat. Dapat
dipastikan begitu UU ditandatangani, begitu kritikan akan  keluar. Ini
terjadi dengan UUMIGAS 2001 dan ini terjadi dengan UUPertambangan 2009.   

7.       Apakah para pengeritik UUMIGAS ataupun PSC berani bertanggung jawab
kalau tidak ada investor yang akan datang ke Inodnesia?

8.       Marilah kita perbaiki yang kita sudah punyai dan memanfaatkan
loopholes bagi kepentigan Negara.

 

Maaf kalau tidak berkenan.

 

HL.Ong

 

From: Eko Prasetyo [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, September 04, 2012 7:56 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Kurtubi: Pengelolaan Bobrok, Bubarkan BP Migas

 

Terus terang, kalo Pak Kurtubi menghina BP MIGAS, berarti menghina semua KKS
baik lokal maupun asing, karena...ya karena semua yang bekerja di lapangan
ya KKS dan melaporkannya ke BP MIGAS. KKS saya yakin sudah bekerja keras
mencari oil dan gas semampu mungkin, apalagi dengan harga dewa kayak
sekarang ;)

 

Saya sendiri sebagai kuli KKS sudah jungkir balik bekerja mempertahankan
decline jadi ~ 0%, dan ini yang mungkin gak dilihat Pak Kurtubi. Dia melihat
pukul rata semua produksi turun, karena itu hajar BP MIGAS sebagai sasaran
gampang.

 

BP MIGAS sendiri, kalo saya harus mencari kesalahan, terlalu konservatif
dalam menilai sebuah proyek yang diajukan oleh KKS. Tapi itu bagian dari
good governance, mungkin. Gak semua proyek harus diapprove karena lapar
produksi.

 

Apa BP MIGAS punya otoritas untuk jadi aktif dalam menggeber KKS dan punya
wewenang untuk memaksa KKS melakukan eksplorasi dan eksploitasi untuk daerah
tertentu?

 

Dan subsidi BBM. Really, Pak Kurtubi? Setahu saya BBM itu urusan BPH MIGAS,
bukan BP MIGAS.

Pertamina  itu tepat sasaran, karena mereka distributor utama, IMHO.

 

Dan kemana itu hantu mega-calo Petral, Pak Kurtubi, kok gak disasar? Gak
berani ya?

 

 

2012/9/4 Ok Taufik <[email protected]>


 


Akibat oknum bodoh BP Migas dan Pertamina, energi nasional tergantung terus
oleh impor. BP Migas tidak ada yang mengontrol.


Rabu, 21 Maret 2012 07:21 | 

 

'Auto Pilot', Bubarkan BP Migas

 

Jakarta, PelitaOnline

PENGAMAT Perminyakan Kurtubi mengungkapkan, sistem pengelolaan migas
Indonesia dari dulu hingga sekarang bersifat auto pilot sehingga ketahanan
energi Indonesia semakin bobrok. Karena itu Kurtubi mendesak pemerintah
untuk segera membubarkan BP Migas. Bubarkan saja BP Migas. Ayo saya tantang
Menteri ESDM dan Wamennya, kata Kurtubi yang juga menjabat sebagai Direktur
Center For Petroleum And Energy Economics Studies (CPEES) kepada
PelitaOnline, di Jakarta, Selasa (20/3). Kurtubi menilai, tidak adanya
jabatan komisaris di BP Migas membuat lembaga tersebut jadi besar kepala dan
bahkan sering bertindak bodoh. Mereka tidak ada yang mengawasi. Dan mereka
langsung menyampaikan pertanggungjawabannya ke Presiden. Nah, apakah Pak SBY
sempat memeriksa detail permasalahan migas di Indonesia? tanya Kurtubi
dengan nada geram. Tidak hanya itu, Kurtubi juga menyebutkan, akibat tingkah
bodoh oknum BP Migas dan PT Pertamina ketahanan energi Indonesia menjadi
tidak terjamin. Pada akhirnya rakyat kembali yang jadi korban. Akibat oknum
bodoh itu. Pertama, produksi minyak sangat amat rendah, salah kelola
industri migas padahal sumber dayanya sangat besar. Kita harus impor minyak
mentah ini sifatnya abadi karena cara kelola minyak kita ini salah dari
tahun ke tahun, paparnya. Kedua, oknum bodoh di Pertamina membuat subsidi
BBM membengkak, akibat korupsi, tambahnnya. Melihat fakta tersebut, menurut
Kurtubi tidak ada jalan lain yaitu bubarkan BP Migas. Hanya itu solusinya.
Bubarkan BP Migas yang hanya mikirin perut sendiri. Pengelolaannya serahkan
ke Pertamina.Tapi dengan syarat Pertamina juga harus dibenahi dulu
strukturnya dari segala aspek dan Pertamina harus mau membangun kilang
minyak di Indonesia agar kita ga impor BBM terus, tandasnya.

http://politik.pelitaonline.com/news/2012/03/21/kurtubi-pengelolaan-bobrok-b
ubarkan-bp-migas--12#.UEVITCItHiQ


-- 
Sent from my ComputerR
 





 

-- 
Visit http://www.strivearth.com and be entertained

Kirim email ke