Sejak kapan mas, menderita/teraniaya itu menunjukkan hubungan langsung dg lemah dan putus asa ?

Tolong jelaskan kepada saya, logika deduksi yg mengkaitkan langsung bahwa menderita/teraniaya itu pasti lemah dan putus asa !

Setiap muslim selama sebulan dlm satu tahun, diberi tanggung jawab untuk menggembleng pribadinya, untuk bersedia menderita selama berpuasa ramadhan dan melawan penderitaan/godaan.

Itu adalah pelajaran kepada muslim agar, justru penderitaan itu tidak menjadikannya lemah dan putus asa, agar keimanannya makin mengkristal, agar empatinya kepada saudara muslimnya yg sdg dlm kesusahan /teraniaya makin kuat, agar feeling sosialnya makin tebal.

Saudara kami di Irak, Palestina, Afghanistan, dan tempat2 lain di dunia sedang menderita/teraniaya. Tapi mereka, insya Allah tdk menjadi lemah dan putus asa. Justru perjuangannya makin hari makin membuat ciut nyali pasukan kafir yg biadab.

Apalah artinya penderitaan saya dibandingkan dg yg dialami oleh saudara-saudaraku di sana. Dan perjuanganku untuk mengabarkan penderitaan mereka kepada dunia agar mata dunia ikut tersadar oleh kebiadaban dan kebrutalan kafir dan antek-anteknya; itu semua masih keciiiiiiiillllllllllllllllllll dibanding beban yg mereka pikul selama ini, dan mereka tetap tidak melemah dan putus asa!

Saya baru mampu berjuang untuk melawan "perang pemikiran" para laknat kafir dan antek-anteknya, dg melawan balik melalui perang informasi juga.

Itupun masih ditambah cemoohan dan pelecehan bahkan oleh orang yg mengaku islam juga.

Tapi, sekali lagi , justru itu menjadi cambuk bagi saya; apalah artinya usaha2 saya dibanding beban yg dipikul oleh saudara-saudaraku muslim in suffer di seluruh dunia.


-muslim voice-

At 06:55 17/11/2007, Sithol Markithol wrote:
I'm a moslem and I'm not insuffer.



Moslem is strong.



Kita hanya ditindas dan kita tidak boleh menderitta karenanya, we have to fight back.



Yang kita patut takutkan dan menderita karenanya adalah siksa Allah yang pedih.



Wassalam.


----- Original Message ----
From: muslim insuffer <[EMAIL PROTECTED]>
To: Syarif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>; Milis is-lam <[email protected]>
Sent: Sunday, November 11, 2007 4:08:12 PM
Subject: Re: [is-lam] ada apa dengan muskitawati

Wa'alaikumsalam,

Punten - maaf - afwan, muslim in suffer bukan muslim insyaf tapi muslim (sedang) dalam penderitaan, teraniaya (di seluruh dunia)

At 09:38 11/11/2007, Syarif Hidayat wrote:
Assalamualaikum WR WB.
Muskitawati, saya yakin itu adalah nama samaran. Sayang saya dalam hal mengenai posting-postingnya yang dahulu saya kurang mengikuti yang bersangkutan. Tetapi dari yang diterangkan saudara kita Muslim insyaf saya sedikitnya bisa mengambil analisa. Yang mudah-mudah Muskitawati turut membaca posting saya kali ini. Agar yang bersangkutan bisa menjawab. Muskitawati adalah nama samaran. Nama aslinya masih samar bagi saya. Tapi yang bersangkutan mungkin beragama Kristen atau katolik. Itulah sebabnya untuk menutupi aksinya ia menggunakan nama samaran Muslim. Dengan tujuan agar orang awam yang membaca postingnya akan terkesan bahwa posting-posting Muskitawati adalah postingnya umat Islam tulen dalam rangka tausyiah. Dan dengan begitu muskitawati akan lebih mudah membentuk suatu opini publik dari umat Islam agar setuju dengannya. Singkatnya Muskitawati sedang menanamkan propaganda dan hasutan kepada umat Islam.
Jika Muskitawati adalah misionaris kristen.
Maka Dia sangat alergi dengan nabi besar Muhamad SAW. Dia sangat membenci kitab Alquran yang mau tidak mau, rela tidak rela, harus diterimanya bahwa Alquran telah menggugurkan dan mematahkan gubahan-gubahan injil kristen. Mustikawati tidak tau kalau injil yang aslinya adalah kitab sucinya orang Islam pada jaman nabi Isa. AS. Sebenarnya Muskitawati dalam hatinya marah terhadap injilnya yang sekarang karna injilnya tidak lebih baik, karna injilnya telah rusak dan gugur sebagai kitab suci baik secara moral maupun secara tauhid. Muskitawati dengan kekecewaan yang sedemikian besar tak mampu memperbaiki injil walau untuk setidaknya mengungguli kitabnya umat islam. Yang bisa dilakukannya adalah berusaha menjatuhkan nama baik kitab suci Alquran yang paling agung. Agar kembali terkesan bahwa injil adalah kitab terbaik pada saat ini sekalipun Muskitawati lupa atau mungkin ia sendiri tidak mengerti injilnya sendiri. Seharusnya jika ia benar-benar memahami kitab injilnya maka ia akan menemukan sendiri bahwa injilnya sudah tidak sama lagi dengan yang ketika pertama kali diturunkan kepada nabi Isa. AS. Jika sudah tidak sama lalu apakah namanya? Saya tidak akan mengulas terlalu jauh dengan Injil yang telah membuat Muskitawati kecewa. Tapi saya akan meneruskan dengan analisa saya terhadap muskitawati. . . . Muskitawati adalah misionaris kristen yang dengan gaya kepolosannya seolah-olah anak kecil yang ingin memamerkan kebaikan teknologi telepon genggam kepada umat yang tidak memakai telepon genggam. Tapi Muskitawati tidak tau dan tidak meneliti bahwa umat yang tidak memakai telepon genggam tersebut justru telah menggunakan telepati sebagai sarana komunikasi. Bukankah telepati lebih canggih daripada telepon genggam? Bila anda menjawab telepati lebih baik maka anda setuju bahwa telepon genggam adalah suatu kemunduran. Tapi jika anda menjawab telepon genggam lebih baik daripada telepati maka anda artinya tidak mengerti bahwa telepati tidak memerlukan battrei dan pulsa.
Semua tadi hanyalah perumpamaan saja.
Muskitawati, masih belum terlambat bagi anda untuk bertaubat. Saya bukan mempengaruhi anda? Tapi anda tidak akan mendapatkan apa-apa dari semua usaha misionaris dan propaganda anda kecuali kehinaan dunia akhirat. Coba anda bayangkan skenario terburuk! Seandainya injil dan agama yang anda imani sekarang ini adalah justru agama dan kitab suci yang telah keluar dari jalurnya dalam hal mengagungkan Tuhan maka apa yang anda akan temui nanti. Bukanlah lebih baik anda mengkaji sendiri iman dan kitab suci anda sendiri sebelum anda melangkah lebih jauh dengan membuat propaganda yang anda sendiri tidak mengerti. Jika kemudian anda tidak puas dan kecewa. Mungkin sudah saatnya anda berganti rumah yang baik. Ingatlah definisi jihad islam yang anda pahami adalah tidak tepat. Jihad dalam islam tidak diartikan dengan perang saja. Tapi jihad adalah berjalan dijalan ALLAHU. Tentunya anda setuju bahwa Tuhan yang menciptakan kita adalah Tuhan yang sama. Dan umat Islam hanya sekedar ingin menjalani hidup sesuai dengan kehendak dan perintahNYA. Maka seorang suami yang mencari nafkah untuk anak istrinyapun bisa dikatakan berjihad karna ia telah menjalankan kehendak Tuhannya untuk berbuat kebaikan dan menghidupi anak Istrinya.

Dalam bahasan ini saya hanya menggunakan bahasa moral saja dan tidak mengutip ayat-ayat suci Alquran yang akan anda tolak dengan maksud dan penekanan bahwa tanpa menggunakan pedangpun sebatang pisaupun sudah cukup untuk memotong ikan.

Sebenarnya janganlah kita bermusuhan-musuhan satu sama lain tapi mari kita bersaudara dalam mencari dan mengamalkan kebenaran serta saling tidak menjatuhkan satu sama lain. Karna sebagai hamba ALLAHU SWT saya melihat bahwa anda anda adalah ciptaaNYA juga sama seperti saya. Dan andapun berhak mendapatkan keterangan dan penjelasan kentang kebenaran dalam mengenali Tuhan yang sama yang telah menciptakan kita. Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada kita serta menuntun kita kepada keridhoanNYA.


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke