kalau ada orang arab saudi/oman/kuwait dsb yang butuh PRT, maka mereka akan pesan di Perusahaan pensupply tenaga kerja lokal yang biasanya bekerja sama dengan PJPTKI di Indonesia.
atas dasar pesanan itu maka PJPTKI( di Indonesia) menyiapkan tenaga kerja yang di minta itu sesuai dengan spesifikasi pekerjaannya. ( PRT/Nurse/driver/dll). Sertifikat utk selain PRT sangat jelas......tapi untuk PRT biasanya sembarangan saja. Paling2 di latih di BLK( balai latihan kerja milik PJPTK tersebut. yang seharusnyapunya semua type mesin cuci, pompa air,kompor gas dan semua type peralatan rumah tangga yang mungkin ada si negara tujuan, sudah ada disana. dari indonesia sudah disiapkan asuransi pemulangan yang tercover 3 thn, dan dapat di perpanjang sesuai dengan perpanjangan kontrak kerja di luar negri.setiap TKI di bekali kartu Tenaga kerja luar negri, utk kekedutaan pada saat ada masalah, dengan nomor itu kedutaan bisa mengakses Asuransi dan ongkos pemulangan. juga ada kartu Asuransi/BNP2TKI. sebagai pemesan tentunya mengharapkan kwalitas tenaga kerja yang sesuai standard , karena ongkos yang dibayar sangat tinggi. utk TKI Indonesia jauh melebihi srilangka atau negara2 afrika juga philipine....khusus philipina tidak boleh jadi PRT,krn terlalu banyak kasus kriminal juga agama yang berbeda. Kalau kita bayar $1000,- utk pesan PRT dan sesudah tunggu berbulan2 ,dan dapat yang tidak bisa di suruh apa2 juga tidak mengerti bahasa dengan gaji minimum 2.2 jt/bulan....sangat lumrah utk jengkel, dan dekat dengan kekerasan, Kalau ada orang arab yang dengan sabar melatih serta menggajinya juga seperti kontrak. mereka harus di berikan penghargaan yang tinggi. dan itu lebihdari 95% TKI medapat perlakuan seperti itu. Tapi tidak semua orang baik....di arab ataupun belahan dunia manapun, sudah fitrahnya begitu. sampai saat ini pemerintah saudi punya kesulitan utk melacak keberadaan TKI yang illegal,lari dari majikan pertama dan kerja lepas di rumah2 yang membutuhkan.kalau mereka punya kesulitan, bagaimana kita menyalahkan aparat di indo yang tidak bisa memberikan informasi kekeluarga disini tentang keberadaan TKI di saudi, yang memilih jadi illegal?.aku kebetulan punya teman orang saudi yang lagi pusing diinterogasi tentang supirnya orang indonesia yang lari dan tak tentu padang(pasir)nya. kalau anda pulang dari kota2 di arab saudi ada banyak majikan beserta seluruh keluarganya yang mengantar PRTnya pulang keindonesia, ini adalah TKI legal yang beruntung. sayangnya sesampai di Jakarta mereka 90% pati di palak di Airport cengkareng. cuma data LSM di TV one semalam ,yang bilang 1000 TKI lebih sudah meninggal itu sampe sekarang aku ngga dapat. mungkin salah itu 2010/11/22 Agus Rusmantoro <[email protected]> > Dengan hormat, > > Ada pepatah "Semut yang jauh kelihatan dan gajah di pelupuk mata tak > nampak" > > Pada prinsipnya orang lebih nyaman bekerja dilingkungannya, kalau bekerja > jauh sampai ke luar negri berarti ada yang salah dengan sekitarnya. > > Kasus penganiayaan pembantu lebih banyak terjadi di dalam negri. Gaji yang > tak dibayar, gaji kecil, kerja melebihi jam kerja dsb, tiba-tiba kita > meributkan yang di luar negri yang gaji lebi besar (katanya), makan lebih > enak serta jam kerja sama dengan didalam negri. > > Jadi menurut saya : > 1. Pengiriman TKW tetap dilanjutkan dan diperbaiki, misal : memberi > asuransi, tanggung jawab pengirim lebih besar, memberikan hp (usulan > pemerintah), memberikan pendidikan di lembaga pemerintah, memberikan no > telepon KBRI dsb. > > 2. Yang ditangan (on hand) harus lebih dahulu diperbaiki. Jadi status > pembantu didalam negri diperbaiki, misal : standard gaji, standard > fasilitas, waktu kerja, waktu cuti dll. > > 3. Kita suka tak adil dalam menilai sesuatu dan suka iba tanpa > mempertimbangkan akibat lebih luas. Pencuri motor dihukum 1 tahun karena > langsung berdampak pada pemilik motor, tetapi pencuri uang 100 Milyar > dihukum 3 tahun. Padahal akibat perbuatannya pencuri 100 Milyar lebih > besar, jadi mestinya hukum mati saja (kecam banget yaaaa)... > > > Wassalam, > > > > On Tue, November 23, 2010 01:38, Sumitro Roestam wrote: > > Kawan2 Milis yth, > > > > > > Peristiwa pemerkosaan, penyiksaan, hingga pembunuhan TKW sudah sering > > kita dengar dari tahun ke tahun, namun tuntutan perbaikan nasib dan > > perlindungan mereka tidak pernah terlaksana. > > > > Asosiasi dan instansi terkait, seperti Deplu, KBRI, Depnaker, Asosiasi > > PJTKI dan BNP2TKI cenderung tidak ada koordinasi dan saling cuci tangan > > kalau ada masalah. > > > > Bila ada TKW yg hilang, biasanya keluarganya di pingpong oleh PJTKI, > > Depnaker, Deplu, KBRI, sampai akhirnya setelah lebih dari 3-tahun baru > > mau mengatakan kalau TKW itu sudah meninggal, masih beruntung kalau > > kerangkanya masih ada.. > > > > Mengapa demikian? Sebab aturan asuransi jiwa TKI/TKW hanya bisa dibayar > > kalau peristiwa itu dilaporkan sebelum 2 tahun kejadiannya. Lewat > > 2-tahun, maka Asuransi jiwa tidak ada kewajiban untuk membayar, sudah > > kadaluwarsa. Kepala Desa ditempat asal TKW biasanya juga ogah atau malas > > membantu. > > > > Semuanya hanya mau duit bisnis TKI/TKW saja, seperti ketika TKW melapor > > tidak tahan disiksa serta tidak digaji, bukannya dibantu, malah > > diobyekkan untuk dicarikan majikan baru yg mungkin lebih kejam, persis > > seperti jual-beli budak2 zaman dulu. > > > > Dalam diskusi masalah ini di TV-One tadi malam, LSM melaporkan bahwa > > jumlah TKW/I yg hilang per tahun lebih dari 1000 orang dari data yg > > dikumpulkan di tiap KBRI. Anehnya BNP2TKI cenderung meremehkan, sebab > > menurutnya hanya sekitar 100 orang saja yg dilaporkan hilang..? > > > > Bagaimana cara melindungi para TKW/I itu? Yg menyarankan untuk memberi > > atau menyuruh TKW/I punya HP dan ada Call Center sepertinya tidak tahu > > kondisi lapangan, sebab umumnya majikan merampas HP dan paspor TKW/I agar > > mereka terkucil dan tidak bisa kemana-mana, persis seperti budak2 yg > > dirantai. > > > > Apakah cara jitu untuk menyelesaikan masalah ini? Saran saya sbb: > > 1. Hentikan sementara pengiriman TKW/I baru dan penarikan TKW/I yg > > bermasalah. 2. Negosiasikan perjanjian kerjasama pengiriman TKW/I dgn > > negara2 yg terbaik untuk memastikan perlindungan bagi TKW/I. 3. Batasi > jam > > kerja TKW/I itu sampai 8-10 jam saja per hari, dan mereka dilarang nginap > > di rumah majikan, tetapi tinggal di rumah kontrakan khusus TKW/I yg > > diawasi agar menghindarkan mereka dari penyiksaan atau pembunuhan. > > > > Silahkan ditanggapi. > > Wassalam, > > S Roestam > > http://presidenku.com > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > > Teruuusss...! z¹h™¶¥j Z•©¤j¼šmêìŠw«‚+^ªdjy ‰Ö¡ŠY®þפž‰h‚+ ®Ö¤jÈ¡±¬šž Zžf > > §}¦º{n’Ç¢²&¥jg^š) m¨Z‚&š Û§‰§Z ©!ж"wè¥éàzZ%i©æŠX¬"wh ë"jw±µ·µêá¶Ú þ›› > > ìmmëmz¹Þ·÷â•ë?š)b²Ø§v‰Þ²&¢ ú-Æ > > > > > PT.CITRA SARI MAKMUR * > SATELLITE & TERRESTRIAL NETWORK * > > Connecting the distance - anytime, anywhere, any content * > http://www.csmcom.com > > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan > akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt >
