Semoga ini komentar saya yang terakhir untuk topik ini ... . Nggak
tahan juga untuk berkomentar ;-)

Mas Zaenal,  itu kurang lebih seperti "iklan telpon selular" ... yg
memberikan info berbagai tarif ;-)  Semua versi/sekte silahkan
menjelaskan pendapatnya dan versinya masing2. Nanti akan ada pengikut
yang memang cocok dgn versi2 tersebut. Ya tugas umat Islam yang lain
lah yang menjelaskan versi masing2. Para pengikut ini kan bukan mesin
atau binatang yang tidak berpikir. Mereka berhak mencari info sendiri
dan menentukan info mana yang menurut mereka benar. Tapi kalau dgn
cara memberikan ancaman2 ... bisa jadi malah sebagian orang tidak akan
"respect" nanti  ... . Dan info itu tidak akan tersampaikan dgn baik.
Mungkin saja ada orang2 yang memang senang dgn metoda pengajaran dgn
ancaman .... akan bergabung ;-)

Kita tidak bisa memaksakan semua orang akan masuk surga kan?  Mungkin
sebagian dari kita umat manusia akan masuk neraka.  Lalu, apa yang
anda cemaskan?  Kalau ada orang yang anda anggap "tersesat" oleh suatu
ajaran (apapun lah), anda coba berikan info, ingatkan, dan mereka
masih tetap "tersesat" lalu anda mau apa? Mau mengancam mereka ...
agar mau mengikuti anda? Lha malah anda yang tersesat nanti jadinya
(dgn melanggar ajaran Rasulullah) ;-)

Yg perlu kita cegah bersama adalah ... jangan sampai terjadi
"pertumpahan darah" (walaupun kesenangan berperang dari manusia ini
kan suatu hal yang sudah pernah ditanyakan oleh malaikat kepada Allah,
saat pertama kali manusia diciptakan).  FPI berperang dgn Ahmadiyah,
nanti balik Ahmadiyah akan berperang dgn FPI ... sampai semuanya
musnah. Sama seperti Sunni berperang dgn Syiah sampai berdarah2 selama
ratusan tahun. Apa ini yang diharapkan?

Tapi ... karena ekskalasi permasalahan ini muncul dekat2 dgn Pemilu
... saya melihat fenomena ini berbeda. Sepertinya memang ada keinginan
dari tangan2 lain untuk membenturkan umat Islam, dgn apapun isu yang
paling sensitif dalam umat Islam ini.  Ya .. seperti yang pernah saya
katakan ... sebagian (kecil, mudah2an) umat Islam itu memang masih
mudah emosinya dipicu, diprovokasi ... ya gampang sekali
membenturkannya. Nanti kalau isu Ahmadiyah sudah tidak ada, nanti ada
lagi muncul isu yg lain ... . Selama sikap yg ada adalah ... emosional
dan egosentris ... akan sangat mudah terprovokasi ...

Cukup ah ... sudah mulai bosan saya dgn topik ini ... . Saya juga
sering terprovokasi dgn tulisan2 yang dangkal ... :-D



salam,

-ai-




2008/6/9 Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]>:
> Mas Geo dan Mbak Fau dan Rekans,
>
> Keduanya benar.
> Hanya masalah perbedaan persepsi tentang amar makruf dan nahi mungkar saja
> penerapannya bagaimana.
> Islam sebagai agama tidak akan ternoda oleh Ahmadiyah, hanya saja
> kekhawatiran ummat islam yang benar, jika Ahmadiyah tidak dilarang, maka
> ahmadiyah akan menyesatkan pengikutnya yang belum mendalami islam secara
> baik dan benar.
>
> Salam,
> Zaenal
>
> At 07:21 09/06/2008, fau swasono wrote:
>
>
> 2008/6/9 Muhammad Geovani <[EMAIL PROTECTED]>:
> Rekan Fau,
>
> Manusia itu dipandang dan dinilai dari ucapan dan tindakannya, saya tak
> perlu menjadi tetangga anda di Jepang sana selama 6 tahun utk bisa early
> concludes dimana posisi Anda berdiri pada masalah akidah ini. Saya pun tidak
> menyalahkan anda krn komentar2 saya, anda pun menjudge saya sebagai FPI itu
> hak Anda kalo memang seperti itu pemahaman anda toh?
>
> Yg jadi concern saya adalah krn Anda mengomentari masalah penistaan akidah
> ini dg kapasitas anda sebagai cendikiawan , yg sedikit banyak akan membawa
> pengaruh bagi pendengar di Milis ini (biarpun saya tahu pemirsa milis inipun
> byk org2 pintar, pejabat negara/publik, pengusaha dll), akan jadi kewajiban
> setiap muslim yg lain dg kapasitas ilmu yg dimiliki utk memberikan counter
> opinion dari pendapat yg "dianggap" menyimpang.
>
>
> Mas Geo,
> Coba baca baik2 lagi pendapat saya sebelumnya, saya kutip:
> "Menurut saya, Islam itu mulia dan tidak akan ternoda oleh "sekte2" apapun.
> Pun oleh penghinaan yang keluar dari mulut manusia. Islam, as it is."
>
> Salahnya di mana?
> Apa mas merasa kemuliaan agama Islam jadi luntur, jadi rendah karena ada
> orang berkata: "Islam buruk?" atau karena orang bikin2 aliran sendiri?
>
> Kalau bagi saya, yang mulia tidak akan terhina oleh tindakan orang lain,
> vice versa.
> Apakah anda merasa Nabi SAW sudah tidak mulia gara2 tindakan ngawur kartunis
> Denmark itu?
> Saya menganggap Nabi SAW tetap mulia, meski ada sejuta kartun penghinaan
> terhadap beliau yang melukai hati ummatnya. Itu kira2 sebagian kalimat di
> surat protes yang saya kirim ke majalah Denmark tsb saat kartun tsb muncul.
>
> Kalau anda menganggap Ahmadiyyah menghina Islam, apakah benar Islam menjadi
> turun derajatnya?
> Apakah membubarkan Ahmadiyyah Indonesia akan berhasil menaikkan derajat
> Islam?
> (bukankah derajatnya sudah tinggi bagi kita?)
> Apakah derajat kemuliaan agama itu bersifat variabel atau fixed? exogenous
> atau endogenous?
>
> Kalau saya yang mencuri maka derajat saya turun. Tapi kalau orang lain yang
> mencuri, apakah derajat saya turun?
>
> Dunia ini luas Mas, kita tidak bisa menutup mulut orang satu persatu, atau
> menyegel kepercayaan di hati orang satu persatu.
> Apakah Nabi membunuhi semua orang yang menghina Islam atau beliau?
>
> Mas Geo,
> saya bukan cendekia, apalagi ulama. Pendapat saya adalah pendapat saya. Saya
> tidak pernah berembel2 bahwa saya saja yang benar. Silahkan yakini pendapat
> masing2.
> Saya tidak menjudge anda sebagai FPI, saya bilang mungkin orang FPI
> berpendapat sama seperti anda. Bacanya jangan esmosi toh.
>
> Masalah akidah, siapa sih yang tahu hati manusia? Bahkan Nabi SAW saja
> melarang membunuh musuh yang kepepet dan berucap syahadat. think about it.
> Manusia mana yang tahu kalau hati saya beriman, atau berkhianat, atau
> komunis, atau punk. *smile*
>
> Anyway, kalau maksudnya menasehati, saya sampaikan terima kasih setulusnya.
> Semoga Allah memberi petunjuk pada kita.
> Wah sorry, bagi yang non-muslim, ini kok kayak jadi milis agama Islam.
>
> Saya sudahi saja diskusi soal akidah ini, sepanjang pengalaman, diskusi iman
> dengan pendapat yang tidak homogen tidak akan pernah mencapai titik temu,
> paling2 sepakat untuk tidak sepakat, itu sudah the best *smile*
>
> salam,
>
> fau
> cewe asli
>

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke