Bapak bapak dan Ibu ibu,
untuk menyelesaikan masalah TKW dan TKI, kita harus menyelesaikan akar masalah 
nya dulu. Ini penting agar bukan hanya masalah TKI saja tapi juga masalah 
bangsa.

Saya sudah pernah mengirim artikel saya SARAN UNTUK PEMIMPIN DAN BANGSAKU pada 
th 2001 yang telah mendapat penghargaan dari Presiden RI dengan nomor 
B636/Sespres/V/2001  dan sudah sering saya posting di Inonesianextbetter, itb76 
dan el76.

Soulusi yang saya berikan adalah solusi komprehensip karena saya me refer 
kepada 
Firman Allah swt yang tahu jerohan manusa. Kita manusia adalah kaum yang lemah 
yang perlu bantuan Allah untuk menyelesaikan seluruh permasalahan manusia.

semoga ini bermanfaat.
salam,
Heddy

EL 76 ITB




________________________________
Dari: Sumitro Roestam <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected]
Terkirim: Sel, 23 November, 2010 08:00:34
Judul: [indonesia] Re: TKW disiksa, dibunuh, bagaimana cara melindungi mereka?

Pak Yadi DKK yth,

Terimakasih atas masukan pemikiran yang "out of the box" yg sangat baik.

Memang kita perlu mempelajari kembali sejarah berkembangnya Islam di Jazirah 
Arab 1400 tahun y.l.

Jadi untuk para TKW perlu ada mahram yg bisa menjaganya. Pemikiran tentang 
batas 
waktu kerja TKW yg hanya 8-jam sehari, lalu kembali ke tempat kos atau 
penampungan yg diawasi, barangkali sebagai solusi jalan tengah?

Solusi lainnya adalah dengan memindahkan para TKI/W itu menjadi perintis 
pembangunan perbatasan Indonesia-Malaysia, selain sebagai penjaga perbatasan, 
mereka juga membangun wilayah2 itu agar menjadi makmur. Dibiayai dari dana 
sumbangan Rakyat Indonesia dan pengusaha2 nasional, dgn imbalan konsesi bisnis 
di wilayah2 baru itu.

Kita perlu Pemimpin2 yg bijak, tegas, cepat dan cerdas untuk bisa mengambil 
langkah2 yg strategis bagi kemajuan bangsa dan negara.

Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.com 

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]: Mon, 22 Nov 2010 20:10:40 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: TKW disiksa, dibubuh, bagaimana cara melindungi mereka?

Pada prinsipnya setuju dengan ide melindungi keselamatan saudara-2 kita yang 
sedang 'susah' plus teraniaya, di negri orang lagi!
Solusi akhirnya sebenarnya harus mengarah kepada kemampuan negri kita ini 
meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Karena ini parettonya.
Keganjilan juga banyak ditemukan berkaitan dengan ini. Kesemuanua juga mengarah 
ketidakkonsitenan pihak-2 terkait dari 'hal-2' yang sudah 'dicanangkan'. 
Contohnya, sebenarnya MUI (2005) sudah mengeluarkn Fatwa Haram bagi TKW yang 
pergi ke luar negri tanpa didampingi muhrimnya (Majelis Ulama Indonesia telah 
mengeluarkan fatwa soal tenaga kerja wanita (TKW). Isinya, mengharamkan 
perempuan meninggalkan keluarganya untuk bekerja ke luar kota atau ke luar 
negeri.Hukum haram juga berlaku bagi pihak-pihak, lembaga atau perorangan yang 
mengirimkan atau terlibat dengan pengiriman TKW, demikian juga pihak yang 
menerimanya."Ketentuan ini berlaku jika kepergiannya tanpa disertai mahram, 
keluarga atau kelompok perempuan terpercaya (niswah tsiqah)," tegas Ketua Fatwa 
MUI, KH Ma'ruf Amin ). Kenapa ya kok gak ada 'cheaser'nya untuk fatwa MUI yang 
satu ini?
Barikut bahan renungan Anda yang berwawasan dan mampu keluar kotak untuk 
memperoleh bird view; 

Fenomena yang terjadi di negri Arab dlm memperlakukan TKWI tak ubahnya tindakan 
perbudakan yang dulu dikenal pada abad 6. Sejarah terulang, kejahatan, 
kejahilan 
yg diperlihatkan para majikan kepada TKWI, persis sama sebagaimana dilakukan 
pada bangsawan Quraisy kepada budak belian. Tidakkah kita melihat ini semua?
Apa tindakah Tuhan pada saat itu?
Persis! Tuhan menurunkan Rasulnya untuk memperbaiki kebokbrokan ahlak bangsa 
Arab, bahkan seluruh ummat manusia di dunia ini. 

Nah pertanyaannya adalah: apakah Tuhan saat ini pun akan menurunkan Rasul lagi 
untuk memperbaiki kebokbrokan ahlak ini?
Mengingat 'sunatullah tidak berubah' -dalam hal Tuhan tidak akan membiarkan 
keadaan orang-2 muslim dalam kesesatan yang nyata.


Yours Affectionately,
Yadi-
Sent from my mobile with love

-----Original Message-----
From: "Sumitro Roestam" <[email protected]>
Sender: [email protected]: Mon, 22 Nov 2010 18:38:40 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] TKW disiksa, dibubuh, bagaimana cara melindungi mereka?

Kawan2 Milis yth,

Peristiwa pemerkosaan, penyiksaan, hingga pembunuhan TKW sudah sering kita 
dengar dari tahun ke tahun, namun tuntutan perbaikan nasib dan perlindungan 
mereka tidak pernah terlaksana.

Asosiasi dan instansi terkait, seperti Deplu, KBRI, Depnaker, Asosiasi PJTKI 
dan 
BNP2TKI cenderung tidak ada koordinasi dan saling cuci tangan kalau ada masalah.

Bila ada TKW yg hilang, biasanya keluarganya di pingpong oleh PJTKI, Depnaker, 
Deplu, KBRI, sampai akhirnya setelah lebih dari 3-tahun baru mau mengatakan 
kalau TKW itu sudah meninggal, masih beruntung kalau kerangkanya masih ada..

Mengapa demikian? Sebab aturan asuransi jiwa TKI/TKW hanya bisa dibayar kalau 
peristiwa itu dilaporkan sebelum 2 tahun kejadiannya. Lewat 2-tahun, maka 
Asuransi jiwa tidak ada kewajiban untuk membayar, sudah kadaluwarsa. Kepala 
Desa 
ditempat asal TKW biasanya juga ogah atau malas membantu.

Semuanya hanya mau duit bisnis TKI/TKW saja, seperti ketika TKW melapor tidak 
tahan disiksa serta tidak digaji, bukannya dibantu, malah diobyekkan untuk 
dicarikan majikan baru yg mungkin lebih kejam, persis seperti jual-beli budak2 
zaman dulu.

Dalam diskusi masalah ini di TV-One tadi malam, LSM melaporkan bahwa jumlah 
TKW/I yg hilang per tahun lebih dari 1000 orang dari data yg dikumpulkan di 
tiap 
KBRI. Anehnya BNP2TKI cenderung meremehkan, sebab menurutnya hanya sekitar 100 
orang saja yg dilaporkan hilang..?

Bagaimana cara melindungi para TKW/I itu? Yg menyarankan untuk memberi atau 
menyuruh TKW/I punya HP dan ada Call Center sepertinya tidak tahu kondisi 
lapangan, sebab umumnya majikan merampas HP dan paspor TKW/I agar mereka 
terkucil dan tidak bisa kemana-mana, persis seperti budak2 yg dirantai.

Apakah cara jitu untuk menyelesaikan masalah ini? Saran saya sbb:
1. Hentikan sementara pengiriman TKW/I baru dan penarikan TKW/I yg bermasalah.
2. Negosiasikan perjanjian kerjasama pengiriman TKW/I dgn negara2 yg terbaik 
untuk memastikan perlindungan bagi TKW/I.
3. Batasi jam kerja TKW/I itu sampai 8-10 jam saja per hari, dan mereka 
dilarang 
nginap di rumah majikan, tetapi tinggal di rumah kontrakan khusus TKW/I yg 
diawasi agar menghindarkan mereka dari penyiksaan atau pembunuhan.

Silahkan ditanggapi.
Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.com 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·


Kirim email ke