Mbak Nita yang baik, 

Salah satu profesi saya adalah guru bahasa Inggris. Selama 5 th mengajar, saya 
amati, murid yang paling punya motivasi belajar di kelas (dan pastinya karena 
itu dia jadi paling lancar bahasa Inggrisnya) adalah murid2 yang pernah ke luar 
negeri, atau punya cita2 yang jelas (misalnya ingin ambil scholarship atau jadi 
diplomat). Sedang murid2 yg paling ancur bahasa Inggrisnya adalah murid yang 
diharuskan orang tuanya utk belajar bahasa 
Inggris. 

Murid2 yang sudah pernah ke luar negeri lebih termotivasi belajar karena paham 
sekali bagaimana bahasa inggris akan dia pergunakan. Sedang yang disuruh2 orang 
tua biasanya gak punya bayangan bagaimana bahasa Inggrs akan dipergunakan 
walaupun dia tau pasti dari koran/internet/majalah bahwa dalam dunia kerja 
seringkali kita perlu bisa berbahasa Inggris. 

Jadi, dalam berinvestasi utk pendidikan kadang kita perlu berinvestasi di hal2 
yg mensupport pendidikan tsb, walau kesannya gak ada hubungannya. Traveling 
salah satunya. 

Saya anjurkan Mbak Nita untuk berinvestasi traveling ke Singapore dengan Sang 
Anak, mungkin sebagai hadiah masuk SMP (BTW umur SMP adalah umur plg efektif 
blajar bhs inggris) dengan pertimbangan Singapore adalah  english-speaking 
country terdekat sehingga tidak terlalu mahal, dan penduduknya cukup padat 
sehingga interaksi dgn penduduk lokal menggunakan bahasa Inggris most likely 
terjadi. Jangan ikut tur supaya interaksi lbh sering terjadi karena kita akan 
sering nanya jalan. Sang anak akan melihat bagaimana bahasa Inggris dipakai 
sehingga termotivasi belajar bahasa INggris. Cukup sekali saja dan gak perlu 
nginep lama disana, yg penting intensif traveling & bereksplorasi

Selain itu, saya perhatikan anak2 yg pernah diajak traveling ke luar negeri 
biasanya jadi punya 'helicopter view' dalam memandang hidup dan dirinya. Mereka 
suka mengeksplorasi dirinya, apa yg dia minati dan apa kelebihan/kekurangan 
dia, dan jadi tau profesi apa yang akan dia terjuni nanti. 

Tapi bukan berarti kalo gak pernah keluar negeri lalu gak pnya motivasi lho 
ya........Mungkin ada juga anak2 yg malas bahasa Inggris walau dia sudah pernah 
ke luar negeri, tp saya belum pernah ketemu. Asumsi saya, anak2 yg saya sebut 
diatas mungkin traveling sebagai independent traveler dgn keluarganya, bukan 
ikut tour, karena independent traveler lbh kaya pengalaman.  



Salam, 

Tari

YM ID : [EMAIL PROTECTED]
http://kuntarini.multiply.com
http://profiles.friendster.com/kuntarini


> > 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> Indonesian Backpacker Community
> visit our website at http://www.indobackpacker.com atau
> bisa juga di http://www.backpacker-indonesia.info/
> 
> 
> Silakan membuka arsip milis
> http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   untuk
> melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.
> 
> No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
> Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 
> 
> Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak
> perlu dan kutip bagian yang perlu saja
> 
> Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari
> virus dan menghemat bandwidth.
> 
> Cara mengatur keanggotaan di milis ini :
> 
> - Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> - No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> - menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> - berhenti dari milist kirim email kosong :
> [EMAIL PROTECTED]
> - Begabung kembali ke milist kirim email kosong :
> [EMAIL PROTECTED] Groups Links
> 
> 
> 

      

Kirim email ke