Kalo mengirim anak ke sekolah dengan bahasa pengantar bahasa inggris 
dengan niat agar si anak cas-cis-cus bahasa inggirs rasanya kurang 
sreg. Bahasa kan sebatas alat komunikasi, sedangkan substansi yang 
dikomunikasikan rasanya hanya sebagian kecil yang bisa dipelajari 
disekolah.

Eksposure terhadap sistim nilai yang berbeda-beda saya rasa sangat 
penting untuk didapat. Tentu pada usia si anak cukup matang untuk 
melakukan filtering.

Dulu seinget saya, SMA Labschool punya program Trip Observasi, Sanur 
punya program live-in di desa, SMA saya...gak punya apa-apa 
lah..hehehe...gak lah, di ekskul, kami punya kegiatan nginep di desa 
yang dekat dengan cagar alam. Acara kami selalu seru karena 
diorganised oleh murid2 sendiri, guru cuma ikut mengawasi.

Di jaman orba, kegiatan 'study tour' biasanya jadi acara wajib 
penutup tahun ajaran, tp pada prakteknya menurut saya menyedihkan.

tabik,
Puguh



Kirim email ke