Temans, Paspor adalah bentuk identitas kependudukan dimana tidak dicantumkan kolom "Agama".
Jadi waktu mengunjungi Lembah Ba'da lewat Tentena, saat konflik Poso baru selesai, kami hanya meletakkan paspor hijau ditempat yang mudah dijangkau. Sedangkan KTP disimpan dalam-dalam didalam tas. Idenya adalah jika ditengah jalan bis kami dihentikan untuk sweeping oleh salah satu pihak yang bertikai, kami gak akan ketahuan agama apa. Kalo cuma mau di test doa-doa, sejarah mah, bisa lah dikit-dikit...dua-duanya. Bis kami sempat dihentikan sekitar pukul 11 malam, tapi ternyata pemeriksaan oleh polisi dan bukan oleh salah satu pihak yang bertikai. Dan paspor cukup memuaskan sebagai identitas. Tabik, Puguh --- In [email protected], "James ." <james_perez1...@...> wrote: > > Dear Oggi & teman2 indobackpacker > > Saya mau share pengalam nih > > Hari minggu kemarin saya pergi ke singapura dari Kuala lumpur menggunakan > kereta api senandung malam, saya dikasih tahu petugas tiket kalo pemeriksaan > paspor akan dilakukan di Johor Bahru ( diatas kereta api ) & di woodlands, > singapura.
