Idealnya begitu. Tetapi, tidak selalu menjadi jaminan dan ada korelasi
bahwa seorang ibu yang
berpendidikan S3 mampu dan bisa meluangkan waktu untuk mendidik anak
secara baik. Bahkan
umumnya bidang yang dia geluti di S3 tsb. tidak berhubungan langsung
dengan pendidikan anak,
terutama di masa dini. Pendidikan anak tidak sekedar berupa memberikan
pengetahuan saja.
Tetapi, lebih dari itu yang terpenting adalah pembangunan akhlaq,
karakter dan kepribadian.
Di dunia ini banyak sekali orang besar yang terlahir dari didikan
seorang ibu yang tidak mempunyai
gelar di pendidikan formal sekalipun. Dan di Indonesia, tidak jarang
anak yang terlahir dari seorang
ibu berpendidikan S3, yang hanya mengecap pendidikan dari pembantu mereka.
Saya kira ini tidak lebih dari sebuah opsi saja, bukan sebuah justifikasi.
Wassalam.
[email protected] wrote:
Assalamu'alaikum wr wb,
Sekedar meneruskan, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum wr wb,
CA
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
------------------------------------------------------------------------
*From: * "seismic_yuni" <[email protected]>
*Date: *Wed, 10 Mar 2010 06:07:06 -0000
*To: *<[email protected]>
*Subject: *[daarut-tauhiid] S3 Siapa takut ?
ternyata inspirasi bukan lah sebuah hal yang sulit dicari, bahkan
seorang dosen pun dapat membuat cerita yang begitu menginspirasi kami...
Waktu itu, sekitar tahun 2000, datang seorang mahasiswi kepada seorang
dosen, dia menghampirinya dengan wajah yang muram, dan kemudian
berkata, "Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos". Dan
hanya itu saja kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi
apapun dari wajahnya... mengingat di luar sana berjuta - juta orang
memimpikan pencapaian ini. Dan sang dosen tertegun, kemudia dia
berkata, "Bagus donk dek, kamu bisa bikin bangga banyak orang, dan itu
merupakan jalan hidup yang sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu
terlihat bimbang dek."
Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen. "Pak, sekolah
hingga S2 dan S3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah
mimpi saya, tidak terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat
penerimaan beasiswa ini.... Tapi pak, saya ini akhwat, saya wanita,
dan saya bahagia dengan keadaan ini.. Saya tidak memiliki ambisi
besar, saya hanya senang belajar dan menemukan hal baru, tidak lebih..
Saya akan dengan sangat ikhlas jika saya menikah dan suami saya
menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga.. Lalu, dengan semua
keadaan ini, apa saya masih harus sekolah?? saya takut itu semua
menjadi mubazir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk
saya jalani."
Pak dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan
yang sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan
pikirannya... Dosen itu pun berfikir, memejamkan mata, menunggu Allah
SWT membuka hatinya, memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini...
Dan jawaban itu datang kepadanya, masuk ke dalah ide nya.... Pak dosen
berkata seperti ini kepada mahasiswinya.. "Dek, sekarang bertanyalah
kepada hati kecil mu, apa dia masih menginginkan dirimu untuk
melanjutkan pendidikan ini hingga puncak nanti.." .. Sang mahasiswi
bingung, dia menunduk , air mata turun dari kedua matanya, seakan dia
merasakan konflik hati yang sangat besar ... yang saling ingin
meniadakan.. Dosen itu melanjutkan nasehatnya.. "Dek, saya ingin
bertanya kepadamu, kapan pertama kali engkau berhadapan dengan seorang
S3 dan mendapat ilmu darinya?" "Sejak saya kuliah di ITB , Pak." Jawab
sang gadis. Kemudian dosen itu melanjutkan ,"Ya dek, betul, saya pun
demikian, saya baru diajar oleh seorang lulusan S3 semenjak saya
kuliah di kampus ini.. Tapi dek, coba adek fikirkan, bahwa saat engkau
memiliki anak, maka orang pertama yang akan menyapih rambut anakmu
adalah seorang lulusan S3. Orang yang pertama mengajaknya berjalan
adalah seorang ilmuwan tinggi, dan sejak dia mulai membaca, dia akan
dibimbing dan dijaga oleh seorang Doktor. Itulah peranmu sebagai ibu
nanti, apakah engkau bisa membayangkan betapa beruntungnya anak
manusia yang akan kau lahirkan nanti." Dan itulah jawaban Allah SWT
melalui pak dosen.... Mahasiswi itu tersadar dari konflik panjangnya,
dan ia tersenyum bahagia, sangat bahagia, air matanya menjadi air mata
haru, dan ia berdiri, mengucapkan terima kasih nya kepada sang dosen,
dan berkata , "Pak, terima kasih, akan saya lanjutkan pendidikan ini
hingga tidak satupun puncak lagi yang menghalangi saya."
Betapa hidup itu sangat berarti, dan jadikan ia bermakna.. Bukan uang
yang nanti akan membuatmu bahagia, tetapi rasa syukur mu lah yang akan
menjadi kebahagiaan yang hakiki,.
Based on Dr. Hermawan Dipojono story... Lecture from Physics
Engineering, ITB .
This article was originally published in forum thread: kisah
inspiratif (terlebih lagi untuk akhwat) started by jalu_naradi View
original post
__._,_.___
Reply to sender
<mailto:[email protected]?subject=s3%20siapa%20takut%20?> | Reply
to group
<mailto:[email protected]?subject=s3%20siapa%20takut%20?>
| Reply via web post
<http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/post;_ylc=X3oDMTJxNXBrcnRuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzMyNjE2BHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTI2ODU4MDMzMA--?act=reply&messageNum=32616>
| Start a New Topic
<http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/post;_ylc=X3oDMTJlZThsNG5lBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTI2ODU4MDMzMA-->
Messages in this topic
<http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/message/32616;_ylc=X3oDMTM2dGlqanFpBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzMyNjE2BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTI2ODU4MDMzMAR0cGNJZAMzMjYxNg-->
(1)
Recent Activity:
* New Members
<http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/members;_ylc=X3oDMTJmdW1wYzY3BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzEyNjg1ODAzMjk-?o=6>
18
Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid;_ylc=X3oDMTJlYzYyaGlvBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTI2ODU4MDMyOQ-->
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Yahoo! Groups
<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkdGcxamF2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjY4NTgwMzMw>
Switch to: Text-Only
<mailto:[email protected]?subject=change%20delivery%20format:%20Traditional>,
Daily Digest
<mailto:[email protected]?subject=email%20delivery:%20Digest>
. Unsubscribe
<mailto:[email protected]?subject=unsubscribe>
. Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
.
__,_._,___