Wa'alaikumsalam,
Punten - maaf - afwan, muslim in suffer bukan muslim insyaf tapi
muslim (sedang) dalam penderitaan, teraniaya (di seluruh dunia)
At 09:38 11/11/2007, Syarif Hidayat wrote:
Assalamualaikum WR WB.
Muskitawati, saya yakin itu adalah nama samaran. Sayang saya dalam
hal mengenai posting-postingnya yang dahulu saya kurang mengikuti
yang bersangkutan. Tetapi dari yang diterangkan saudara kita Muslim
insyaf saya sedikitnya bisa mengambil analisa. Yang mudah-mudah
Muskitawati turut membaca posting saya kali ini. Agar yang
bersangkutan bisa menjawab.
Muskitawati adalah nama samaran. Nama aslinya masih samar bagi saya.
Tapi yang bersangkutan mungkin beragama Kristen atau katolik. Itulah
sebabnya untuk menutupi aksinya ia menggunakan nama samaran Muslim.
Dengan tujuan agar orang awam yang membaca postingnya akan terkesan
bahwa posting-posting Muskitawati adalah postingnya umat Islam tulen
dalam rangka tausyiah. Dan dengan begitu muskitawati akan lebih
mudah membentuk suatu opini publik dari umat Islam agar setuju
dengannya. Singkatnya Muskitawati sedang menanamkan propaganda dan
hasutan kepada umat Islam.
Jika Muskitawati adalah misionaris kristen.
Maka Dia sangat alergi dengan nabi besar Muhamad SAW. Dia sangat
membenci kitab Alquran yang mau tidak mau, rela tidak rela, harus
diterimanya bahwa Alquran telah menggugurkan dan mematahkan
gubahan-gubahan injil kristen. Mustikawati tidak tau kalau injil
yang aslinya adalah kitab sucinya orang Islam pada jaman nabi Isa.
AS. Sebenarnya Muskitawati dalam hatinya marah terhadap injilnya
yang sekarang karna injilnya tidak lebih baik, karna injilnya telah
rusak dan gugur sebagai kitab suci baik secara moral maupun secara tauhid.
Muskitawati dengan kekecewaan yang sedemikian besar tak mampu
memperbaiki injil walau untuk setidaknya mengungguli kitabnya umat
islam. Yang bisa dilakukannya adalah berusaha menjatuhkan nama baik
kitab suci Alquran yang paling agung. Agar kembali terkesan bahwa
injil adalah kitab terbaik pada saat ini sekalipun
Muskitawati lupa atau mungkin ia sendiri tidak mengerti injilnya
sendiri. Seharusnya jika ia benar-benar memahami kitab injilnya maka
ia akan menemukan sendiri bahwa injilnya sudah tidak sama lagi
dengan yang ketika pertama kali diturunkan kepada nabi Isa. AS. Jika
sudah tidak sama lalu apakah namanya?
Saya tidak akan mengulas terlalu jauh dengan Injil yang telah
membuat Muskitawati kecewa. Tapi saya akan meneruskan dengan analisa
saya terhadap muskitawati. . . .
Muskitawati adalah misionaris kristen yang dengan gaya kepolosannya
seolah-olah anak kecil yang ingin memamerkan kebaikan teknologi
telepon genggam kepada umat yang tidak memakai telepon genggam. Tapi
Muskitawati tidak tau dan tidak meneliti bahwa umat yang tidak
memakai telepon genggam tersebut justru telah menggunakan telepati
sebagai sarana komunikasi. Bukankah telepati lebih canggih daripada
telepon genggam? Bila anda menjawab telepati lebih baik maka anda
setuju bahwa telepon genggam adalah suatu kemunduran. Tapi jika anda
menjawab telepon genggam lebih baik daripada telepati maka anda
artinya tidak mengerti bahwa telepati tidak memerlukan battrei dan pulsa.
Semua tadi hanyalah perumpamaan saja.
Muskitawati, masih belum terlambat bagi anda untuk bertaubat. Saya
bukan mempengaruhi anda? Tapi anda tidak akan mendapatkan apa-apa
dari semua usaha misionaris dan propaganda anda kecuali kehinaan
dunia akhirat. Coba anda bayangkan skenario terburuk! Seandainya
injil dan agama yang anda imani sekarang ini adalah justru agama dan
kitab suci yang telah keluar dari jalurnya dalam hal mengagungkan
Tuhan maka apa yang anda akan temui nanti. Bukanlah lebih baik anda
mengkaji sendiri iman dan kitab suci anda sendiri sebelum anda
melangkah lebih jauh dengan membuat propaganda yang anda sendiri
tidak mengerti. Jika kemudian anda tidak puas dan kecewa. Mungkin
sudah saatnya anda berganti rumah yang baik.
Ingatlah definisi jihad islam yang anda pahami adalah tidak tepat.
Jihad dalam islam tidak diartikan dengan perang saja. Tapi jihad
adalah berjalan dijalan ALLAHU. Tentunya anda setuju bahwa Tuhan
yang menciptakan kita adalah Tuhan yang sama. Dan umat Islam hanya
sekedar ingin menjalani hidup sesuai dengan kehendak dan
perintahNYA. Maka seorang suami yang mencari nafkah untuk anak
istrinyapun bisa dikatakan berjihad karna ia telah menjalankan
kehendak Tuhannya untuk berbuat kebaikan dan menghidupi anak Istrinya.
Dalam bahasan ini saya hanya menggunakan bahasa moral saja dan tidak
mengutip ayat-ayat suci Alquran yang akan anda tolak dengan maksud
dan penekanan bahwa tanpa menggunakan pedangpun sebatang pisaupun
sudah cukup untuk memotong ikan.
Sebenarnya janganlah kita bermusuhan-musuhan satu sama lain tapi
mari kita bersaudara dalam mencari dan mengamalkan kebenaran serta
saling tidak menjatuhkan satu sama lain. Karna sebagai hamba ALLAHU
SWT saya melihat bahwa anda anda adalah ciptaaNYA juga sama seperti
saya. Dan andapun berhak mendapatkan keterangan dan penjelasan
kentang kebenaran dalam mengenali Tuhan yang sama yang telah menciptakan kita.
Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada kita serta
menuntun kita kepada keridhoanNYA.
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam