Dear Mbak Ambar & temans,
Lucunya saya termasuk orang yang merasa tidak takut, tetapi sangat excited untuk bisa bepergian/ backpacking, karena itu seperti pintu menuju dunia lain, dimana saya bisa bebas menjadi diri sendiri, tanpa harus menjaga image dengan segala atribut saya. Kakak-kakak saya bilang saya terlalu "slebor" dan cuek, sewaktu mereka mengingatkan begini-begitu dan untuk hati-hati. Bukan berarti saya mengacuhkan peringatan mereka, saya perhatikan dan catat, tetapi karena rasa "kegirangan" jauh lebih besar daripada waswas, maka itu mengalahkan rasa takut saya. Perjalanan backpack pertama (dalam negeri), karena dilakukan bersama-sama (9-10 orang) sahabat kuliah yang sangat baik, dan masih dalam pulau Jawa, sama sekali tidak ada perasaan takut, dan karena kami memakai alat transportasi super murah, kami tidak komplain karena sudah siap dengan konsekuensi bepergian ala anak kost. Perjalanan backpack ke luar negeri saya malah terbalik, kalau orang-orang biasanya ke ASEAN lalu Eropa/ wilayah yang lebih jauh, saya malah ke Eropa dulu baru ASEAN dan Australia. Takut? Sama sekali ngga, 3 bulan dalam persiapan, saya ngga fokus kerja hehehe, di pelupuk mata sudah terbayang perjalanan yang menyenangkan di Eropa. Walaupun kakak saya yang sudah belasan tahun tinggal di sana capek berulang-ulang mengingatkan saya tentang pencopet, dan jangan terlalu baik dengan orang yang baru dikenal (seganteng apa pun wajah mereka hehe), walaupun orang-orang lokal mengingatkan saya tentang pencopet, alhamdulillah ngga ada kejadian apa-apa. Karena walaupun saya sangat antusias dan menikmati jalan-jalan saya, tetap waspada dan bisa menjaga diri sendiri. Saya malah paranoid ada di kota sendiri (Jakarta), sekalinya mencoba transportasi umum, saya kena copet 3 kali dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama. Yang perlu diingat, meminjam teori "law of attraction", kalau kita selalu takut dan waswas, itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Takut untuk melakukan hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya memang wajar, tapi kita tidak akan memulai sesuatu yang baru jika selalu takut, kita tidak akan bisa kemana-mana jika membiarkan rasa takut ,menguasai diri kita, malah jadi paranoid, dan ngga bisa menikmati perjalanan. Sama seperti saran teman-teman yang lain, seperti rasa takut ketika kita akan presentasi di kantor, mungkin yang perlu kita lakukan adalah melakukan persiapan seoptimal mungkin, mempelajari dengan baik segala sesuatu tentang tempat yang akan kita kunjungi (informasi penting spt pusat informasi turis, kantor polisi, kedutaan/ konsulat RI, selalu hati-hati dan waspada, punya data yang lengkap ttg tempat itu, pelajari peta, tanya teman-teman yang sudah pernah ke sana, dll). Salam, Sari Musdar voir la vie en rose http://sarimusdar.blogspot.com http://oceanebleue.multiply.com http://www.facebook.com/sari.musdar To: [email protected] From: [email protected] Date: Wed, 16 Jun 2010 07:15:51 -0700 Subject: [indobackpacker] Diskusi: Mengatasi rasa takut akan backpacking pertama kali Dear kawan-kawan Indobackpacker, Sebuah email nyasar ke inbox saya. Dia mengaku masih muda, dibawah 20th. Ingin backpacking sendiri tetapi sangat ketakutan. Ini membuat saya teringat ketika pertama kali backpacking sendiri, ke sebuah negara yang saya tidak tahu sebelumnya. Antara exciting dan keringat dingin. Saya yakin rasa takut itu pastilah ada diantara teman-teman disini yang pernah jalan-jalan. Baik mereka yang backpacking di dalam negeri ataupun di luar negeri. Pikiran jadi kemana-mana. Gimana dung kalau saya tersesat. Gimana dung kalau saya ditanya macam-macam. Gimana kalau saya ditipu orang. Gimana kalau saya kehabisan uang. Jangan-jangan nanti saya dicopet, diperkosa. Aduhhh...banyak banget deh skenario buruk di kepala. Karena itu saya ingin bertanya dan meminta sharing teman-teman disini. Gimana sih upaya untuk menepis rasa takut, gamang dan ragu itu? Benarkah backpacking bareng temen itu sedikit atau banyak mengurangi rasa kengerian jalan sendiri. Benarkah semakin muda memulai backpacking rasa takut itu seharusnya tidak terlalu besar? Nekad seperti si Roy itu. Sharing akan kita rangkum di akhir. Semoga ini membuat rekan-rekan muda calon backpacker Indonesia merasa terinspirasi. Salam, Ambar salah satu moderator IBP [Non-text portions of this message have been removed] _________________________________________________________________ Votre messagerie et bien plus où que vous soyez. Passez à Windows Live Hotmail, c'est gratuit ! https://signup.live.com/signup.aspx?id=60969 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Indonesian Backpacker Community visit our website at http://www.indobackpacker.com Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. No SPAMMING or forwarding unrelated messages. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja. Milis Indobackpacker menerima ATTACHMENT baik gambar ataupun photo, tetapi mohon indahkan tentang hak cipta dan ukuran file. Cara mengatur keanggotaan di milis ini : Mengirim email ke grup : [email protected] (moderasi penuh) Mengirim email kepada para Moderator/Owner: [email protected] Satu email perhari: [email protected] No-email/web only: [email protected] Berhenti dari milist kirim email kosong : [email protected] Bergabung kembali ke milist kirim email kosong : [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
