> Bisa, misal perusahaan Bapak adalah Merchant yang ingin 
> menjual produknya melalui Mobile Networks Anda bisa terhubung 
> ke dalam Network kita dan nantinya untuk pembayaran akan 
> melalui Clearing Bank yang mana adalah juga Bank yang 
> terhubung kedalam Jaringan kita, Pelangganya siapa saja? 
> pelanggannya adalah: Pelanggan dari Bank yang berfungsi 
> sebagai Clearing Bank (yang melakukan deduksi rekening 
> pelanggan ke rekening merchant) yang juga pelanggan dari 
> telco tertentu (mempunyai SIM Card yang diissue oleh telco 
> tertentu) dan mungkin juga pelanggan tersebut adalah 
> pelanggan aktif dari Toko Anda. Disini terjadi interseksi 
> kebutuhan dan pemenuhan kebutuhan, dari Toko Anda, Nasabah 
> Bank dan subscriber telco. Ketiganya diuntungkan, karena 
> adanya interseksi ini menimbulkan needs, misalnya yang 
> dulunya belum menjadi nasabah bank A akan menjadi nasabah A 
> agar dapat ikut bertraksaksi, yang dulunya belum menjadi 
> subscriber Telco B akan menjadi subscriber Telco B agar dapat 
> bertransaksi, Yang dulunya bukan pelanggan Toko Anda, akan 
> menjadi pelanggan toko anda karena sudah menjadi nasabah Bank 
> A dan subscriber Telco B, dan seterusnya... Dan masih banyak 
> lagi potensi kemungkin di masa mendatang... Nah.. apakah ide 
> ini tidak bisa di sebut sebagai Network enabler ?

Wah, kalo begini definisnya, itu bukan network enabler dalam arti
"jaringan digital", tapi lebih ke arah "jaringan penjualan". Kebetulan
saja jaringan penjualannya dilakukan secara digital.

Misalnya nih, saya membuat B2B Marketplace di Internet. Apa saya diberi
hak pake NET.ID juga, krn saya membuat "jaringan" penjualan di Internet?
Rasanya jadi agak aneh.

Lagian, kembali ke pertanyaan saya semula. Kenapa sih ngebet banget pake
NET.ID? CO.ID juga sama pamornya. Lagian, emangnya keberhasilan
perusahaan anda ditentukan oleh jenis domain yg dipake? Rasanya jadi
aneh.

- irving
http://www.irvingevajoan.com

_______________________________________________
Idnic mailing list
[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke