Saya suka dengan kata-kata Michael Jordan, kira-kira begini bunyinya ..”Kita 
boleh gagal, tapi jangan pernah takut mencoba”. Jadi kalau kita tidak pernah 
mencoba bagaimana kita merasakan “nikmat”nya suatu perjalanan melihat belahan 
kawasan Indonesia/dunia? nah bagaimana kalau kita ubah menjadi ...”kita boleh 
khawatir, tapi jangan pernah takut untuk mencoba?”.
 
Ikut kegiatan semacam pramuka, palang merah, atau ikut club seperti pecinta 
alam dan club fotografi menurut saya mendukung sekali untuk kita berani jalan 
sendiri. Apalagi kalau kita ikut les bahasa (paling tidak bahasa inggris, 
sebagai bahasa pergaulan internasional). Ikut kegiatan tersebut, mempunyai 
andil untuk menumbuhkan rasa percaya diri kita.
 
Menurut saya, rata-rata orang kita (Indonesia) takut berpergian ke luar negeri 
secara solo traveler lebih kepada penguasaan bahasa inggris yang jeblok 
(Banget).  “Aduh nanti gue bingung, gue kan nggak bisa bahasa inggris, bahasa 
inggris gue Cuma bisa say hello good bye doang, nanti kalau gue kesasar gimana, 
...”. Jadi hal ini salah satu yang membuat seseorang tidak percaya diri di kala 
waktu, uang dan paspor sudah ada. Jadi pilihan teraman adalah ya ikut tur dari 
biro perjalanan.
 
Memang bila saya perhatikan, para turis biasanya dapat berkomunikasi dalam 
bahasa Inggris (walaupun terbatas, seperti saya J). Jadi ingat juga soal 
diskusi ... kalau di luar negeri ... bahasa inggris kita jadi lebih lancar 
malah jadi pengen ngomong inggris mulu ... heheheheee.
 
Sayangnya, “kitab suci” para penjelajah dunia, seperti Lonely Planet, belum ada 
yang diterjemahkan ke dalam bahasa kita (Indonesia). Bila saja buku-buku 
pemandu perjalanan ini diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, saya yakin solo 
traveler dari Indonesia akan semakin banyak. Untungnya saat ini sudah ada 
internet, sehingga kita bisa mendapatkan informasi dari mailist, dan blogger 
yang menuliskan kisah perjalanannya.
 
Saya jadi ingat cerita di buku Trinity, tentang teman satu dorm-nya yang 
berbangsa Jepang ... heheheheee ..... memang nekat kayaknya ... tapi saya yakin 
dia memiliki kitab suci yang tertulis dalam bahasanya sendiri. Hehehee ... 
ternyata dalam buku Jingga (Marina S. Kusumawardhani) ... dia nulis juga 
tentang hal itu ... bahwa Jepang adalah bangsa paling nekat dalam hal traveling 
dari segala bangsa!
 
Saya setuju dengan matatita, bahwa keluarga termasuk faktor yang membentuk 
seseorang jadi berani berpergian sendiri atau tidak. Juga saya sependapat kalau 
kita dapat memulai untuk berani jalan sendiri dengan cara pergi bersama 
teman-teman dulu.
 
Buat saya pribadi bila saya “tersasar” di luar negeri/luar kota saya malah 
menikmati .... karena toh ini adalah daerah baru yang belum saya pernah 
kunjungi ... dan tujuan saya memang jalan-jalan, jadi kenapa harus takut 
blusuk-blusuk?
 
So, kita boleh khawatir tapi jangan pernah takut mencoba ... apalagi di negeri 
sendiri ....
 
Salam
Umbo
 

Check me out! 




________________________________
Dari: Ambar Briastuti <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kam, 17 Juni, 2010 00:06:49
Judul: [indobackpacker] Fwd: Diskusi: Mengatasi rasa takut akan backpacking 
pertama kali
  
diteruskan. please use 'reply to all' untuk jalur diskusi umum.

---------- Forwarded message ----------
From: -YeRi-
Date: 2010/6/16
Subject: Re: [indobackpacker] Diskusi: Mengatasi rasa takut akan backpacking
pertama kali



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke