Bismillah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim.

Ingat ... ingat.... ingat Allah
Jangan terlalu lama mimpinya !
Jangan terlalu jauh mimpi terbangnya.
Di Indonesia sini, keislaman kita belum dapat diandalkan lho, jangan mimpi mau 
bantu yang di sono... sino... jauh sekali,

Di sini saja dulu.
Dalam diri kita dulu.
Sudah benar nggak zikirnya kepada Allah.
Jangan mati karena agama Islam,
tapi matilah karena Allah saja.
Itu lebih bermakna di mata Allah !
Kita bukan disuruh untuk membela Islam, tetapi kita disuruh dengan seluruh 
kemampuan kita untuk melaksanakan agama Islam ini karena Allah.

Ingat... ingat... ingat Allah.
Bangun ... bangun ... bangun !
Ayam sudah pethak, pethok kelaparan di lumbung padi.
Bagaimana para ayam ini bisa makan di lumbung padi yang banyak makanan mereka.
Tapi mereka tak bisa makan padi di dalam lumbung padahal ayam itu ada di dalam 
lumbung padi itu.

Ingat... ingat....ingat Allah.
Hanya kepada Allah kita mengabdi dan kepada-Nya juga kita mengeluh,

As-Salamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


----- Original Message ----
From: muslim insuffer <[EMAIL PROTECTED]>
To: Milis is-lam <[email protected]>
Sent: Saturday, November 17, 2007 9:17:31 PM
Subject: Re: [is-lam] ada apa dengan muskitawati




Sejak kapan mas, menderita/teraniaya itu menunjukkan hubungan langsung dg
lemah dan putus asa ?


Tolong jelaskan kepada saya, logika deduksi yg mengkaitkan langsung bahwa
menderita/teraniaya itu pasti lemah dan putus asa !


Setiap muslim selama sebulan dlm satu tahun, diberi tanggung jawab untuk
menggembleng pribadinya, untuk bersedia menderita selama berpuasa
ramadhan dan melawan penderitaan/godaan.


Itu adalah pelajaran kepada muslim agar, justru penderitaan itu tidak
menjadikannya lemah dan putus asa, agar keimanannya makin mengkristal,
agar empatinya kepada saudara muslimnya yg sdg dlm kesusahan /teraniaya
makin kuat, agar feeling sosialnya makin tebal.


Saudara kami di Irak, Palestina, Afghanistan, dan tempat2 lain di dunia
sedang menderita/teraniaya. Tapi mereka, insya Allah tdk menjadi lemah
dan putus asa. Justru perjuangannya makin hari makin membuat ciut nyali
pasukan kafir yg biadab.


Apalah artinya penderitaan saya dibandingkan dg yg dialami oleh
saudara-saudaraku di sana. Dan perjuanganku untuk mengabarkan penderitaan
mereka kepada dunia agar mata dunia ikut tersadar oleh kebiadaban dan
kebrutalan kafir dan antek-anteknya; itu semua masih
keciiiiiiiillllllllllllllllllll dibanding beban yg mereka pikul selama
ini, dan mereka tetap tidak melemah dan putus asa!


Saya baru mampu berjuang untuk melawan "perang pemikiran" para
laknat kafir dan antek-anteknya, dg melawan balik melalui perang
informasi juga. 


Itupun masih ditambah cemoohan dan pelecehan bahkan oleh orang yg mengaku
islam juga.


Tapi, sekali lagi , justru itu menjadi cambuk bagi saya; apalah artinya
usaha2 saya dibanding beban yg dipikul oleh saudara-saudaraku muslim in
suffer di seluruh dunia.




-muslim voice-


At 06:55 17/11/2007, Sithol Markithol wrote:


I'm a moslem and I'm not insuffer.



 


Moslem is strong.



 


Kita hanya ditindas dan kita
tidak boleh menderitta karenanya, we have to fight back.



 


Yang kita patut takutkan dan
menderita karenanya adalah siksa Allah yang pedih.



 


Wassalam.




----- Original Message ----

From: muslim insuffer <[EMAIL PROTECTED]>

To: Syarif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>; Milis is-lam
<[email protected]>

Sent: Sunday, November 11, 2007 4:08:12 PM

Subject: Re: [is-lam] ada apa dengan muskitawati


Wa'alaikumsalam,


Punten - maaf - afwan, muslim in suffer bukan
muslim insyaf tapi
muslim (sedang) dalam penderitaan, teraniaya
(di seluruh dunia)


At 09:38 11/11/2007, Syarif Hidayat wrote:

Assalamualaikum WR WB.

Muskitawati, saya yakin itu adalah nama samaran. Sayang saya dalam hal
mengenai posting-postingnya yang dahulu saya kurang mengikuti yang
bersangkutan. Tetapi dari yang diterangkan saudara kita Muslim insyaf
saya sedikitnya bisa mengambil analisa. Yang mudah-mudah Muskitawati
turut membaca posting saya kali ini. Agar yang bersangkutan bisa
menjawab. 

Muskitawati adalah nama samaran. Nama aslinya masih samar bagi saya. Tapi
yang bersangkutan mungkin beragama Kristen atau katolik. Itulah sebabnya
untuk menutupi aksinya ia menggunakan nama samaran Muslim. Dengan tujuan
agar orang awam yang membaca postingnya akan terkesan bahwa
posting-posting Muskitawati adalah postingnya umat Islam tulen dalam
rangka tausyiah. Dan dengan begitu muskitawati akan lebih mudah membentuk
suatu opini publik dari umat Islam agar setuju dengannya. Singkatnya
Muskitawati sedang menanamkan propaganda dan hasutan kepada umat Islam.


Jika Muskitawati adalah misionaris kristen. 

Maka Dia sangat alergi dengan nabi besar Muhamad SAW. Dia sangat membenci
kitab Alquran yang mau tidak mau, rela tidak rela, harus diterimanya
bahwa Alquran telah menggugurkan dan mematahkan gubahan-gubahan injil
kristen. Mustikawati tidak tau kalau injil yang aslinya adalah kitab
sucinya orang Islam pada jaman nabi Isa. AS. Sebenarnya Muskitawati dalam
hatinya marah terhadap injilnya yang sekarang karna injilnya tidak lebih
baik, karna injilnya telah rusak dan gugur sebagai kitab suci baik secara
moral maupun secara tauhid. 

Muskitawati dengan kekecewaan yang sedemikian besar tak mampu memperbaiki
injil walau untuk setidaknya mengungguli kitabnya umat islam. Yang bisa
dilakukannya adalah berusaha menjatuhkan nama baik kitab suci Alquran
yang paling agung. Agar kembali terkesan bahwa injil adalah kitab terbaik
pada saat ini sekalipun

Muskitawati lupa atau mungkin ia sendiri tidak mengerti injilnya sendiri.
Seharusnya jika ia benar-benar memahami kitab injilnya maka ia akan
menemukan sendiri bahwa injilnya sudah tidak sama lagi dengan yang ketika
pertama kali diturunkan kepada nabi Isa. AS. Jika sudah tidak sama lalu
apakah namanya?

Saya tidak akan mengulas terlalu jauh dengan Injil yang telah membuat
Muskitawati kecewa. Tapi saya akan meneruskan dengan analisa saya
terhadap muskitawati. . . . 

Muskitawati adalah misionaris kristen yang dengan gaya kepolosannya
seolah-olah anak kecil yang ingin memamerkan kebaikan teknologi telepon
genggam kepada umat yang tidak memakai telepon genggam. Tapi Muskitawati
tidak tau  dan tidak meneliti bahwa umat yang tidak memakai telepon
genggam tersebut justru telah menggunakan telepati sebagai sarana
komunikasi. Bukankah telepati lebih canggih daripada telepon genggam?
Bila anda menjawab telepati lebih baik maka anda setuju bahwa telepon
genggam adalah suatu kemunduran. Tapi jika anda menjawab telepon genggam
lebih baik daripada telepati maka anda artinya tidak mengerti bahwa
telepati tidak memerlukan battrei dan pulsa.

Semua tadi hanyalah perumpamaan saja.

Muskitawati, masih belum terlambat bagi anda untuk bertaubat. Saya bukan
mempengaruhi anda? Tapi anda tidak akan mendapatkan apa-apa dari semua
usaha misionaris dan propaganda anda kecuali kehinaan dunia akhirat. Coba
anda bayangkan skenario terburuk! Seandainya injil dan agama yang anda
imani sekarang ini adalah justru agama dan kitab suci yang telah keluar
dari jalurnya dalam hal mengagungkan Tuhan maka apa yang anda akan temui
nanti. Bukanlah lebih baik anda mengkaji sendiri iman dan kitab suci anda
sendiri sebelum anda melangkah lebih jauh dengan membuat propaganda yang
anda sendiri tidak mengerti. Jika kemudian anda tidak puas dan kecewa.
Mungkin sudah saatnya anda berganti rumah yang baik.

Ingatlah definisi jihad islam yang anda pahami adalah tidak tepat. Jihad
dalam islam tidak diartikan dengan perang saja. Tapi jihad adalah
berjalan dijalan ALLAHU. Tentunya anda setuju bahwa Tuhan yang
menciptakan kita adalah Tuhan yang sama. Dan umat Islam hanya sekedar
ingin menjalani hidup sesuai dengan kehendak dan perintahNYA. Maka
seorang suami yang mencari nafkah untuk anak istrinyapun bisa dikatakan
berjihad karna ia telah menjalankan kehendak Tuhannya untuk berbuat
kebaikan dan menghidupi anak Istrinya. 


Dalam bahasan ini saya hanya menggunakan bahasa moral saja dan tidak
mengutip ayat-ayat suci Alquran yang akan anda tolak dengan maksud dan
penekanan bahwa tanpa menggunakan pedangpun sebatang pisaupun sudah cukup
untuk memotong ikan.


Sebenarnya janganlah kita bermusuhan-musuhan satu sama lain tapi mari
kita bersaudara dalam mencari dan mengamalkan kebenaran serta saling
tidak menjatuhkan satu sama lain. Karna sebagai hamba ALLAHU SWT saya
melihat bahwa anda anda adalah ciptaaNYA juga sama seperti saya. Dan
andapun berhak mendapatkan keterangan dan penjelasan kentang kebenaran
dalam mengenali Tuhan yang sama yang telah menciptakan kita.

Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada kita serta
menuntun kita kepada keridhoanNYA.




Send instant messages to your online friends

http://uk.messenger.yahoo.com 

_______________________________________________

is-lam mailing list

[email protected]


http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam






      
____________________________________________________________________________________
Get easy, one-click access to your favorites. 
Make Yahoo! your homepage.
http://www.yahoo.com/r/hs 
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke