Iya, saya juga nonton TWA xxx, yang meledak di udara gara2 listrik.
----------------
Permasalahannya, yaitu kabel2 listrik / elektrik 
/elektronik yang Berada dekat dengan kompartemen bahan bakar 
sudah mengelupas di sana-sini isolasinya dan menyebabkan kortsluiting. 
Akibatnya, avtur yang berada pada kompartemen bertambah tekananannya
dan tempertaturnya naik, ditambah percikan listrik dari
Kabel2 tadi, meledaklah kompartemen bahan bakar tsb.
------------------
Bulan lalu, gedung Nestle di Jagakarsa lumpuh, gara2 kabel feeder utama 
terbakar.
Minggu lalu, kabel 500mm2 yang melayani gedung cyber juga terbakar.
Nampaknya kasusnya serupa, isolasi kabel menjadi 'tembus' gara2 impulse lisrik 
seperti yang dibahas oleh Cak Pekik (Lab Konversi Listrik-ITB). Di samping itu, 
ada juga penyakit listrik yang disebut 'harmonik', yakni tegangan dan arus 
listrik 'ikutan' dengan frekwensi kelipatan dari 50Hz ( 150, 250, 350, 450 Hz 
dst) yang numpang di jaringan kabel dan menyebabkan tambahan arus, sehingga 
kapasitas kabel menjadi tidak cukup lagi, jauh dari perhitungan semula.

Apakah anda2 sudah memeriksa kwalitas listrik di tempat anda bekerja?

Salam,
Prasetyo Roem.
----------------------------------------------
'yang sering "sedih" melihat kebakaran gara2 listrik, padahal bisa dicegah'

  ----- Original Message ----- 
  From: Muhammad Ari Mukhlason  To: [EMAIL PROTECTED] ; 
[email protected] 
  Sent: Wednesday, June 11, 2008 4:21 PM
  Subject: [indonesia] Seconds from Disaster : ANTV 22.00 - 23.00 & 03.30


  Assalaamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh 

  Tiga minggu ini saya sangat senang, Pasalnya kenapa,
  Karena ada acara bagus di TV, tepatnya di ANTV setiap 
  Hari kerja (CMIIW) jam 22.00 – 23.00 WIB & 03.00 – 04.00 WIB
  (jadwal lengkap ada di www.an.tv)

  Judulnya Seconds from Disaster

  Topiknya membahas berbagai macam musibah yang terjadi
  dan merunut akar permasalahannya. Dari musibah transportasi 
  sampai bencana alam.

  Di sana saya dapat gambaran bagaimana aktivitas Bapak kita,
  Prof Diran bersama teman2 saat berkecimpung di KNKT menangani 
  berbagai macam Insiden dan kecelakaan.

  Bahasa yg saya tuliskan di sini adalah versi awam, karena tanpa
  Didukung lingkungan kerja di bidang penerbangan :)

  Yang pertama saya lihat adalah waktu kecelakaan salah Satu
  Maskapai di US, yang celaka karena terjadi flashing (percikan bunga 
  api) di kompartemen tanki bahan bakar yang di center body (mohon 
  dikoreksi, soalnya Bahasanya org awam :p) 

  Namun untuk menemukan root cause-nya tidak mudah dan tidak 
  Sebentar. Terlebih pesawat jatuh di tengah laut. 
  Setelah melakukan Berbagai macam analisa, serta pengujian, 
  ditemukanlah akar Permasalahannya, yaitu kabel2 listrik / elektrik 
  /elektronik yang Berada dekat dengan kompartemen bahan bakar 
  sudah mengelupas di sana-sini isolasinya dan menyebabkan kortsluiting. 
  Akibatnya, avtur yang berada pada kompartemen bertambah tekananannya
  dan tempertaturnya naik, ditambah percikan listrik dari
  Kabel2 tadi, meledaklah kompartemen bahan bakar tsb.

  Solusi untuk mencegah terulang : kabel2 yang sudah mengelupas,
  Diperketat pengawasannya dan diisolasi / diganti baru.

  Kasus yang kedua yg saya lihat, adalah kecelakaan pesawat
  TWA DC-10 (CMIIW lagi), yang mengalami pecah fan di engine atas,
  Sehingga fluida minyak utk bidang kendali di-tap (drain) habis dan
  Kehilangan kendali. Pesawat ini jatuh di tengah ladang gandum / jagung
  Yang sedang subur2-nya. 

  Setelah dikumpulkan serpihan2nya seadanya, serta dianalisa blackbox, 
  vcr n fdr-nya, disimpulkan kecelakaan disebabkan hal di atas. Namun
  perlu pembuktian lebih lanjut dengan fan yg diduga pecah.
  Setelah masa panen (3 bulan after accidet), seorang petani melaporkan
  Penemuan fan di ladangnya, dan setelah dicek dan ditangani lebih lanjut, 
  Memang benar kecelakaan bermula dari retak di fan yang terlambat 
  diantisipasi. 

  Solusinya : 
  - pemeriksaan yg lebih ketat dan antisipasi lebih dini pada Temuan2 
  kasus retak.
  - Dibuatnya mekanisme stop valve pada sistem hidrolik yang mencegah 
  terkuras-habisnya oli pada sistem ini pada saat terjadi kebocoran.
  - Letak pipa2 hidrolik dijauhkan dari benda2 yg memiliki kemungkinan
  Keagagalan dan menyebabkan kebocoran.

  Kasus ke tiga : Badai topan (entah apa namanya, yg ada di US)

  Kasus ke-empat : Tenggelamnya kapal titanic, 1912, karena menabrak
  Gunung es. Titanic sudah diperingatkan oleh kapal yang ada di dekat
  Lokasi, bahwa terdapat gunung es besar di jalur pelayaran titanic.
  Namun karena awak radio tidak mendengar sinyal dengan jelas, dan 
  Dianggap hanya interferensi frekuensi radio, diabaikanlah peringatan
  Awal tersebut.

  Setelah menabrak gunung es, lambung kapal bocor. Sehingga titanic memiliki
  Waktu penyelamatan sebelum tenggelam selama kurang lebih 2-3 jam.
  Faktor yang mempengaruhi banyaknya korban : yaitu diabaikannya 
  Keselamatan Dengan sedikitnya sekoci yang tersedia, yaitu hanya 20-an sekoci
  Untuk 3000-an penumpang dan awak kapal. Idealnya kapal sebesar ini
  Memiliki sekoci sejumlah 40-an buah (CMIIW). Akibatnya, korban meninggal
  Diprediksi sejumlah 1500 orang.

  Kasus ke-lima : Gempa Bumi & Tsunami maha dahsyat 26 des 2004
  Kita semua tahu, gempa besar tersebut, yang mengakibatkan korban meninggal 
  Lebih kurang 200 ribu orang di berbagai negara. Dari NAD, Thailand, Malaysia,
  Bangladesh, Sri-Lanka, Maladewa, sampai Madagaskar.
  korban terbanyak adalah dari NAD. 
  Dari analisa lapangan dan simulasi gempa dan gelombang yang terjadi,
  Dugaan awal panjang patahan di samudra hindia adalah 400 km.
  Namun setelah disimulasikan, gelombang tsunami yg dihasilkan tidak sampai
  Sedahsyat yang terjadi.
  Dugaan yang kedua, merupakan koreksi dari dugaan sebelumnya, patahan
  Lempeng bumi yg terjadi adalah sepannjang 1000 km, namun disimulasikan
  Gelombang yg terjadi tidak sampai ke pantai timur afrika.

  Setelah dianalisa dari bukti2 lapangan, termasuk survey ke pulau Simeulue
  di barat Meulaboh, dan juga foto satelit pra dan pasca tsunami, diperoleh 
data 
  terjadi kenaikan lempeng pulau, (terutama simeuleu).
  Di pantai sebelah selatan : terjadi kenaikan pulau setinggi 0.5 meter
  Di pantai tengah : kenaikan 1 meter
  Dan di utara : kenaikan 1.5 meter.

  Tinggi gelombang tsunami tercatat yg tertinggi di Lhok Nga, dg ketinggian 
35-meter

  Setelah data2 dianalisa, diperoleh angka 1600 km patahan gempa dan 
disimulasikan
  Dan diperoleh hasil yg cukup akurat dengan kenyataan tsunami yg menyebar ke 
dua benua.


  Kasus ke-enam : Meledaknya pesawat ulang-alik Columbia pada fase re-entry, 
Jan 2003
  Tayangannya baru tadi malam. Sebagaimana teman2 sudah tahu, penyebab awalnya 
  Adalah lepasnya panel pelindung panas di sayap karena terbentur salah satu 
komponen
  Yang lepas saat take-off.
  Kamera sudah merekam insiden lepasnya panel pelindung panas ini dan beberapa 
saat
  Setelah take off, awak Nasa yg di bumi mendiskusikan dan menganalisa 
kemungkinan2
  Yg terjadi akibat lepasnya panel ini. Namun tetap tidak diberitahukan kepada 
awak pesawat
  Yang berada di angkasa.
  Setelah melakukan serangkaian percobaan di ruang minim gravitasi, pesawat 
kembali masuk
  Ke bumi. Namun setelah pada tinggi terbang 60 km di atas bumi, Columbia mulai 
mengalami 
  Masalah. Yaitu sensor temperatur di ruang penyimpanan roda, mulai mengindera 
kenaikan 
  Temperatur yang tidak wajar karena melonjak terlalu cepat. Kemudian 
satu-persatu sensor
  tersebut mati. 
  Awak pesawat melaporkan hal ini ke darat, namun, tak lama kemudian, 
terjadilah kecelakaan
  Yang menewaskan 6 awak.

  Nanti malam ada lagi, entah kasus apa lagi yg diulas.

  Ada rekan2 yang mau menambahkan ?
  Terima kasih sudah membaca tulisan ini.

  Wassalaamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh 
  M Ari Mukhlason 
  GSM : 0818.223.062 
  CDMA : 021-910.745.83 
  alt-mail : [EMAIL PROTECTED] 



Kirim email ke