haii..haii...
 
menarik sekali pengalaman2 teman2...
 
tp selama ini sih saya belum pernah ngerasain kejadian2 seperti itu, ditanya 
ini-itu, diliatin berlama2 (yah mudah2an jgn kejadian deh! )
 
bbrp minggu yang lalu saya baru pulang dari eropa, pergi dan pulang via bandara 
schippol,seorang diri , wanita pula! ^^ 
tapi tdk ada masalah sama sekali...walaupun sudah sempet diwanti2 untuk 
berjalan dg pede pada saat melewati petugas imigrasi (walaupun baru pertama 
kali )& ga pake celingak clinguk krn itu akan mengundang curiga petugas 
imigrasi...
eh tapi untungnya pas di imigrasi si petugas cuma bertanya tujuan datang ke 
negaranya untuk apa, yah saya jawab family visiting krn memang pengajuan visa 
alasannya untuk itu & sdh tertulis di surat invitationnya, trs ditanya dikota 
mana & berapa lama , tapi ga sampai 5  menit saya sdh diperbolehkan lewat tanpa 
ada pemeriksaan koper (padahal menurut cerita, mereka suka dg random memeriksa 
barang bawaan penumpang terutama yg berwajah mencurigakan & gerak gerik gugup ) 
& akhirnya diakhiri dengan ucapan have a nice holiday dari si petugas...
 
dan juga selama melintasi perbatasan tidak pernah sekalipun menemukan borders 
check..
krn selain setelah adanya kerjasama schengen jd tidak ada pemeriksaan lagi..
tp jg saya sempet masuk kenegara liechenstein (negara kecil yang dipimpin 
seorang raja, berbatasan langsung dengan swiss dan austria dan dekat dengan 
jerman, tidak termasuk dalam negara2 schengen ) tapi tidak ada pemeriksaan sama 
sekali..
 
 
malah pengalaman mengesankan pada saat saya akan pulang kembali ke tanah air, 
sesudah self-check in di komputer yg tersedia di bandara schippol saya lgs ke 
petugas untuk menaruh bagasi , tapi ternyata setelah ditimbang bagasi saya 
lebih dari 20 kg, ternyata 26 kg, padahal sebelum berangkat ke airport sdh 
ditimbang cm lbh 2 kilo...yah saya pikir toleransi 2 kg tidak apa2...
begitu saya tanya berapa biaya yg harus dibayar untuk kelebihan bagasi per 
kilonya & itu sangat mengejutkan, tp si petugas konter dengan tersenyum 
mengijinkan saya untuk memindahkan sebagian barang bawaan saya ( yang 
kebanyakan oleh2 berupa makanan & minuman) ke handbaggage saya & menerangkan 
bahwa handbaggage diperbolehkan maksimal 10kg...& dengan sabar menunggu saya 
memindahkan beberapa barang bawaan dari koper ke handbaggage walaupun itu 
makanan tapi mereka tidak melarangnya.
& setelah selesai menyusun kembali, walaupun masih tetap lebih dari 20 kg, tapi 
akhrnya diberikan toleransi. dan akhirnya selamatlah urusan perbagasian! hehe...
 
tapi menurut saya sih...kalo urusan bagasi walaupun mereka menetapkan misal 
20kg maksimal, masih diberikan toleransi 1-2kg lbh dr batas maksimal yg 
diperkenankan..
 
 
jadi kesimpulannya sih...so far tidak ada masalah sama sekali dengan warna 
paspor yg notabene ijo itu! ;)
& mungkin itu semua tergantung dari keberuntungan anda & tidak ada hubungannya 
dengan warna paspor ( paspor hijau dg gambar burung garuda) 
 

so....teteup semangat buat travelling!! 

--- On Wed, 11/18/09, Bagus Ferriyanto <[email protected]> wrote:


From: Bagus Ferriyanto <[email protected]>
Subject: Bls: [indobackpacker] pengalaman unik pemegang paspor Indonesia
To: "Indobackpacker" <[email protected]>
Date: Wednesday, November 18, 2009, 6:08 AM


  



wah seru juga pengalaman-pengalam annya dengan paspor hijau. kebetulan saya 
jarang sekali mengalami hal-hal yang ditulis di milis ini. yang saya lihat 
kebanykan ada sedikit diskriminasi perlakuan yang dialami oleh kaum hawa, 
karena kebanyakan apabila mereka travel di negara tertentu sering disangka TKW. 

pengalaman saya terkahir ke eropa lewat frankfurt tidak ada masalah sama sekali 
meskipun untuk pertama kalinya ke eropa, teman saya yg kebetulan sempat 
menanyakan bagaimana dengan proses imigrasi di bandara frankfurt dan saya jawab 
biasa2 saja dan mereka sedikit heran mengingat biasanya imigrasi bandara 
sedikit lebih ketat untuk pelancong (particulary indonesia). Yang saya temui 
ketika di frankfurt adalah petugas imigrasi disana very helpfull ketika saya 
akan balik ke indonesia, berhubung ada masalah tiket saya yg waiting list 
petugas imigrasi membantu saya memberikan keterangan yg memadai.

pengalaman paling lama menunggu di imigrasi adalah di bandara hanoi, waktu itu 
sy masuk vietnam dari jalur sungai (perbatasan dengan kamboja) dan pulang lewat 
bandara. Petugas sempat membolak balik passport saya (kebetulan di vietnam 
dicap di halaman paling belakang) dan saya tanyakan apakah ada masalah dia 
bilang tidak, namun anehnya passport saya dibawa masuk ke dalam ke ruang 
imigrasi, sedangkan saya bengonmg nunggu sekitar 15 menit di depan kontyer 
imigrasi dan melihat antrian di tempat lain yg berjalan lancar. Akhirnya 
petugas tersebut tanpa basa basi lagi memberikan cap di passport saya..

pufffhh.....

____________ _________ _________ __
Dari: Oggi Gunadi Mawahiburahman <thisisoggi1@ yahoo.com>
Kepada: indobackpacker@ yahoogroups. com
Terkirim: Sel, 17 November, 2009 09:40:38
Judul: [indobackpacker] pengalaman unik pemegang paspor Indonesia

Dear rekan IBP,

kalau kemaren sempat dibahas pengalaman unik & seru selama perjalanan, senang 
rasanya bisa denger cerita unik,,seru atau gila selama melakukan trip, namun 
bagaimana dengan pengalaman unik pemegang paspor ijo kita?

Sudah 2 kali saya di panggil di perbatasan Johor Bahru menuju SIngapore ( saat 
kembali) tanpa alasan yang jelas,, waktu yang pertma karena saya memakai topi 
padahal membawa kantong plastik IKEA, dan yang kedua saat saya makan di rest 
Danang Bay johor bahru kita semua ditanya ini itu,,,

yang kedua perjalanan dari Munich menuju Brussels, begitu petugas imigrasi tahu 
saya dari indonesia,, mukanya berusaha menatap saya lebih lama dan me-recheck 
kembali, tapi hanya sebentar saja dan baru tersenyum setelah melihat status 
residence saya

yang ketiga saat melintasi dari Belanda ke Perancis, di Paris ada 3 orang 
penumpang 2 bule dan saya, begitu mengetahui paspor indonesia, salah satu 
petugas memanggil petugas lainnya kalau ada penumpang dari Indonesia dan saya 
sempat ditanya tanya,, ngapain ke belanda bla bla bla,, ini bisa dipahami 
karena biasanya nederland yang terkenal dengan drugsnya jadi penumpang yang 
berasal dari belanda lebih diawasi setiba di paris,,,alhasil luggage belt saya 
sempat hilang karena setengah jam menunggu, 2 orang selain saya memang entarh 
itu mabuk apa drug dealer namun keduanya di borgol, sementara saya harus cukup 
kesal dan tengsin dengan keadaan dan harus membuang waktu untuk hal yang non 
sense ( karena di beberapa negara sebelumnya saya tidak ada masalah di imigrasi)

saya ngga tau apa ada yang lebih worst dari saya atau bagaimana, kalau ada yang 
tertarik boleh saling share dong jadi kita bisa tahu bagaimana tanggapan in 
general thd para pelancong dari indonesia

OGGI GUNADI MAWAHIBURAHMAN








      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke