Makasih Pak Pras, ilmunya.
saya coba terapkan.

--
Mukhlason

On 6/11/08, Prasetyo Roem <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Harmonik.
> Harmonik terjadi karena kita sudah mulai banyak menggunakan alat2 listrik
> yang 'non linier' seperti komputer, charger, UPS, inverter, speed controller
> yang pada dasarnya bisa mengakibatkan bentuk gelombang sinusoida menjadi
> cacat.
> Berdasarkan analisa kuliah matematika-4 (dapet nilai D, he he.), semua
> gelombang cacat, bisa diuraikan menjadi beberapa gelombang dasar dan
> gelombang lain dengan frekwensi kelipatan dari gelombang dasar -- berupa
> deret Fourier. (masih ingat kan?). Ternyata deret Fourier ini bukan sekedar
> teoritis matematis, tetapi ada dalam kenyataan, dan bisa diukur dengan alat2
> ukur listrik.
>
> Kabel tua.
> Kalau isolasi kabel sudah mulai mengeras, sebaiknya diganti saja.
>
> Inspeksi.
> Dengan menggunakan alat ukur 'power analyser', semua penyakit2 listrik
> penyebab kebakaran bisa dideteksi dan bisa diambil tindakan preventif, tanpa
> menunggu 'disaster' tiba.
>
> Salam,
> Prasetyo Roem
> --------------------------------------------------
>
> ----- Original Message -----
> *From:* Muhammad Ari Mukhlason <[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, June 11, 2008 7:51 PM
> *Subject:* [indonesia] Re: Seconds from Disaster : ANTV 22.00 - 23.00 &
> 03.30
>
> >> 'harmonik', yakni tegangan dan arus listrik 'ikutan' dengan frekwensi
> kelipatan dari 50Hz ( 150, 250, 350, 450 Hz dst)
>
> ini ilmu yg baru Pak Pras bagi saya. mungkin bisa dijelaskan secara awam
> saja, kok bisa begitu ?
> apa ada model induksi atau spt konsep edy current ?
>
>
> Ngomong2 ttg usia kabel instalasi listrik, untuk listrik rumahan standarnya
> berapa tahun usia
> pakainya Pak ?
> yang sering ada di rumah2 kan yg biasanya kabel satu fasa, baik yg berupa :
> 1. kabel serabut
> 2. kawat tunggal terpisah (insulasi tunggal, biasanya warna hitam, merah,
> kuning, atau biru)
> 3. kawat tunggal yg disatukan dg double insulasi (biasanya dalamnya hitam
> rapuh, dan di luarnya putih
>     agak keras)
>
> di rumah saya yg di desa, pakenya kable nomor 2, dengan diberi proteksi
> pipa pvc.
> berhubung dipasangnya di rumah jawa asli, bahannya full kayu, dan sudah
> dipasang sejak 1996 (12 tahun),
> apakah sudah perlu diganti ?
>
> Kira2 inspeksi apa yg perlu dilakukan ?
>
> Terima kasih atas bagi2 ilmu-nya.
> Mukhlason
>
>
> On 6/11/08, Prasetyo Roem <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Iya, saya juga nonton TWA xxx, yang meledak di udara gara2 listrik.
>> ----------------
>> Permasalahannya, yaitu kabel2 listrik / elektrik
>> /elektronik yang Berada dekat dengan kompartemen bahan bakar
>> sudah mengelupas di sana-sini isolasinya dan menyebabkan kortsluiting.
>> Akibatnya, avtur yang berada pada kompartemen bertambah tekananannya
>> dan tempertaturnya naik, ditambah percikan listrik dari
>> Kabel2 tadi, meledaklah kompartemen bahan bakar tsb.
>> ------------------
>> Bulan lalu, gedung Nestle di Jagakarsa lumpuh, gara2 kabel feeder utama
>> terbakar.
>> Minggu lalu, kabel 500mm2 yang melayani gedung cyber juga terbakar.
>> Nampaknya kasusnya serupa, isolasi kabel menjadi 'tembus' gara2 impulse
>> lisrik seperti yang dibahas oleh Cak Pekik (Lab Konversi Listrik-ITB). Di
>> samping itu, ada juga penyakit listrik yang disebut 'harmonik', yakni
>> tegangan dan arus listrik 'ikutan' dengan frekwensi kelipatan dari 50Hz (
>> 150, 250, 350, 450 Hz dst) yang numpang di jaringan kabel dan menyebabkan
>> tambahan arus, sehingga kapasitas kabel menjadi tidak cukup lagi, jauh dari
>> perhitungan semula.
>>
>> Apakah anda2 sudah memeriksa kwalitas listrik di tempat anda bekerja?
>>
>> Salam,
>> Prasetyo Roem.
>> ----------------------------------------------
>> 'yang sering "sedih" melihat kebakaran gara2 listrik, padahal bisa
>> dicegah'
>>
>> ----- Original Message -----
>> *From:* Muhammad Ari Mukhlason <[EMAIL PROTECTED]>*  **To:*
>> [EMAIL PROTECTED] ; [email protected]
>> *Sent:* Wednesday, June 11, 2008 4:21 PM
>> *Subject:* [indonesia] Seconds from Disaster : ANTV 22.00 - 23.00 & 03.30
>>
>> Assalaamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
>>
>> Tiga minggu ini saya sangat senang, Pasalnya kenapa,
>> Karena ada acara bagus di TV, tepatnya di ANTV setiap
>> Hari kerja (CMIIW) jam 22.00 – 23.00 WIB & 03.00 – 04.00 WIB
>> (jadwal lengkap ada di www.an.tv)
>>
>> Judulnya Seconds from Disaster
>>
>> Topiknya membahas berbagai macam musibah yang terjadi
>> dan merunut akar permasalahannya. Dari musibah transportasi
>> sampai bencana alam.
>>
>> Di sana saya dapat gambaran bagaimana aktivitas Bapak kita,
>> Prof Diran bersama teman2 saat berkecimpung di KNKT menangani
>> berbagai macam Insiden dan kecelakaan.
>>
>> Bahasa yg saya tuliskan di sini adalah versi awam, karena tanpa
>> Didukung lingkungan kerja di bidang penerbangan :)
>>
>> Yang pertama saya lihat adalah waktu kecelakaan salah Satu
>> Maskapai di US, yang celaka karena terjadi flashing (percikan bunga
>> api) di kompartemen tanki bahan bakar yang di center body (mohon
>> dikoreksi, soalnya Bahasanya org awam :p)
>>
>> Namun untuk menemukan root cause-nya tidak mudah dan tidak
>> Sebentar. Terlebih pesawat jatuh di tengah laut.
>> Setelah melakukan Berbagai macam analisa, serta pengujian,
>> ditemukanlah akar Permasalahannya, yaitu kabel2 listrik / elektrik
>> /elektronik yang Berada dekat dengan kompartemen bahan bakar
>> sudah mengelupas di sana-sini isolasinya dan menyebabkan kortsluiting.
>> Akibatnya, avtur yang berada pada kompartemen bertambah tekananannya
>> dan tempertaturnya naik, ditambah percikan listrik dari
>> Kabel2 tadi, meledaklah kompartemen bahan bakar tsb.
>>
>> Solusi untuk mencegah terulang : kabel2 yang sudah mengelupas,
>> Diperketat pengawasannya dan diisolasi / diganti baru.
>>
>> Kasus yang kedua yg saya lihat, adalah kecelakaan pesawat
>> TWA DC-10 (CMIIW lagi), yang mengalami pecah fan di engine atas,
>> Sehingga fluida minyak utk bidang kendali di-tap (drain) habis dan
>> Kehilangan kendali. Pesawat ini jatuh di tengah ladang gandum / jagung
>> Yang sedang subur2-nya.
>>
>> Setelah dikumpulkan serpihan2nya seadanya, serta dianalisa blackbox,
>> vcr n fdr-nya, disimpulkan kecelakaan disebabkan hal di atas. Namun
>> perlu pembuktian lebih lanjut dengan fan yg diduga pecah.
>> Setelah masa panen (3 bulan after accidet), seorang petani melaporkan
>> Penemuan fan di ladangnya, dan setelah dicek dan ditangani lebih lanjut,
>> Memang benar kecelakaan bermula dari retak di fan yang terlambat
>> diantisipasi.
>>
>> Solusinya :
>> - pemeriksaan yg lebih ketat dan antisipasi lebih dini pada Temuan2
>> kasus retak.
>> - Dibuatnya mekanisme stop valve pada sistem hidrolik yang mencegah
>> terkuras-habisnya oli pada sistem ini pada saat terjadi kebocoran.
>> - Letak pipa2 hidrolik dijauhkan dari benda2 yg memiliki kemungkinan
>> Keagagalan dan menyebabkan kebocoran.
>>
>> Kasus ke tiga : Badai topan (entah apa namanya, yg ada di US)
>>
>> Kasus ke-empat : Tenggelamnya kapal titanic, 1912, karena menabrak
>> Gunung es. Titanic sudah diperingatkan oleh kapal yang ada di dekat
>> Lokasi, bahwa terdapat gunung es besar di jalur pelayaran titanic.
>> Namun karena awak radio tidak mendengar sinyal dengan jelas, dan
>> Dianggap hanya interferensi frekuensi radio, diabaikanlah peringatan
>> Awal tersebut.
>>
>> Setelah menabrak gunung es, lambung kapal bocor. Sehingga titanic memiliki
>> Waktu penyelamatan sebelum tenggelam selama kurang lebih 2-3 jam.
>> Faktor yang mempengaruhi banyaknya korban : yaitu diabaikannya
>> Keselamatan Dengan sedikitnya sekoci yang tersedia, yaitu hanya 20-an
>> sekoci
>> Untuk 3000-an penumpang dan awak kapal. Idealnya kapal sebesar ini
>> Memiliki sekoci sejumlah 40-an buah (CMIIW). Akibatnya, korban meninggal
>> Diprediksi sejumlah 1500 orang.
>>
>> Kasus ke-lima : Gempa Bumi & Tsunami maha dahsyat 26 des 2004
>> Kita semua tahu, gempa besar tersebut, yang mengakibatkan korban meninggal
>>
>> Lebih kurang 200 ribu orang di berbagai negara. Dari NAD, Thailand,
>> Malaysia,
>> Bangladesh, Sri-Lanka, Maladewa, sampai Madagaskar.
>> korban terbanyak adalah dari NAD.
>> Dari analisa lapangan dan simulasi gempa dan gelombang yang terjadi,
>> Dugaan awal panjang patahan di samudra hindia adalah 400 km.
>> Namun setelah disimulasikan, gelombang tsunami yg dihasilkan tidak sampai
>> Sedahsyat yang terjadi.
>> Dugaan yang kedua, merupakan koreksi dari dugaan sebelumnya, patahan
>> Lempeng bumi yg terjadi adalah sepannjang 1000 km, namun disimulasikan
>> Gelombang yg terjadi tidak sampai ke pantai timur afrika.
>>
>> Setelah dianalisa dari bukti2 lapangan, termasuk survey ke pulau Simeulue
>> di barat Meulaboh, dan juga foto satelit pra dan pasca tsunami, diperoleh
>> data
>> terjadi kenaikan lempeng pulau, (terutama simeuleu).
>> Di pantai sebelah selatan : terjadi kenaikan pulau setinggi 0.5 meter
>> Di pantai tengah : kenaikan 1 meter
>> Dan di utara : kenaikan 1.5 meter.
>>
>> Tinggi gelombang tsunami tercatat yg tertinggi di Lhok Nga, dg ketinggian
>> 35-meter
>>
>> Setelah data2 dianalisa, diperoleh angka 1600 km patahan gempa dan
>> disimulasikan
>> Dan diperoleh hasil yg cukup akurat dengan kenyataan tsunami yg menyebar
>> ke dua benua.
>>
>>
>> Kasus ke-enam : Meledaknya pesawat ulang-alik Columbia pada fase re-entry,
>> Jan 2003
>> Tayangannya baru tadi malam. Sebagaimana teman2 sudah tahu, penyebab
>> awalnya
>> Adalah lepasnya panel pelindung panas di sayap karena terbentur salah satu
>> komponen
>> Yang lepas saat take-off.
>> Kamera sudah merekam insiden lepasnya panel pelindung panas ini dan
>> beberapa saat
>> Setelah take off, awak Nasa yg di bumi mendiskusikan dan menganalisa
>> kemungkinan2
>> Yg terjadi akibat lepasnya panel ini. Namun tetap tidak diberitahukan
>> kepada awak pesawat
>> Yang berada di angkasa.
>> Setelah melakukan serangkaian percobaan di ruang minim gravitasi, pesawat
>> kembali masuk
>> Ke bumi. Namun setelah pada tinggi terbang 60 km di atas bumi, Columbia
>> mulai mengalami
>> Masalah. Yaitu sensor temperatur di ruang penyimpanan roda, mulai
>> mengindera kenaikan
>> Temperatur yang tidak wajar karena melonjak terlalu cepat. Kemudian
>> satu-persatu sensor
>> tersebut mati.
>> Awak pesawat melaporkan hal ini ke darat, namun, tak lama kemudian,
>> terjadilah kecelakaan
>> Yang menewaskan 6 awak.
>>
>> Nanti malam ada lagi, entah kasus apa lagi yg diulas.
>>
>> Ada rekan2 yang mau menambahkan ?
>> Terima kasih sudah membaca tulisan ini.
>>
>> Wassalaamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
>> M Ari Mukhlason
>> GSM : 0818.223.062
>> CDMA : 021-910.745.83
>> alt-mail : [EMAIL PROTECTED]
>>
>>
>>
>
>
> --
> M. Ari Mukhlason
> -----------------------------
> http://aerogift.com
> YM&FS : [EMAIL PROTECTED]
> HP     : 0818-223-062
> email : [EMAIL PROTECTED]
>
>
>


-- 
M. Ari Mukhlason
-----------------------------
http://aerogift.com
YM&FS : [EMAIL PROTECTED]
HP     : 0818-223-062
email : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke