Dear all,
perkenalkan saya wina, selama ini saya pembaca pasif di forum ini. setelah 
membaca kesan dan komentar rekan2 ibp-ers, saya jadi pengen ikut nimbrung..

memang benar kata mba tita, pengaruh didikan ortu sangat berperan.. hal ini 
saya rasakan krn memang sejak kecil saya diasuh oleh ortu yg melarang anak 
perempuan utk bepergian ataupun sampai pakai acara nginap2..pernah sekali waktu 
saya sampai kabur dari rumah tanpa ijin hy utk mengikuti kegiatan jambore 
pramuka yg diadakan dari sekolah.. (utk mdpt ijin boleh mengikuti kegiatan 
pramuka itu saja.. sblmnya harus berargument dan berdebat alot dgn ortu...). 
akibat pengalaman pribadi ini, saya tidak pernah melarang anak2 saya apabila 
ada kesempatan utk melakukan kegiatan2 outdoor walaupun sampai hrs menginap 
bbrp hari...

saya sendiri adalah tipe org yg menyukai alam dan kegiatan2 yg bersifat 
berpetualangan, setelah sekian lama tenggelam dalam rutinitas pekerjaan dan 
rumah tangga, komentar dan sharing dari teman2 ibp-ers membangkitkan keinginan 
yg selama ini blm kesampe-an. mumpung masi kuat dan blm jompo hehehe.... Klo 
dulu yg menjadi penghalang adalah ortu, dan penghalang saat ini adalah tidak 
bisa meninggalkan pekerjaan dan anak2. (saya ibu bekerja - wiraswasta bantu 
suami dgn 3 orang anak yg berusia 6-12th).  saya ingin merasakan sekali2 bebas 
melanglang buana mengunjungi tempat2 yg baru tanpa ada beban, perasaan lepas 
dan tidak mengkhawatirkan ini-itu "bagaimana dgn urusan kerjaan... nanti siapa 
yg mengurus anak2, klo rumah kosong bisa kemalingan, dll.. dll... "

Selama ini kalaupun bepergian, selalu membawa 1 team RT,  tidak bisa terlalu 
jauh dan terlalu lama (anak bisa sakit, kecapean, dll)  krn 1 team pengeluaran 
jg pasti menjadi lebih besar.. (sekali pergi 5 org boooo...) dan namanya anak2 
jg tidak bisa dalam kondisi seadanya, (tdk mungkin anak2 disuruh tidur di 
outdoor karena tidak mendpt penginapan, penginapan full booked, dll ). anak2 
saya jg tidak bisa dititipkan ke ortu/saudara, krn ortu/saudara jg sudah ribet 
dgn kesibukan mereka masing2.

mungkin di antara rekan2 ibp-ers memiliki situasi yg sama spt kondisi saya 
tetapi tetap bisa ber-backpacker-ria, bagaimana cara menyiasatinya.. ?? ataukah 
ber-backpacker-ria itu hanya milik orang2 yg masih single atau married tapi blm 
py anak ???? hehehe...

warm regards
win










[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke