Salam, rekan dulu saya pernah menganggap backpacker hanya sebuah gaya. tapi kini saya yakin dengan berjalan ngebackpaking bisa mengasah kepekaan sebagai makhluk tuhan. saya pernah membaca catatan yang ditulis oleh filsuf dan penyair besar M IQbal. Jika ingin mencari kesungguhan hidup maka berjalanlah dirimu. untuk melatih instink juga bagi kamu.. mungkin tak lama lagi.. saya akan bergegas.. belajar bakcpaking salam hangat aji setiakarya
--- On Mon, 9/8/08, puguh_imanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: puguh_imanto <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [indobackpacker] Re: (Pilih mana?) Pengalaman atau pendidikan To: [email protected] Date: Monday, September 8, 2008, 7:37 PM Kalo mengirim anak ke sekolah dengan bahasa pengantar bahasa inggris dengan niat agar si anak cas-cis-cus bahasa inggirs rasanya kurang sreg. Bahasa kan sebatas alat komunikasi, sedangkan substansi yang dikomunikasikan rasanya hanya sebagian kecil yang bisa dipelajari disekolah. Eksposure terhadap sistim nilai yang berbeda-beda saya rasa sangat penting untuk didapat. Tentu pada usia si anak cukup matang untuk melakukan filtering. Dulu seinget saya, SMA Labschool punya program Trip Observasi, Sanur punya program live-in di desa, SMA saya...gak punya apa-apa lah..hehehe. ..gak lah, di ekskul, kami punya kegiatan nginep di desa yang dekat dengan cagar alam. Acara kami selalu seru karena diorganised oleh murid2 sendiri, guru cuma ikut mengawasi. Di jaman orba, kegiatan 'study tour' biasanya jadi acara wajib penutup tahun ajaran, tp pada prakteknya menurut saya menyedihkan. tabik, Puguh [Non-text portions of this message have been removed]
