Ente dulu angkatan 14 juga ? 
Salam,

Nursani

> Date: Tue, 17 Feb 2009 21:56:14 +0700
> From: [email protected]
> To: [email protected]
> Subject: [indonesia] Re: Saya percaya, Mereka Tidak Bersalah!
> 
> Wahyu Setiawan kalau begitu Angkatan-14 yang ke Cilacap ,yaa..?
> Sekarang ada dimana , katanya lagi nyawah di Inggris ,..?
> 
> Salam Hangat,
> PriyoPS
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: joefrizal joefrizal <[email protected]>
> To: [email protected], [email protected]
> Date: Mon, 16 Feb 2009 07:38:59 -0800 (PST)
> Subject: [indonesia] Re: Saya percaya, Mereka Tidak Bersalah!
> 
> > Temans,
> >  
> > Mnurut saya hal ini merupakan kegagalan ITB secara institusi dalam
> > menangani OS. Penanganan OS dimata Rektorat tidak serius dan dari kasus
> > ini yang dicari hanya kambing hitamnya. Urusan kambing hitam itu lebih
> > baik diselesaikan kepada polisi dan pengadilan saja. Mereka adalah
> > lembaga yang kompeten di Republik ini dan hal ini juga untuk
> > membuktikan bahwa TIDAK ADA SEORANGPUN KEBAL HUKUM.
> >  
> > Saya masih melihat bahwa OSPEK merupakan sumberdaya kemahasiswaan yang
> > masih belum digarap atau tergarap dengan sempurna.Hal ini dikarenakan
> > karena ketidak samaan pandangan antara pihak ITB dan pihak mahasiswa.
> > Alangkah baiknya andaikata pihak mahasiswa dan pihak Rektorat dan juga
> > Jurusan mengadakan suatu workshop terbuka untuk merumuskan bagaimana OS
> > yang baik itu, Apa saja objective yang diharapkan dari OS, dlsb.
> > Mungkin sebagai loose juklak. Didalam juklah itu juga harus ditekankan
> > bahwa keselamatan adalah hal nomor satu untuk dijalankan. Untuk itu
> > diperlukan test kesehatan yang memadai, dlsb. Kegiatan fisik bukanlah
> > merupakan tujuan dari OS. Akan tetapi OS itu sendiri harus memberikan
> > pencerahan terhadap pesertanya itu sendiri. Seperti LKO-LKO yang banyak
> > dilakukan di masa saya dulu, kami mendapatkan sesuatu setelah
> > menghadiri LKO itu.
> >  
> > Kalau dahulu, ada tekanan politik dari penguasa (Suharto dan
> > antek-anteknya). Kalau sekarang tentu tekanan politik ini tidak ada
> > lagi dan inilah saatnya untuk berbenah diri agar kita bisa maju dan
> > menjadi world class institute.
> >  
> > Jika penyamaan pendapat antara rektorat/Jurusan dengan pihak
> > kemahasiswaan tidak dilakukan, maka masalah OS ini tidak akan selesai
> > dan korban di Jurusan Geodesi bukanlah yang terakhir. Akankah ITB ini
> > menjadi institusi yang disamakan dengan STPDN, dimana usaha pencegahan
> > jatuhnya korban tidak dilakukan dengan serius dan korban yang
> > berjatuhan menjadi lebih banyak lagi?
> >  
> > Mungkin pihak Rektorat/Jurusan dan juga Mahasiswa perlu
> > merenung-renung dan melihat masalah OS ini dengan lebih bijak sehingga
> > tidak terjadi lagi korban berikutnya. .
> >  
> > Wassallam,
> >  
> >  
> > Joefrizal
> > 
> > --- On Sun, 2/15/09, setiawan wahyu <[email protected]> wrote:
> > 
> > From: setiawan wahyu <[email protected]>
> > Subject: [indonesia] Re: Saya percaya, Mereka Tidak Bersalah!
> > To: [email protected]
> > Date: Sunday, February 15, 2009, 10:08 PM
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > OK brothers,
> > 
> > Segala sesuatu harus dipertanggung jawabkan, apalagi ini nyawa manusia,
> > walaupun umur itu Allah yang ngatur, tapi proses meninggalnya harus
> > bisa dijelaskan secara medis.
> > 
> > Jadi memang tak boleh ada kambing hitam, tapi harus ada yang
> > bertanggung jawab.
> > 
> > Jika yang bersangkutan mendapat tekanan mental maka harus dipertanggung
> > jawabkan oleh yang memberikan tekanan itu, jika ybs meninggal karena
> > tekanan fisik yang nggak wajar, maka pelakunya harus diganjar yang
> > setimpal.
> > 
> > Yang perlu diingat apakah OS itu atas dasar suka rela atau paksaan,
> > jika paksaan maka yang memaksa itu yang harus bertanggung jawab, jika
> > OS itu sukarela, lihat saja perjanjian pada saat masuknya apakah risiko
> > ditanggung sendiri.
> > 
> > Ingin melatih fisik dan mental ? 
> > 
> > tak sembarangan bro, 
> > 
> > AQ di tahun 1980 ikut Mahaharwan YON I ITB, sebelum masuk saja ada test
> > yang tak mudah, ada keterangan dokter yang menyatak fisik dan mental
> > boleh ikutan yang begini (standard militer terendah mungkin), tapi
> > setelah itu kalau tetap ikut harus nandatangan bahwa itu adalah
> > sukarela. INGAT SUKARELA.
> > 
> > Masih inget diujung latihan, setelah melewati perjalanan panjang yang
> > disebut Long March, melewati rawa laut, ketika di Barak di Cilacap, ada
> > teman sebarak, kebetulan waktu itu tidurnya disebelah AQ, malemnya
> > dilihat hilang, dan sehari setelah kami diwisuda (penyematan baret),
> > kami diperintahkan ke Jakarta dan ternyata untuk menghadiri
> > pemakamannya yang dilakukan secara militer (walaupun dipemakaman
> > sipil).  Itulah cara mereka menghormati nyawa manusia.
> > 
> > Dari peristiwa ini, bisa dibayangkan, orang yang sudah dipersiapkanpun
> > bisa tewas, tentu penyebabnya diselidiki dan bisa dipertanggung
> > jawabkan oleh Komandan.
> > 
> > Jadi jangan main-mainlah dengan pembinaan fisik dan mental, lebih baik
> > serahkan pembinaan fisik dan mental kepada ahlinya.
> > 
> > Silahkan fikir bolak-balik Ospek semacam itu apa masih ada gunanya ?
> > 
> > Tindakan rektor yang tegas menghentikan para pelaku pelaksana baik
> > dosen atau mahasiswa dari statusnya sangat tepat dan harus didukung
> > oleh kita alumninya, dan nggak usah hawatir ini sementara saja, sampai
> > penyelidikan tuntas, setelah penyelidikan tuntas sampai ke
> > akar-akarnya, maka akan ketahuan yang paling bertanggung jawab dan
> > dihukum dengan setimpal maka yang tak bersalah posisinya dikembalikan,
> > mengembalikan posisi yang tak bersalah mudah bro, jadi bantu cari
> > penyebabnya agar peristiwa menyepelekan nyawa manusia tak perlu
> > terjadi.
> > 
> > Fakta, ada orang meninggal tak wajar, harus diusut tuntas.
> > 
> > Di biarkan ? Enak saja ! minimum OS saja dihentikan dulu, evaluasi
> > ulang dan yang penting yang bersalah ditindak. 
> > 
> > OK selamat mencari penyebabnya agar tahun selanjutnya tak terulang
> > lagi.
> > 
> > wass
> > AQ The Old Samurai.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > From: Nita Meilani <[email protected]>
> > To: [email protected]
> > Sent: Sunday, February 15, 2009 9:56:30 AM
> > Subject: [indonesia] Re: Saya percaya, Mereka Tidak Bersalah!
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > bener banget, sepertinya hampir semua pihak menyudutkan img dan
> > alumninya, padahal mereka juga berhak untuk mendapatkan keadilan.
> > bukannya saya tidak turut berdukacita atas meninggalnya dwiyanto. saya
> > juga tidak bisa membayangkan kalau hal ini terjadi pada keluarga
> > sendiri. tapi masalahnya, almarhum tidak diijinkan oleh keluarganya
> > untuk diotopsi, jadi bagaimana caranya mencari penyebab kematian
> > almarhum ? 
> > dan sepertinya banyak pihak harus diingatkan kembali akan adanya asas
> > praduga tak bersalah.
> > 
> > --- On Sat, 2/14/09, Priyo Pribadi Soemarno
> > <[email protected]> wrote:
> > 
> > From: Priyo Pribadi Soemarno <[email protected]>
> > Subject: [indonesia] Re: Saya percaya, Mereka Tidak Bersalah!
> > To: [email protected]
> > Date: Saturday, February 14, 2009, 7:45 AM
> > 
> > Ebonk dan saudara2ku Ysh.,
> > 
> > Cukup panjang diskusi milis ini saya ikuti dan semakin melelahkan , 
> > karena se-olah2 yang dicari adalah kambing hitamnya , bukan inti 
> > persoalan sebenarnya . Tulisan Ebonk , menggugah hati saya untuk 
> > menulis , terimakasih Ebonk 
> > 
> > Yang pertama , tidak mungkin anak2 kita punya keinginan merusak masa 
> > depan apalagi membuat  mati adik2nya sendiri . Pasti ada kesalahan
> > dalam 
> > penanganan sampai ada kejadian ini .
> > 
> > Kedua , diperlukan hati yang tenang dan pikiran jernih , untuk
> > mendengar 
> > bagaimana saudara2ku yang menjadi panitia , senior atau semua yang
> > hadir 
> > menceritakan secara utuh kejadian sebenarnya dengan hati yang jujur .
> > Kejujuran akan tumbuh , kalau tidak ada ancaman apalagi tuduhan bahwa 
> > perbuatan tersebut adalah illegal .
> > 
> > Ketiga , kita perlu mengkaji kembali kondisi kesehatan adik
> >  kita
> >  yang 
> > menjadi korban , termasuk misalnya melihat keadaannya sehari-hari
> > ketika 
> > belum masuk ITB . Kondisi bawaan yang tidak kita ketahui , mungkin 
> > menjadi salah satu sebab , karena sebagai senior atau Panitia kita alpa
> > dalam memeriksa latar belakang kesehatan ybs .
> > Pemeriksaan dokter lengkap seharusnya dilakukan ketika ybs dinyatakan 
> > meninggal , sehingga diketahui sebab2 klinis yang menyebabkan kematian.
> > 
> > Keempat , ketika semua persoalan menjadi jelas , maka sudah menjadi 
> > kewajiban pimpinan dan penanggung jawab untuk menyatakan permohonan 
> > maafnya kepada orangtua korban , kepada siapapun juga yang kehilangan 
> > adik kita tersebut yang berarti pula kehilangan masa depan yang 
> > diimpikannya .
> > 
> > Kadangkala , kita bertindak terlalu cepat , untuk menunjukkan
> > eksistensi 
> > dalam menangani suatu perkara . Kesalahan dalam membuat keputusan
> > karena 
> > kurangnya pertimbangan , dapat menyebabkan persoalan
> >  melebar
> >  kemana-mana 
> > dan tidak menyelesaikan masalah .
> > Kita harus memahami kondisi adik2 (anak2) kita saat ini , dimana
> > tingkat 
> > kematangan , kedewasaan dan ke-samapta-annya sangat berbeda dengan
> > waktu 
> > tahun 70'an atau bahkan sebelumnya . Anak2 kita sekarang nampak kurang 
> > memelihara kesehatannya dan mungkin kurang tidur karena bergadang ,
> > bukan 
> > karena tirakat atau bertafakur seperti jaman orangtua-orangtua kita
> > dulu .
> > Latihan pendahuluan sangat diperlukan sebelum anak2 kita dicemplungkan 
> > dalam kawah chandra-dimuka. 
> > Juga , pemahaman tentang loyalitas dan pelatihan kedisiplinan saat ini 
> > sudah agak berbeda , karena tidak ada lagi gerakan Pramuka atau Scout 
> > yang dulu kita alami sejak SMP-SMA .
> > 
> > Saran saya , hentikanlah kita saling menyalahkan . Mulailah duduk
> > bersama 
> > untuk mencari satu  persatu persoalan yang ada untuk memperbaiki 
> > keputusan yang keliru . Saran ini juga berlaku bagi ITB , sebagai
> >  
> > Perguruan
> >  Tinggi yang masih kita junjung tinggi sebagai GARBA ILMIAH , 
> > bukan lembaga Kehakiman atau Penguasa .
> > 
> > Salam hangat penuh semangat ,
> > Priyo Pribadi
> > 
> > 
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: ebonk <[email protected]>
> > To: [email protected]
> > Date: Sat, 14 Feb 2009 05:04:08 +0700
> > Subject: [indonesia] Saya percaya, Mereka Tidak Bersalah!
> > 
> > > Saya membaca berita di koran,media elektronik dan televisi yang
> > > menyebutkan bahwa anak-anak IMG telah melakukan kekerasan dalam
> > > kegiatan kaderisasi. Saya juga mendengar bahwa pihak kampus telah
> > > menyatakan mereka bersalah dan akan dikenakan sanksi. Walaupun
> > > demikian, dalam hati kecil saya percaya bahwa MEREKA TIDAK BERSALAH!
> > > 
> > > Saya juga melihat WRMA, dengan kekuasaan yang dimilikinya, melakukan
> > > character assasination dengan menyatakan bahwa anak-anak IMG
> > mengalami
> > > gangguan jiwa dan perlu
> >  menjalani psikotest.
> >  Saya berusaha untuk
> > > memahami hal ini. Walaupun demikian, saya tidak mempercayai
> > pernyataan
> > > tersebut. Hati kecil saya berkata: Saya percaya anak-anak IMG waras
> > > dan sehat akalnya!
> > > 
> > > Pun berbagai pihak yang kebingungan, shock, atau kecewa, ikut
> > > menghakimi dan percaya bahwa anak-anak IMG itu biang kerok, pembunuh,
> > > maniak, suka kekerasan, dengan referensi pribadi yang belum tentu
> > > relevan. Saya bisa memahami pendapat-pendapat tersebut. Walaupun
> > > demikian, hati kecil saya berkata: Saya percaya anak-anak IMG bukan
> > > maniak, bukan pembunuh dan bukan pelaku kekerasan!
> > > 
> > > Belum lagi, pernyataan AMP Unpad ikut membuat posisi teman-teman IMG
> > > semakin sulit. Dihantam dari segala arah seperti itu, banyak orang
> > > yang makin yakin bahwa mereka memang melakukan penganiayaan. Namun
> > > demikian, saya tidak percaya media. Hati kecil saya
> >  berkata: Mereka
> > > tidak
> >  menganiaya orang!
> > > 
> > > Mengapa demikian? Karena saya kenal mereka. Bahkan salah satu dari
> > > mereka, Dilvo (salah satu korlap), saya kenal dengan dekat. Saya tahu
> > > watak Dilvo dkk. Saya lebih percaya kepada mereka dari pada media.
> > > 
> > > Mereka memang keras kepala, tidak mudah dipengaruhi begitu saja dan
> > > lebih suka dengan jalan pikirannya sendiri. Namun dari pengalaman
> > > saya, mereka adalah teman diskusi yang baik. Mudah diajak kerjasama
> > > dan berpartisipasi, asal tahu caranya.
> > > 
> > > Kasus ini bukan kasus STPDN yang titik beratnya adalah penganiayaan.
> > > Apakah sodara-sodara melihat atau mengetahui adanya penganiyaan dalam
> > > kasus ini?
> > > 
> > > Saya bisa memahami, banyak pihak yang terusik dan tidak senang,
> > karena
> > > dianggap telah mencoreng nama baik almamater. Tapi sebaiknya, lebih
> > > dulu kita tahu persis apa penyebab
> >  kematian Wisnu. Sebaiknya kita
> > >
> >  sabar menunggu hasil penyelidikan.
> > > 
> > > Saya sungguh menyayangkan tindakan Pak Widyo menjatuhkan sanksi,
> > > memblacklist alumni, menyatakan mereka mengalami gangguan jiwa,
> > > memecat ketua prodi, apalagi akan menghentikan penerimaan mahasiswa
> > > baru. Padahal kita semua belum tahu hasil penyelidikannya. Tapi hajat
> > > hidup dan masa depan banyak orang mau dikorbankan. Coba lihat,
> > mengapa
> > > Bapak bertindak gegabah seperti itu? Untuk apa semua tindakan yang
> > > terburu-buru dan mengikuti hawa nafsu itu? Untuk siapa?
> > > 
> > > Jika demi nama baik, atau apapun, lakukanlah dengan benar. Demi nama
> > > baik ITB, usut tuntas sampai ketemu kebenarannya seperti apa. Demi
> > > nama baik IMG, katakan saja apa yang benar, buatlah pernyataan yang
> > > baik. Kita butuh kebenaran. Bukan kambing hitam!
> > > 
> > > Jika ternyata mereka tidak bersalah, pertanyaan saya
> >  adalah, apakah
> > > ITB (dalam hal ini
> >  Pak Widyo) mau membersihkan nama baik mereka,
> > > mengembalikan jabatan ketua prodi, menyatakan menyesal telah menyebut
> > > mereka mengalami gangguan jiwa? Dan tentu saja, bersedia mengundurkan
> > > diri dari jabatannya?
> > > 
> > > Mungkin saya sendirian, tapi saya orang yang yakin bahwa:
> > > MEREKA TIDAK BERSALAH!
> > > 
> > > Mohon maaf, jika ada kata-kata yang salah. Mari kita tunggu progress
> > > hasil penyelidikan.
> > > 
> > > -- 
> > > nenek moyangku bukan pelaut, tapi seorang rocker...
> > > http://www.ebonk.org/blog/
> > > 
> > > -- 
> > > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi
> > > serta
> > > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
> > > akhirat.
> > > 
> > > Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> > > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
> > 
> > 
> > 
> > -- 
> > Berlombalah dalam karya, bersinergi,
> >  terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
> > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
> > akhirat.
> > 
> > Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >       
> 
> 
> 
> -- 
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
> 
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

_________________________________________________________________
Get in touch with your inner athlete. Take the quiz.
http://yourinnerathlete.windowslive.com?locale=id-id&ocid=TXT_TAGLM_WLYIA_takequiz_id

Kirim email ke