Ibu - Menurut Bapak Quraish Shihab: “Ibu” dalam bahasa Al-Qur’an dinamai
dengan umm. Dari akar kata yang sama dibentuk kata *imam *[pemimpin] dan
ummat. Kesemuanya bermuara pada makna “yang dituju” atau “yang diteladani”,
dalam arti pandangan harus tertuju pada umat, pemimpin, dan ibu untuk
diteladani. *Umm* atau “ibu” melalui perhatiannya kepada anak serta
keteladanannya, serta perhatian anak kepadanya, dapat menciptakan
pemimpin-pemimpin dan bahkan dapat membina umat. Sebaliknya, jika yang
melahirkan seorang anak tidak berfungsi sebagai *umm, *maka umat akan hancur
dan pemimpin [*imam*] yang wajar untuk diteladani pun tidak akan lahir.
Agaknya, ketika Al-Qur’an menempatkan kewajiban berbuat baik kepada
orangtua–khususnya kepada ibu–pada urutan kedua setelah kewajiban taat
kepada Allah, bukan hanya disebabkan karena ibu memikul beban yang berat
dalam mengandung, melahirkan, dan menyusukan anak. Tetapi juga karena *ibu
dibebani tugas menciptakan pemimpin-pemimpin umat."*
Ternyata jika kita kembali ke sejarah, kita bisa melihat betapa anak-anak
jenius yang pernah tercata oleh sejarah itu selalu memiliki orang-orang yang
hebat di belakangnya sebagai *sang pendidik sejati.* Siapa itu sang pendidik
sejati? Ia adalah ibu. Mengapa? Dalam pendidikan itu, konon ada 4 hal
penting :

1. materi / ilmu yang diberikan
2. cara penyampaian ilmu itu. jika cara penyampaian ilmu itu tidak benar,
ilmu atau materi itu tidak akan sampai ke siswa/mahasiswa
3. kapasitas si pemberi ilmu. jika cara penyampaian benar, tetapi si
penyampai ilmu, tidak memiliki kapasitas ilmu yang disampaikan, maka
materi/ilmu itu juga tidak akan sampai ke siswa/mahasiswa.
4. "ruh", keikhlasan, panggilan jiwa, "bakat" yang melekat dalam diri si
pemberi ilmu. jika ini tidak ada, maka meski si pemberi ilmu memilikim
kapasitas keilmuan, cara penyampaian benar, ilmu itu juga tidak akan nyampai
ke siswa/mahasiswa. Dan siapa yang "pasti" memiliki unsur ini? Yang pasti
orang tua, khususnya IBU.

Nabi Musa.."diselematkan" oleh ibunya..
Nabi Ismail..oleh ibunya
Imam Bukhori, Imam Syafie, imam Ahmad bin Hanbal..mereka ini besar karena
ibunya..
Juga edison (yang hanya 8 bulan sekolah selama hidupnya, karena gurunya
mengatakan, ia idiot, ia besar oleh ibunya)
Juga Einstein..dikatakan bodoh oleh gurunya..ia dididik oleh ibunya..
Habibie..oleh ibunya..
Marta Tilaar, karena ibunya..
Oprah Winfrey, karena ibunya...
He Ah Lee, yang hanya punya dua jemari tangan, kakinya hanya sampai
sedengkul, dicap memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, oleh ibunya dididik
jadi pianis besar di usia 13 tahun..

Salam,

M Musrofi (TI ITB '86)
www.globaltalentcoach.com

2010/3/15 Sholeh Mr <[email protected]>

>
> Ide dasarnya sangat inspiratif  dan tidak ada yang salah dalam cerita itu,.
>
> Bila kita memiliki berbagai  argument,(istri kita tidak sekolah dan
> anak-anaknya berhasil dan seterusnya,... seterusnya) bukan berarti boleh
> untuk mematahkan semangat belajar mahasiswi tersebut,..
> Indah sekali,. cerita ini.. mahasiswi tersebut bertekad untuk tidak
> mengulangi dirinya yang hanya belajar dari manusia lulusan S-3 saat
> diperguruan tinggi,.. dan kelak anaknya akan bertemu dan dididik oleh
> manusia lulusan S-3 semenjak dalam rahim nya,..
>
> Kita berharap,.. kelak nanti anaknya akan banyak melahirkan
> generasi-generasi yang S-3 dan berakhlak mulia,.serta rahmatan lil
> alamain,..
>
> AMieennn,..
>
> Salam,.
>
> --- Pada *Sen, 15/3/10, Heddy Darmawan <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: Heddy Darmawan <[email protected]>
> Judul: [indonesia] Bls: Re: S3? Siapa takut ?
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Senin, 15 Maret, 2010, 2:33 AM
>
> Saya setuju dg Pak Joefrizal dan Pak Achmad,
> istri saya hanya berpendidikan SLTA tapi anak laki2 saya pertama lulus S1
> Mesin ITB Cum Laude, Anak perempuan kedua saya lulus S1
> informatika  Cumlaude  ( IP : 3.65 )dan S2 MBA ITB Cumlaude ( IP : 3.79 )
>  dan Anak laki2 saya ketiga Lulus S1 Hukum Sangat Memuaskan ( IP : 3.4 ).
>
> Jadi yang diperlukan adalah cara mendidik yang tegas saya dan istri selalu
> menekankan penting nya belajar memberi petunjuk kepada anak akan kesulitan
> mereka alhamdulilah mereka berhasil. Dismaping usaha tidak kalah pentingnya
> adalah doa ayah dan ibu kepada Allah swt untuk keberhasilan anak anak nya.
>
> Semoga bernanfaat
> Heddy EL 76 ITB
> 081318914114
>
>  ------------------------------
> *Dari:* joefrizal joefrizal <[email protected]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Terkirim:* Sen, 15 Maret, 2010 09:07:47
> *Judul:* [indonesia] Re: S3? Siapa takut ?
>
>   Kalau boleh saya ingin juga berpendapat.
>
> Semakin tinggi pendidikan seorang ibu, maka akan semakin terbuka matanya
> dan hal ini sangat baik sekali untuk mendidik anaknya. Tentunya hal ini
> dengan assumsi sang ibu meluangkan waktu cukup untuk mendidik anaknya dan
> tidak tenggelam dalam pekerjaan lain yang biasanya menumpuk.
>
> Hakikat pendidikan itu adalah untuk memajukan manusia oleh karena itu
> apabila seorang ibu sudah maju, maka akan sangat besar kemungkinannya
> anak-anaknya menjadi maju.
>
> Kalau melihat situasi di Indonesia, maka mungkin saja seorang ibu yang
> tidak mengecap pendidikan tinggi juga menghasilkan anak yang mengecap
> pendidikan tinggi.
>
> Berangkat bahwa pendidikan itu adalah proses seumur hidup, maka S3 itu khan
> hanyalah pendidikan formal yang diberi gelar.
>
> Wassallam
>
>
> Joefrizal
>
> --- On *Sun, 3/14/10, Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]>
> Subject: [indonesia] Re: S3? Siapa takut ?
> To: [email protected]
> Date: Sunday, March 14, 2010, 8:41 PM
>
> Idealnya begitu. Tetapi, tidak selalu menjadi jaminan dan ada korelasi
> bahwa seorang ibu yang
> berpendidikan S3 mampu dan bisa meluangkan waktu untuk mendidik anak secara
> baik. Bahkan
> umumnya bidang yang dia geluti di S3 tsb. tidak berhubungan langsung dengan
> pendidikan anak,
> terutama di masa dini. Pendidikan anak tidak sekedar berupa memberikan
> pengetahuan saja.
> Tetapi, lebih dari itu yang terpenting adalah pembangunan akhlaq, karakter
> dan kepribadian.
> Di dunia ini banyak sekali orang besar yang terlahir dari didikan seorang
> ibu yang tidak mempunyai
> gelar di pendidikan formal sekalipun. Dan di Indonesia, tidak jarang anak
> yang terlahir dari seorang
> ibu berpendidikan S3, yang hanya mengecap pendidikan dari pembantu mereka.
> Saya kira ini tidak lebih dari sebuah opsi saja, bukan sebuah justifikasi.
>
>
> Wassalam.
>
> [email protected]<http://us.mc380.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr wb,
>
> Sekedar meneruskan, semoga bermanfaat.
>
> Wassalamu'alaikum wr wb,
> CA
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> ------------------------------
> *From: *"seismic_yuni" 
> <[email protected]><http://us.mc380.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
> *Date: *Wed, 10 Mar 2010 06:07:06 -0000
> *To: 
> *<[email protected]><http://us.mc380.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
> *Subject: *[daarut-tauhiid] S3 Siapa takut ?
>
>
>  ternyata inspirasi bukan lah sebuah hal yang sulit dicari, bahkan seorang
> dosen pun dapat membuat cerita yang begitu menginspirasi kami...
>
> Waktu itu, sekitar tahun 2000, datang seorang mahasiswi kepada seorang
> dosen, dia menghampirinya dengan wajah yang muram, dan kemudian berkata,
> "Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos". Dan hanya itu saja
> kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi apapun dari
> wajahnya... mengingat di luar sana berjuta - juta orang memimpikan
> pencapaian ini. Dan sang dosen tertegun, kemudia dia berkata, "Bagus donk
> dek, kamu bisa bikin bangga banyak orang, dan itu merupakan jalan hidup yang
> sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu terlihat bimbang dek."
>
> Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen. "Pak, sekolah hingga S2
> dan S3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah mimpi saya, tidak
> terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat penerimaan beasiswa
> ini.... Tapi pak, saya ini akhwat, saya wanita, dan saya bahagia dengan
> keadaan ini.. Saya tidak memiliki ambisi besar, saya hanya senang belajar
> dan menemukan hal baru, tidak lebih.. Saya akan dengan sangat ikhlas jika
> saya menikah dan suami saya menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga..
> Lalu, dengan semua keadaan ini, apa saya masih harus sekolah?? saya takut
> itu semua menjadi mubazir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk
> saya jalani."
>
> Pak dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan yang
> sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan pikirannya.. . Dosen
> itu pun berfikir, memejamkan mata, menunggu Allah SWT membuka hatinya,
> memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini...
>
> Dan jawaban itu datang kepadanya, masuk ke dalah ide nya.... Pak dosen
> berkata seperti ini kepada mahasiswinya. . "Dek, sekarang bertanyalah kepada
> hati kecil mu, apa dia masih menginginkan dirimu untuk melanjutkan
> pendidikan ini hingga puncak nanti.." .. Sang mahasiswi bingung, dia
> menunduk , air mata turun dari kedua matanya, seakan dia merasakan konflik
> hati yang sangat besar ... yang saling ingin meniadakan.. Dosen itu
> melanjutkan nasehatnya.. "Dek, saya ingin bertanya kepadamu, kapan pertama
> kali engkau berhadapan dengan seorang S3 dan mendapat ilmu darinya?" "Sejak
> saya kuliah di ITB , Pak." Jawab sang gadis. Kemudian dosen itu melanjutkan
> ,"Ya dek, betul, saya pun demikian, saya baru diajar oleh seorang lulusan S3
> semenjak saya kuliah di kampus ini.. Tapi dek, coba adek fikirkan, bahwa
> saat engkau memiliki anak, maka orang pertama yang akan menyapih rambut
> anakmu adalah seorang lulusan S3. Orang yang pertama mengajaknya berjalan
> adalah seorang ilmuwan tinggi, dan sejak dia mulai membaca, dia akan
> dibimbing dan dijaga oleh seorang Doktor. Itulah peranmu sebagai ibu nanti,
> apakah engkau bisa membayangkan betapa beruntungnya anak manusia yang akan
> kau lahirkan nanti." Dan itulah jawaban Allah SWT melalui pak dosen....
> Mahasiswi itu tersadar dari konflik panjangnya, dan ia tersenyum bahagia,
> sangat bahagia, air matanya menjadi air mata haru, dan ia berdiri,
> mengucapkan terima kasih nya kepada sang dosen, dan berkata , "Pak, terima
> kasih, akan saya lanjutkan pendidikan ini hingga tidak satupun puncak lagi
> yang menghalangi saya."
>
> Betapa hidup itu sangat berarti, dan jadikan ia bermakna.. Bukan uang yang
> nanti akan membuatmu bahagia, tetapi rasa syukur mu lah yang akan menjadi
> kebahagiaan yang hakiki,.
>
> Based on Dr. Hermawan Dipojono story... Lecture from Physics Engineering,
> ITB .
> This article was originally published in forum thread: kisah inspiratif
> (terlebih lagi untuk akhwat) started by jalu_naradi View original post
>
> __._,_.___
>  Reply to 
> sender<http://us.mc380.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=S3%20Siapa%20takut%20?>|
>  Reply
> to 
> group<http://us.mc380.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=S3%20Siapa%20takut%20?>|
>  Reply
> via web 
> post<http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/post;_ylc=X3oDMTJxNXBrcnRuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzMyNjE2BHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTI2ODU4MDMzMA--?act=reply&messageNum=32616>|
>  Start
> a New 
> Topic<http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/post;_ylc=X3oDMTJlZThsNG5lBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTI2ODU4MDMzMA-->
> Messages in this 
> topic<http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/message/32616;_ylc=X3oDMTM2dGlqanFpBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzMyNjE2BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTI2ODU4MDMzMAR0cGNJZAMzMjYxNg-->(
> 1)
> Recent Activity:
>
>    - New 
> Members<http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/members;_ylc=X3oDMTJmdW1wYzY3BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzEyNjg1ODAzMjk-?o=6>
>    18
>
> Visit Your 
> Group<http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid;_ylc=X3oDMTJlYzYyaGlvBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTI2ODU4MDMyOQ-->
> ====================================================
> Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
> ====================================================
> Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
> ====================================================
>        website:  http://dtjakarta.or.id/
> ====================================================
> [image: Yahoo! 
> Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkdGcxamF2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwOTMyNDYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjY4NTgwMzMw>
> Switch to: 
> Text-Only<http://us.mc380.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Change%20Delivery%20Format:%20Traditional>,
> Daily 
> Digest<http://us.mc380.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Email%20Delivery:%20Digest>•
> Unsubscribe<http://us.mc380.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Unsubscribe>•
>  Terms
> of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
>  .
>
> __,_._,___
>
>
>
> ------------------------------
>  Berselancar lebih cepat.
> <http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/>
> Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2
> halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di
> sini! 
> (Gratis)<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/>
>
>
> ------------------------------
> Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya 
> sekarang!<http://id.mail.yahoo.com>
>

Kirim email ke