Salam,, 

Sedikit ingin menanggapi masalah retribusi, menurut saya juga memang sedikit 
mengganggu sih. apalagi misalnya ketika kita sudah sampai ditempat tujuan, 
ketika hati ini sudah berbunga-bunga bersiap melakukan hal-hal menyenangkan 
ditempat itu, tiba-tiba datang seorang pemuda lokal tanpa  baju lokal (saya 
akan menghargai jika dia memakai busana lokal, minimal seperti di bali, jadi 
kesannya kita disambut gitu) trus menarik retribusi. 
Ya memang tidak besar -mungkin karena rada ilegal- paling 2 - 5ribu rupiah. 
Namun rasanya kok ada yang kempes di dada ini. Cesss gitu jadi rada males mau 
jalan2 lagi ke tempat wisata yang sudah didepan mata. kadang juga saya bersikap 
tidak peduli supaya tidak ada yang 'kempes' di dada dan tetap bisa menikmati 
suasana. 

Contoh lain waktu juli lalu saya ke titik nol di pulau sabang, mendekati tugu 
km nol, ditengah jalan yang diapit hutan belantara, ada seorang pemuda memakai 
baju tanpa lengan menagih retribusi. Tidak besar, tapi jelas bikin kaget. 
Ditengah suasana sepi dan aga gelap, tiba-tiba motor saya dihentikan. 

Ah indonesiaku sayang.

janarius sandy




________________________________
From: eddy suswadi <[email protected]>
To: Indobackpacker Groups <[email protected]>
Sent: Tuesday, July 28, 2009 7:58:20 AM
Subject: [indobackpacker] RETRIBUSI WISATA

  

Selamat Pagi, 

Berbicara masalah pariwisata di Negara kita tercinta Indonesia, banyak hal yang 
mesti kita kritisi dan diskusikan untuk memajukan wisata, salah satu contoh 
yang ingin saya sampaikan adalah masalah RETRIBUSI WISATA, 

1. Minggu lalu, 18 Juli 2009, saya menuju Pelabuhan Ratu melalui jalur 
Cikidang, ditengah perjalanan ada pungutan RETRIBUSI, memang tidak besar tapi 
bagi saya cukup menggangu. terjadilah dialog : 

Saya : Maaf Pak, Ini Retribusi apa ? 
Petugas : Masuk daerah wisata Arung jeram Citarik
Saya : Maaf Pak, saya tidak ingin berarung jeram saya mau ke Bayah
Petugas : Terdiam dan saya melanjutkan perjalanan tanpa bayar.

2. Lepas dari Pelabuhan Ratu, sebelum Hotel samudra beach, juga ada RETRIBUSI 
kembali, namun karena waktu itu ada rombongan motor, saya ambil jalur kanan 
tanpa ditanya petugas.

3. Setahun yang lalu, pada saat perjalanan dari Wonosobo arah ke Dieng, begitu 
lepas kota WONOSOBO ada RETRIBUSI masuk wilayah wisata, padahal itu ditengah 
jalan besar.

Menurut pendapat saya RETRIBUSI WISATA ditengah jalan ini, yang memang resmi 
dari PEMDA (ada karcisnya) sangat mengganggu pekembangan wisata.

Mohon tanggapan dan pengalaman rekan2.

Terima kasih  






Kirim email ke