Bicara ttg takut travelling (apa lagi sendiri), sebenarnya "takut" dengan "excited" sama saja rasanya, bedanya juga tipiiis banget. Cuman akibatnya yg jadi beda.
Kalau "takut", kita menahan diri kita melangkah, tapi kalau "excited" adalah sebaliknya kita tertarik untuk melangkah ... Dua2nya rasa yg ada adalah juga rasa khawatir, deg2an-nya, seremnya .... Jadi masalahnya adalah bagaimana membuat diri kita dari takut menjadi tertarik kan? Untuk membuat jadi tertarik (excited), dari pada menahan diri (takut), maka kita isi pikiran kita dgn pertanyaan, misalnya, "Apa ya yang akan terjadi nanti?!!!". Lihat tulisannya dgn pakai tanda tanya dan tanda seru untuk menunjukan rasa ingin tahu tapi bernuansa positif. Beda artinya dgn kalau dibahasa tulisan tertulis "Apa ya yg akan terjadi????", terlihat nuansa yang ragu2 dan tidak yakin dengan yang dihadapi .... Menurut saya, salah satu modal utama berpetualangan adalah rasa excited yang tinggi ..... Kalau rasa takut lebih dominan sebaiknya jangan pergi dahulu karena itu berbahaya. Kenapa berbahaya? Karena orang yg takut lebih mudah terlihat orang lain rasa takutnya dan ini bisa tidak menguntungkan ketika kita bertemu dgn orang2 yang ingin memanfaatkan atau merugikan kita. Berbahaya karena akan sering ragu untuk mengambil keputusan, padahal saat travelling setiap waktu kita harus sering membuat keputusan terkait trip kita. Misalnya, mau makan dulu atau jalan2 dulu? Mau ke kiri atau ke kanan? Beli yg mahal tp bagus atau murah tapi kualitas nggak janji, dlsb .... Tapi saran saya, sebesar apapun rasa takut itu, selama rasa excitednya lebih besar, ya berangkat saja ..... nanti juga hilang atau berkurang sendiri rasa takutnya setelah mengalami sendiri bhw travelling itu mudah dan excited .... Sama seperti seorang penakut yg nggak berani kalau disuruh jalan menuju kamar mayat RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, karena memang nuansanya agak berasa serem. Padahal kalau sudah masuk ke dalam kamar mayatnya, perasaan takutnya biasanya sudah jauuuuuh berkurang dibanding sebelum memasuki kamar mayat itu .... Itu mungkin maksud kata2 "Seeing is believing" ya .... Ossy 2010/6/16 Ambar Briastuti <[email protected]> > > > Dear kawan-kawan Indobackpacker, > > Sebuah email nyasar ke inbox saya. Dia mengaku masih muda, dibawah 20th. > Ingin backpacking sendiri tetapi sangat ketakutan. Ini membuat saya > teringat > ketika pertama kali backpacking sendiri, ke sebuah negara yang saya tidak > tahu sebelumnya. Antara exciting dan keringat dingin. > > Saya yakin rasa takut itu pastilah ada diantara teman-teman disini yang > pernah jalan-jalan. Baik mereka yang backpacking di dalam negeri ataupun di > luar negeri. Pikiran jadi kemana-mana. Gimana dung kalau saya tersesat. > Gimana dung kalau saya ditanya macam-macam. Gimana kalau saya ditipu orang. > Gimana kalau saya kehabisan uang. Jangan-jangan nanti saya dicopet, > diperkosa. Aduhhh...banyak banget deh skenario buruk di kepala. > > Karena itu saya ingin bertanya dan meminta sharing teman-teman disini. > Gimana sih upaya untuk menepis rasa takut, gamang dan ragu itu? Benarkah > backpacking bareng temen itu sedikit atau banyak mengurangi rasa kengerian > jalan sendiri. Benarkah semakin muda memulai backpacking rasa takut itu > seharusnya tidak terlalu besar? Nekad seperti si Roy itu. > > Sharing akan kita rangkum di akhir. Semoga ini membuat rekan-rekan muda > calon backpacker Indonesia merasa terinspirasi. > > Salam, > Ambar > salah satu moderator IBP > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
