Aku setuju dengan Mas Puguh,
Aku pernah ke Banjarmasin dan naik klotok ke pasar apung Lok Baintan bersama 
beberapa turis bule. Selama perjalanan mereka melihat kehidupan masyarakat 
sekitar yang hidup dari sungai dan "cenderung kumuh". Tapi turis2 bule ini 
justru suka dengan hal ini. Mereka menganggap bahwa ini bukanlah "kemiskinan" 
atau sisi gelap.
Tapi ini adalah denyut masyarakat lokal yang asli dan tidak di buat-buat. 
Mereka tidak melihat kumuhnya tapi merasakan "atmosfir"-nya. Bahkan salah satu 
turis asal Jerman sempat bilang ke saya, "Can you feel this different 
atmosphere here?.. It's great!"
Jadi bagi saya bukanlah eksploitasi kemiskinan, tapi lebih ke menunjukkan 
keaslian hidup masyarakat setempat. 

Regards, Yudasmoro MinasianiTravel 
Writerwww.mahavishnu8.multiply.com www.beautindonesia.blogspot.com 0812 100 100 
23 

--- On Sun, 2/28/10, Puguh <[email protected]> wrote:

From: Puguh <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] Wisata Daerah Kumuh: Apa pendapatmu?
To: [email protected]
Date: Sunday, February 28, 2010, 8:59 PM















 
 



  


    
      
      
      

Temans;



Membaca di koran beberapa minggu yang lalu tentang wisata daerah kumuh. Pada 
dasarnya si tamu diajak berkunjung ke beberapa daerah kumuh di Jakarta untuk 
menyaksikan sendiri bagaimana kehidupan di kawasan yang secara infrastruktur 
tidak layak. Uang yang dibayarkan tamu untuk 'guiding service'nya, dikembalikan 
ke masyarakat di daerah tersebut.



Beberapa teman menyatakan ketidaksetujuan dan menganggap hal ini adalah 
eksploitasi kemiskinan.



Saya sendiri cenderung berseberangan. Selama masyarakat didaerah kumuh tidak 
menggantungkan pendapatan utama dari 'wisatawan' yang datang berarti mereka 
tidak melakukan eksploitasi kemiskinan. Banyak warga yang memang bekerja 
sebagai pemulung dll yang sebenernya memberi nilai tambah. Bahwa faktanya 
mereka dipinggirkan secara struktural, itu hal lain.



Kalo memang ada sisi buruk rupa Jakarta, kenapa harus malu? Apalagi kalau 
memang tak bisa membuat perubahan yang berarti.



Apa pendapatmu?



Tabik;

Puguh





    
     

    
    


 



  











      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke