Halo semua,
Saya pribadi lebih suka mendatangi tempat-tempat "sederhana" seperti itu. 
Berkunjung ke tempat terpencil dengan transportasi yang sulit, akses pendidikan 
dan kesehatan yang sangat minim, atau bahkan ke "kampung sebelah" di pinggir 
kali justru dapat mengingatkan bahwa kemiskinan adalah hal yang nyata, dan 
tidak perlu disembunyikan. Mengajak orang asing untuk berwisata ke tempat kumuh 
bukanlah eksploitasi kemiskinan, karena bisa jadi ada kesempatan untuk mengetuk 
hati orang-orang yang mau membantu dan mengulurkan tangan.
Jika mengunjungi tempat seperti itu, ya usahakan untuk tampil sederhana dan mau 
berbaur. Jangan pula melihat mereka dengan pandangan heran. Supaya tidak 
menambah rasa kesenjangan yang mungkin saja timbul di penduduk kawasan kumuh

Salam,
Mutia Muliasih

--- On Mon, 3/1/10, Puguh <[email protected]> wrote:

From: Puguh <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] Wisata Daerah Kumuh: Apa pendapatmu?
To: [email protected]
Date: Monday, March 1, 2010, 8:59 AM















 
 



  


    
      
      
      

Temans;



Membaca di koran beberapa minggu yang lalu tentang wisata daerah kumuh. Pada 
dasarnya si tamu diajak berkunjung ke beberapa daerah kumuh di Jakarta untuk 
menyaksikan sendiri bagaimana kehidupan di kawasan yang secara infrastruktur 
tidak layak. Uang yang dibayarkan tamu untuk 'guiding service'nya, dikembalikan 
ke masyarakat di daerah tersebut.



Beberapa teman menyatakan ketidaksetujuan dan menganggap hal ini adalah 
eksploitasi kemiskinan.



Saya sendiri cenderung berseberangan. Selama masyarakat didaerah kumuh tidak 
menggantungkan pendapatan utama dari 'wisatawan' yang datang berarti mereka 
tidak melakukan eksploitasi kemiskinan. Banyak warga yang memang bekerja 
sebagai pemulung dll yang sebenernya memberi nilai tambah. Bahwa faktanya 
mereka dipinggirkan secara struktural, itu hal lain.



Kalo memang ada sisi buruk rupa Jakarta, kenapa harus malu? Apalagi kalau 
memang tak bisa membuat perubahan yang berarti.



Apa pendapatmu?



Tabik;

Puguh





    
     

    
    


 



  











      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke