Halo Nita,

 

Memang kita sebagai orang tua pingin anak kita punya pengetahuan dan
pengalaman yang banyak. Kalau saya mungkin masih konvensional. Pendidikan
formal itu perlu. Pilihannya mau di sekolah internasional, nasional plus,
negeri,swasta,  itu tergantung kemampuan orang tua dan kemampuan anak. Kalau
materi sekolah kurang, bisa tambah kursus bahasa yang dirasa perlu. Karena
kan ngga ngejamin sekolah internasional itu akan berjiwa backpacking. Tapi
kalau Nita merasa perlu menyekolahkan di international school , ya monggo.

 

Di sisi lain, pengetahuan dan pengalaman yang didapat dalam perjalanan
mungkin akan memperkaya jiwa anak-anak. Dia akan ingat apa saja yang sudah
dia dapat di jalan. Tapi, apa sih yang didapat di jalan ? Contohnya begini,
kalau dia punya pengetahuan formal mengenai sejarah proklamasi Indonesia,
tentu dia akan bisa mengembangkan daya pikirnya kalau diajak ke Tugu
Proklamasi, dibanding jika tidak ada background sama sekali. Begitu juga di
tempat lain. Mas Agustinus Wibowo pun biar backpacking ke mana-mana dia
tetep menyelesaikan sekolahnya.

 

Ah tapi pada intinya, dua-duanya bisa dijalankan secara bersamaan karena
dua-duanya saling melengkapi.  Tapi kalau disuruh milih mana yang utama, ya
pendidikan formal lah , kalau saya, ya. 

 

Salam,

Ningsih

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Nita Sellya
Sent: Monday, September 08, 2008 12:32 PM
To: [email protected]
Subject: [indobackpacker] (Pilih mana?) Pengalaman atau pendidikan

 

Dear temans,

Barusan saya chat dengan sahabat saya. Saya bilang ke dia, bahwa saya mau
ngajarin anak saya untuk mulai jadi backpacker kecil. Saya sudah punya plan
untuk bawa dia ke sini tahun ini, ke sana tahun itu, ke situ tahun nanti.
Saya punya pendapat bahwa apa yang dia lihat, lakukan dan rasakan, akan
semakin menambah pengetahuan dan pengalaman.

Sementara teman saya tidak setuju. Dia menyarankan agar saya lebih baik
menyekolahkan anak saya ke sekolah Internasional yang bertaburan di Jakarta.
Menurutnya yang penting anak saya jago dulu bahasa asingnya dan culture
sekolah internasional, ke sananya pasti ada kesempatan.

Kalau menurut teman-teman sendiri, mana yang lebih menjadi pilihan:
Mengajarkan pendidikan "on the road", atau memajukan pendidikan formal ke
anak?

Salam,

Nita Sellya 
www.BackpackingTales.com

[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke