Ikutan share juga nich, aku punya sedikit pengalaman unik dalam menggunakan paspor Indonesia, salah satunya adalah 2x masuk Singapore 2x juga aku di quarantine. hehehe
pengalaman pertama sewaktu istri tercinta ngajak jalan-jalan ke Singapore, kebetulan karena aku bekerja di Malaysia aku berangkat dari Malaysia tapi tetap menggunakan paspor Indonesia, sedangkan istriku berangkat dari Jakarta. karena aku ingin berbackpacker ria, aku naik bus Transnasional menuju Johor Bahru terlebih dahulu kemudian masuk ke Singapore melalui Woodland Checkpoint. Nah, disini aku kena quarantine untuk pertama kali, berdasarkan informasi yang aku dapat biasanya pihak imigrasi Singapore sangat berhati-hati sekali dengan pendatang yang baru pertama kali mengunjungi negeri Singa ini. saat aku masuk checkpoint, passport diperiksa lalu kemudian aku digiring ke ruang khusus. disana passport aku discan lagi, isi tas dibuka, dompet juga dilihat2 ada apa saja dan apakah selama di Singapore aku cukup uang tidak, tinggal dimana, berapa lama, dan hendak mengunjungi apa. pokoknya ribet banget, sampai 30 menit harus menunggunggu dengan belasan orang lain yang mengalami nasib yang sama. akhirnya lepas juga dan bisa menikmati liburan ke Singapore 10 full dengan istri tercinta. hehehe pengalaman kedua sewaktu aku ditugaskan kantor untuk menemani anak-anak yatim piatu se-Malaysia [ada anak-anak yatim piatu korban tsunami dari Aceh]. masih masuk melalui Woodland Checkpoint juga. aku pikir karena ini kedua jadi aman-aman saja, lagian disamping aku ada Presiden anak yatim piatu se-Malaysia masak diquarantine lagi, begitu pikir aku. ternyata, diquarantine lagi, diproses seperti kejadian pertama, ribet lagi bahkan aku sempat nunggu proses ini hampir satu jam. akhirnya rombongan bus yang jumlahnya 20 buah bus besar harus menunggu aku yang tertahan di checkpoint. lalu, Presiden anak-anak yatim se-Malaysia telfon aku, bisa keluar nggak kalau tidak bisa keluar beliau yang seorang Dato' akan segera menghubungi pejabat imigrasi Singapore untuk melepaskan aku, tidak lama kemudian akhirnya keluar juga dan selanjutnya selama 24 jam berlibur menemani anak-anak jalan-jalan keliling Singapore untuk kedua kali. hehehe kemungkinan besar aku diquarantine boleh jadi karena aku tidak berkumis tapi berjanggut, dan katanya wajah aku mirip dengan pelaku terorisme. padahal yang sebenarnya, aku cuma backpacker doank. hehehe tapi meskipun demikian, sampai sekarang aku nggak kapok ber-backpacker-an, bahkan saat ini aku sedang merencanakan untuk jalan-jalan lagi keliling Asia Tenggara pada akhir tahun ini. hehehe ________________________________ Dari: Wida <[email protected]> Kepada: Indobackpacker <[email protected]> Terkirim: Jum, 20 November, 2009 15:17:28 Judul: Re: Bls: [indobackpacker] pengalaman unik pemegang paspor Indonesia Hai rekan2 IBP.. mau sharing juga ahh.. sebagai pemegang paspor RI tercinta.. tahun lalu alhamdulillah pertama kalinya saya ke luar negeri dibayarin kantor.. sepanjang rute jakarta-malaysia- belanda-london ga ada masalah (mungkin juga karena saya business trip jadi ga ditanyain macem2).. dan setelah saya perhatikan bandara malaysia yg paling ketat pemeriksaannya di banding negara2 yg lain.. nahh.. awal tahun ini saya backpacking ria bersama teman dengan rute jakarta-singapore- malaysia. karena ini adalah pertama kalinya saya ke singapore, saya agak deg2an.. dan bener aja.. setelah paspor saya di scan (sepertinya tidak muncul data saya di komputer), dan muka saya diperhatikan, tiba2 petugas imigrasi memanggil temannya dan saya diminta untuk masuk ke sebuah ruangan sambil paspor saya dicek.. dan ternyata masalahnya hanya karena plastik buku paspor saya menghalangi barcode sehingga tidak bisa di scan.. nah.. yang kedua kali ketika saya hendak keluar dari malaysia menuju singapore. saat itu saya naik bis malam dan di imigrasi malaysia sekitar jam 1 malam. paspor saya (lagi2) tidak bisa di scan. sudah saya infokan kepada petugas untuk membuka plastik buku paspor malah saya digiring ke kantor berpenjaga yg didalamnya ada 2 orang (kalau tidak salah) nigeria. saya duduk menunggu di panggil. kemudian saya disuruh masuk ke ruangan yg lebih dalam lagi, dimana paspor saya discan, sidik jari saya diambil dan nama saya diketik dalam pencarian "fugitive" lalu muncul foto orang2 di layar komputer. kemudian sambil ditanya nama, tempat tinggal, urusan apa ke singapore dan malaysia, kenapa travel malam2 sampai traveling sama siapa, hubungannya apa, tas saya dibongkar untuk memeriksa bawaan saya. saya yang tadinya pede mendadak lemes menghadapi situasi seperti ini. kuatir ditahan di negeri orang hanya karena paspor tidak bisa discan. dan ketika petugas imigrasi tersebut bertanya tentang pekerjaan saya (kebetulan saya kerja di perusahaan minyak amerika) langsung saya jawab tanpa ragu. eh, langsung petugas imigrasinya berubah baik dan ramah sama saya dan paspor saya pun segera dikembalikan. dia malah bertanya bagaimana caranya saya bisa bekerja di perusahaan tersebut. ya ampun.. ga lagi2 deh ke malaysia.. kapok.. mudah2an pengalaman saya tidak dialami rekan2 IBP sekalian yah.. cheers, Wida 2009/11/19 esma sunteria <esmod_a...@yahoo. com> > > > haii..haii.. . > > menarik sekali pengalaman2 teman2... > > tp selama ini sih saya belum pernah ngerasain kejadian2 seperti itu, > ditanya ini-itu, diliatin berlama2 (yah mudah2an jgn kejadian deh! ) > > bbrp minggu yang lalu saya baru pulang dari eropa, pergi dan pulang via > bandara schippol,seorang diri , wanita pula! ^^ > tapi tdk ada masalah sama sekali...walaupun sudah sempet diwanti2 untuk > berjalan dg pede pada saat melewati petugas imigrasi (walaupun baru pertama > kali )& ga pake celingak clinguk krn itu akan mengundang curiga petugas > imigrasi... > eh tapi untungnya pas di imigrasi si petugas cuma bertanya tujuan datang ke > negaranya untuk apa, yah saya jawab family visiting krn memang pengajuan > visa alasannya untuk itu & sdh tertulis di surat invitationnya, trs ditanya > dikota mana & berapa lama , tapi ga sampai 5 menit saya sdh diperbolehkan > lewat tanpa ada pemeriksaan koper (padahal menurut cerita, mereka suka dg > random memeriksa barang bawaan penumpang terutama yg berwajah mencurigakan & > gerak gerik gugup ) & akhirnya diakhiri dengan ucapan have a nice holiday > dari si petugas... > > dan juga selama melintasi perbatasan tidak pernah sekalipun menemukan > borders check.. > krn selain setelah adanya kerjasama schengen jd tidak ada pemeriksaan > lagi.. > tp jg saya sempet masuk kenegara liechenstein (negara kecil yang dipimpin > seorang raja, berbatasan langsung dengan swiss dan austria dan dekat dengan > jerman, tidak termasuk dalam negara2 schengen ) tapi tidak ada pemeriksaan > sama sekali.. > > > malah pengalaman mengesankan pada saat saya akan pulang kembali ke tanah > air, sesudah self-check in di komputer yg tersedia di bandara schippol saya > lgs ke petugas untuk menaruh bagasi , tapi ternyata setelah ditimbang bagasi > saya lebih dari 20 kg, ternyata 26 kg, padahal sebelum berangkat ke airport > sdh ditimbang cm lbh 2 kilo...yah saya pikir toleransi 2 kg tidak apa2... > begitu saya tanya berapa biaya yg harus dibayar untuk kelebihan bagasi per > kilonya & itu sangat mengejutkan, tp si petugas konter dengan tersenyum > mengijinkan saya untuk memindahkan sebagian barang bawaan saya ( yang > kebanyakan oleh2 berupa makanan & minuman) ke handbaggage saya & menerangkan > bahwa handbaggage diperbolehkan maksimal 10kg...& dengan sabar menunggu saya > memindahkan beberapa barang bawaan dari koper ke handbaggage walaupun itu > makanan tapi mereka tidak melarangnya. > & setelah selesai menyusun kembali, walaupun masih tetap lebih dari 20 kg, > tapi akhrnya diberikan toleransi. dan akhirnya selamatlah urusan > perbagasian! hehe... > > tapi menurut saya sih...kalo urusan bagasi walaupun mereka menetapkan misal > 20kg maksimal, masih diberikan toleransi 1-2kg lbh dr batas maksimal yg > diperkenankan. . > > > jadi kesimpulannya sih...so far tidak ada masalah sama sekali dengan warna > paspor yg notabene ijo itu! ;) > & mungkin itu semua tergantung dari keberuntungan anda & tidak ada > hubungannya dengan warna paspor ( paspor hijau dg gambar burung garuda) > > > so....teteup semangat buat travelling!! > [Non-text portions of this message have been removed] "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com" [Non-text portions of this message have been removed]
