I'm a moslem and I'm not insuffer.

Moslem is strong.

Kita hanya ditindas dan kita tidak boleh menderitta karenanya, we have to fight 
back.

Yang kita patut takutkan dan menderita karenanya adalah siksa Allah yang pedih.

Wassalam.


----- Original Message ----
From: muslim insuffer <[EMAIL PROTECTED]>
To: Syarif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>; Milis is-lam <[email protected]>
Sent: Sunday, November 11, 2007 4:08:12 PM
Subject: Re: [is-lam] ada apa dengan muskitawati

Wa'alaikumsalam,

Punten - maaf - afwan, muslim in suffer bukan muslim insyaf tapi muslim 
(sedang) dalam penderitaan, teraniaya (di seluruh dunia)

At 09:38 11/11/2007, Syarif Hidayat wrote:

Assalamualaikum WR WB.
Muskitawati, saya yakin itu adalah nama samaran. Sayang saya dalam hal mengenai 
posting-postingnya yang dahulu saya kurang mengikuti yang bersangkutan. Tetapi 
dari yang diterangkan saudara kita Muslim insyaf saya sedikitnya bisa mengambil 
analisa. Yang mudah-mudah Muskitawati turut membaca posting saya kali ini. Agar 
yang bersangkutan bisa menjawab. 
Muskitawati adalah nama samaran. Nama aslinya masih samar bagi saya. Tapi yang 
bersangkutan mungkin beragama Kristen atau katolik. Itulah sebabnya untuk 
menutupi aksinya ia menggunakan nama samaran Muslim. Dengan tujuan agar orang 
awam yang membaca postingnya akan terkesan bahwa posting-posting Muskitawati 
adalah postingnya umat Islam tulen dalam rangka tausyiah. Dan dengan begitu 
muskitawati akan lebih mudah membentuk suatu opini publik dari umat Islam agar 
setuju dengannya. Singkatnya Muskitawati sedang menanamkan propaganda dan 
hasutan kepada umat Islam. 
Jika Muskitawati adalah misionaris kristen. 
Maka Dia sangat alergi dengan nabi besar Muhamad SAW. Dia sangat membenci kitab 
Alquran yang mau tidak mau, rela tidak rela, harus diterimanya bahwa Alquran 
telah menggugurkan dan mematahkan gubahan-gubahan injil kristen. Mustikawati 
tidak tau kalau injil yang aslinya adalah kitab sucinya orang Islam pada jaman 
nabi Isa. AS. Sebenarnya Muskitawati dalam hatinya marah terhadap injilnya yang 
sekarang karna injilnya tidak lebih baik, karna injilnya telah rusak dan gugur 
sebagai kitab suci baik secara moral maupun secara tauhid. 
Muskitawati dengan kekecewaan yang sedemikian besar tak mampu memperbaiki injil 
walau untuk setidaknya mengungguli kitabnya umat islam. Yang bisa dilakukannya 
adalah berusaha menjatuhkan nama baik kitab suci Alquran yang paling agung. 
Agar kembali terkesan bahwa injil adalah kitab terbaik pada saat ini sekalipun
Muskitawati lupa atau mungkin ia sendiri tidak mengerti injilnya sendiri. 
Seharusnya jika ia benar-benar memahami kitab injilnya maka ia akan menemukan 
sendiri bahwa injilnya sudah tidak sama lagi dengan yang ketika pertama kali 
diturunkan kepada nabi Isa. AS. Jika sudah tidak sama lalu apakah namanya?
Saya tidak akan mengulas terlalu jauh dengan Injil yang telah membuat 
Muskitawati kecewa. Tapi saya akan meneruskan dengan analisa saya terhadap 
muskitawati. . . . 
Muskitawati adalah misionaris kristen yang dengan gaya kepolosannya seolah-olah 
anak kecil yang ingin memamerkan kebaikan teknologi telepon genggam kepada umat 
yang tidak memakai telepon genggam. Tapi Muskitawati tidak tau  dan tidak 
meneliti bahwa umat yang tidak memakai telepon genggam tersebut justru telah 
menggunakan telepati sebagai sarana komunikasi. Bukankah telepati lebih canggih 
daripada telepon genggam? Bila anda menjawab telepati lebih baik maka anda 
setuju bahwa telepon genggam adalah suatu kemunduran. Tapi jika anda menjawab 
telepon genggam lebih baik daripada telepati maka anda artinya tidak mengerti 
bahwa telepati tidak memerlukan battrei dan pulsa.
Semua tadi hanyalah perumpamaan saja.
Muskitawati, masih belum terlambat bagi anda untuk bertaubat. Saya bukan 
mempengaruhi anda? Tapi anda tidak akan mendapatkan apa-apa dari semua usaha 
misionaris dan propaganda anda kecuali kehinaan dunia akhirat. Coba anda 
bayangkan skenario terburuk! Seandainya injil dan agama yang anda imani 
sekarang ini adalah justru agama dan kitab suci yang telah keluar dari jalurnya 
dalam hal mengagungkan Tuhan maka apa yang anda akan temui nanti. Bukanlah 
lebih baik anda mengkaji sendiri iman dan kitab suci anda sendiri sebelum anda 
melangkah lebih jauh dengan membuat propaganda yang anda sendiri tidak 
mengerti. Jika kemudian anda tidak puas dan kecewa. Mungkin sudah saatnya anda 
berganti rumah yang baik.
Ingatlah definisi jihad islam yang anda pahami adalah tidak tepat. Jihad dalam 
islam tidak diartikan dengan perang saja. Tapi jihad adalah berjalan dijalan 
ALLAHU. Tentunya anda setuju bahwa Tuhan yang menciptakan kita adalah Tuhan 
yang sama. Dan umat Islam hanya sekedar ingin menjalani hidup sesuai dengan 
kehendak dan perintahNYA. Maka seorang suami yang mencari nafkah untuk anak 
istrinyapun bisa dikatakan berjihad karna ia telah menjalankan kehendak 
Tuhannya untuk berbuat kebaikan dan menghidupi anak Istrinya. 

Dalam bahasan ini saya hanya menggunakan bahasa moral saja dan tidak mengutip 
ayat-ayat suci Alquran yang akan anda tolak dengan maksud dan penekanan bahwa 
tanpa menggunakan pedangpun sebatang pisaupun sudah cukup untuk memotong ikan.

Sebenarnya janganlah kita bermusuhan-musuhan satu sama lain tapi mari kita 
bersaudara dalam mencari dan mengamalkan kebenaran serta saling tidak 
menjatuhkan satu sama lain. Karna sebagai hamba ALLAHU SWT saya melihat bahwa 
anda anda adalah ciptaaNYA juga sama seperti saya. Dan andapun berhak 
mendapatkan keterangan dan penjelasan kentang kebenaran dalam mengenali Tuhan 
yang sama yang telah menciptakan kita.
Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada kita serta menuntun kita 
kepada keridhoanNYA.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke