Nita, menurut saya, kalo mau ngajarin backpacking ke anak, nggak perlu harus bisa bahasa Inggris dulu. Backpacking kan nggak harus ke luar negri, tapi bisa dimulai dati negara sendiri. banyak sekali tempat2 menarik yang bisa dijangkau dengan cara dan pengalaman yang berbeda. Yang penting pesan yang mau disampaikan "nyangkut" di anak itu sendiri. Dan kalo mau punya/sharing pengalaman awal sebagai backpackers ke anak2, sebaiknya dari jarak2 yang dekat dulu, ambil lesson learnt yang di dapat di setiap perjalanan, baru kemudian melakukan travelling ke tempat yang lebih jauh atau yang "medan" nya lebih sulit salam, deedee
----- Original Message ---- From: Nita Sellya <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, September 8, 2008 12:31:49 PM Subject: [indobackpacker] (Pilih mana?) Pengalaman atau pendidikan Dear temans, Barusan saya chat dengan sahabat saya. Saya bilang ke dia, bahwa saya mau ngajarin anak saya untuk mulai jadi backpacker kecil. Saya sudah punya plan untuk bawa dia ke sini tahun ini, ke sana tahun itu, ke situ tahun nanti. Saya punya pendapat bahwa apa yang dia lihat, lakukan dan rasakan, akan semakin menambah pengetahuan dan pengalaman. Sementara teman saya tidak setuju. Dia menyarankan agar saya lebih baik menyekolahkan anak saya ke sekolah Internasional yang bertaburan di Jakarta. Menurutnya yang penting anak saya jago dulu bahasa asingnya dan culture sekolah internasional, ke sananya pasti ada kesempatan. Kalau menurut teman-teman sendiri, mana yang lebih menjadi pilihan: Mengajarkan pendidikan "on the road", atau memajukan pendidikan formal ke anak? Salam, Nita Sellya www.BackpackingTale s.com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
