Hai Wina,

Saya juga punya pengalaman yang mirip dengan Wina, punya ortu yang 
overprotective, selalu melarang anak2nya pergi kemana2, terutama anak 
perempuan. Sampai2 saya tidak pernah ikut Pramuka, karena ga boleh pergi keluar 
kota tanpa didampingi orang tua...:(
Tapi dasarnya saya doyan jalan, selama tidak perlu menginap, pasti disempat2kan 
jalan2 dulu sepulang sekolah, walaupun tidak bisa sering2 karena takut 
ketahuan. Walhasil, sekarang saya selalu jadi navigator, setiap ada acara 
jalan2 keluarga, karena saya yang lebih tau lewat jalan mana paling dekat dan 
tidak kena macet.
Singkat cerita, setelah berkeluarga akhirnya kesukaan saya jalan jadi semakin 
menjadi2. Apalagi suami saya juga hobi jalan. Ditambah lagi, sekarang sudah ada 
rute penerbangan langsung murah meriah dari Makassar ke Kuala Lumpur trus 
nyambung ke negara2 lainnya. Paling tidak satu kali dalam setahun, selain dalam 
negeri, kami sekeluarga juga sering backpacker ke luar negeri.
Kalo di dalam negeri agak sulit memang kalo mau backpacker sekeluarga, karena 
selain transportasinya yang mahal, harga hotel juga lumayan tinggi, karena kita 
perginya sekeluarga jadi ga mungkin nginap di hostel yang kamarnya 
dormitory kan?
Tapi kalo di luar negeri, biasanya kami pake maskapai AA kalo lagi ada promo. 
Di KL biasanya nginap di apartmen harian di Bukit Bintang (punya orang Indo, 
ada family room) atau nginap di hotel yang satu grup sama AA juga (Tune Hotel). 
Jaringan hotel ini sudah ada di beberapa kota kok, di KL, Penang, Kinibalu, 
Johor, Bali, bahkan London dan Australia. Hanya saja dua kota terakhir masih 
dalam tahap finishing dan/atau belum beroperasi. 
Kalo di Singapore bisa nginap di apartment harian di Orchard (ada family room 
juga), hotel Ibis Bencoolen, atau jaringan hotel 81.
Di Bangkok, ada guest house punya orang Inggris di daerah Pratunam, kamarnya 
luas,bersih dan ada family room.
Di HK, kalo mo yang murah meriah memang agak susah sih, karena hostel disana 
rata2 sempit, jorok dan ga nyaman. Kalo perginya sama anak2, ga ada pilihan 
lain selain nginap di hotel, tapi ratenya rada mahal sih...
Tahun depan kami sekeluarga mau ke Shenzen dan Macau. Sudah beli tiketnya, tapi 
belum booking hotel/guest house, masih sibuk nyari tempat nginap yang murah dan 
nyaman buat anak2.
Semoga membantu dan terinspirasi ya...

Salam,

Irma



________________________________
From: Jalan Jalan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, June 21, 2010 8:21:18 PM
Subject: [indobackpacker] Mengatasi rasa takut akan backpacking pertama kali

  
Dear all,
perkenalkan saya wina, selama ini saya pembaca pasif di forum ini. setelah 
membaca kesan dan komentar rekan2 ibp-ers, saya jadi pengen ikut nimbrung..

memang benar kata mba tita, pengaruh didikan ortu sangat berperan.. hal ini 
saya rasakan krn memang sejak kecil saya diasuh oleh ortu yg melarang anak 
perempuan utk bepergian ataupun sampai pakai acara nginap2..pernah sekali waktu 
saya sampai kabur dari rumah tanpa ijin hy utk mengikuti kegiatan jambore 
pramuka yg diadakan dari sekolah.. (utk mdpt ijin boleh mengikuti kegiatan 
pramuka itu saja.. sblmnya harus berargument dan berdebat alot dgn ortu...). 
akibat pengalaman pribadi ini, saya tidak pernah melarang anak2 saya apabila 
ada kesempatan utk melakukan kegiatan2 outdoor walaupun sampai hrs menginap 
bbrp hari...

saya sendiri adalah tipe org yg menyukai alam dan kegiatan2 yg bersifat 
berpetualangan, setelah sekian lama tenggelam dalam rutinitas pekerjaan dan 
rumah tangga, komentar dan sharing dari teman2 ibp-ers membangkitkan keinginan 
yg selama ini blm kesampe-an. mumpung masi kuat dan blm jompo hehehe.... Klo 
dulu yg menjadi penghalang adalah ortu, dan penghalang saat ini adalah tidak 
bisa meninggalkan pekerjaan dan anak2. (saya ibu bekerja - wiraswasta bantu 
suami dgn 3 orang anak yg berusia 6-12th). saya ingin merasakan sekali2 bebas 
melanglang buana mengunjungi tempat2 yg baru tanpa ada beban, perasaan lepas 
dan tidak mengkhawatirkan ini-itu "bagaimana dgn urusan kerjaan... nanti siapa 
yg mengurus anak2, klo rumah kosong bisa kemalingan, dll.. dll... " 

Selama ini kalaupun bepergian, selalu membawa 1 team RT, tidak bisa terlalu 
jauh dan terlalu lama (anak bisa sakit, kecapean, dll) krn 1 team pengeluaran 
jg pasti menjadi lebih besar.. (sekali pergi 5 org boooo...) dan namanya anak2 
jg tidak bisa dalam kondisi seadanya, (tdk mungkin anak2 disuruh tidur di 
outdoor karena tidak mendpt penginapan, penginapan full booked, dll ). anak2 
saya jg tidak bisa dititipkan ke ortu/saudara, krn ortu/saudara jg sudah ribet 
dgn kesibukan mereka masing2. 

mungkin di antara rekan2 ibp-ers memiliki situasi yg sama spt kondisi saya 
tetapi tetap bisa ber-backpacker-ria, bagaimana cara menyiasatinya.. ?? ataukah 
ber-backpacker-ria itu hanya milik orang2 yg masih single atau married tapi blm 
py anak ???? hehehe...

warm regards
win

[Non-text portions of this message have been removed]





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke