Bismillah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim.

Alhamdulillah, Saudaraku Sithol Markitol bisa menangkap di balik pesan yang 
disampaikan. Dan Khusus kepada Saudaraku yang menamakan diri 
"Muslim-In-Suffer", yang sudah dijelaskan oleh Saudaraku Shareef Hidayat, 
berarti "Muslin Dalam Penderitaan" atau "Muslim yang sedang menderita", tidak 
Saudaraku !.

Muslim dihujat dari mana-mana itu hal biasa ! Kebenaran dan kejujuran memang 
selalu saja ditolak oleh orang yang tak faham kebenaran dan kejujuran, 
selamanya ! Akan tetapi, ketika dia sudah bisa menangkap maksud pesannya dan 
mencoba sendiri rasanya, dia akan faham bahwa selama ini dia telah terlena 
telah mengabaikan pengajaran tentang kebenaran dan kejujuran berlalu dari ruang 
hidupnya.

Menjadi muslim adalah berarti menjadi orang yang rela atau ridho dengan semua 
kebenaran dan kejujuran, dengan senang hati melaksanakan dan menerimanya, 
bahkan juga menerima dengan senang hati ejekan orang yang "melawannya". Apapun 
alasannya, kebenaran dan kejujuran harus tetap disebarkan kepada seluruh 
manusia dan masyarakatnya.

Bahu membahu dalam menerapkan dan menyampaikan kebenaran dan kejujuran adalah 
usaha jum'at (jamaah) untuk mendapatkan ridha Allah kepada para muslim. Insya 
Allah, akan selalu dimudahkan, dijauhkan dari segala kesulitan dan gangguan apa 
pun dari para syetan & sekutunya. Hanya kepada Allah kita mengabdi (musliimin) 
dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan (tiada tuhan selain Allah).

As-Salamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

 
-----------------------------------------------------------
Mau Langganan Pulsa Keluarga Murah, Isi Sendiri, Mudah dan Cepat: 
Klik http://www.xez-pulsa.uni.cc

----- Original Message ----
From: Sithol Markithol <[EMAIL PROTECTED]>
To: Milis is-lam <[email protected]>
Sent: Saturday, November 17, 2007 6:55:50 AM
Subject: Re: [is-lam] ada apa dengan muskitawati


I'm a moslem and I'm not insuffer.

 

Moslem is strong.

 

Kita hanya ditindas dan kita tidak boleh menderitta karenanya, we have to fight 
back.

 

Yang kita patut takutkan dan menderita karenanya adalah siksa Allah yang pedih.

 

Wassalam.




----- Original Message ----
From: muslim insuffer <[EMAIL PROTECTED]>
To: Syarif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>; Milis is-lam <[email protected]>
Sent: Sunday, November 11, 2007 4:08:12 PM
Subject: Re: [is-lam] ada apa dengan muskitawati

Wa'alaikumsalam,

Punten - maaf - afwan, muslim in suffer bukan muslim insyaf tapi muslim 
(sedang) dalam penderitaan, teraniaya (di seluruh dunia)

At 09:38 11/11/2007, Syarif Hidayat wrote:

Assalamualaikum WR WB.
Muskitawati, saya yakin itu adalah nama samaran. Sayang saya dalam hal mengenai 
posting-postingnya yang dahulu saya kurang mengikuti yang bersangkutan. Tetapi 
dari yang diterangkan saudara kita Muslim insyaf saya sedikitnya bisa mengambil 
analisa. Yang mudah-mudah Muskitawati turut membaca posting saya kali ini. Agar 
yang bersangkutan bisa menjawab. 
Muskitawati adalah nama samaran. Nama aslinya masih samar bagi saya. Tapi yang 
bersangkutan mungkin beragama Kristen atau katolik. Itulah sebabnya untuk 
menutupi aksinya ia menggunakan nama samaran Muslim. Dengan tujuan agar orang 
awam yang membaca postingnya akan terkesan bahwa posting-posting Muskitawati 
adalah postingnya umat Islam tulen dalam rangka tausyiah. Dan dengan begitu 
muskitawati akan lebih mudah membentuk suatu opini publik dari umat Islam agar 
setuju dengannya. Singkatnya Muskitawati sedang menanamkan propaganda dan
 hasutan kepada umat Islam. 
Jika Muskitawati adalah misionaris kristen. 
Maka Dia sangat alergi dengan nabi besar Muhamad SAW. Dia sangat membenci kitab 
Alquran yang mau tidak mau, rela tidak rela, harus diterimanya bahwa Alquran 
telah menggugurkan dan mematahkan gubahan-gubahan injil kristen. Mustikawati 
tidak tau kalau injil yang aslinya adalah kitab sucinya orang Islam pada jaman 
nabi Isa. AS. Sebenarnya Muskitawati dalam hatinya marah terhadap injilnya yang 
sekarang karna injilnya tidak lebih baik, karna injilnya telah rusak dan gugur 
sebagai kitab suci baik secara moral maupun secara tauhid. 
Muskitawati dengan kekecewaan yang sedemikian besar tak mampu memperbaiki injil 
walau untuk setidaknya mengungguli kitabnya umat islam. Yang bisa dilakukannya 
adalah berusaha menjatuhkan nama baik kitab suci Alquran yang paling agung. 
Agar kembali terkesan bahwa injil adalah kitab terbaik pada saat ini sekalipun
Muskitawati lupa atau mungkin ia
 sendiri tidak mengerti injilnya sendiri. Seharusnya jika ia benar-benar 
memahami kitab injilnya maka ia akan menemukan sendiri bahwa injilnya sudah 
tidak sama lagi dengan yang ketika pertama kali diturunkan kepada nabi Isa. AS. 
Jika sudah tidak sama lalu apakah namanya?
Saya tidak akan mengulas terlalu jauh dengan Injil yang telah membuat 
Muskitawati kecewa. Tapi saya akan meneruskan dengan analisa saya terhadap 
muskitawati. . . . 
Muskitawati adalah misionaris kristen yang dengan gaya kepolosannya seolah-olah 
anak kecil yang ingin memamerkan kebaikan teknologi telepon genggam kepada umat 
yang tidak memakai telepon genggam. Tapi Muskitawati tidak tau  dan tidak 
meneliti bahwa umat yang tidak memakai telepon genggam tersebut justru telah 
menggunakan telepati sebagai sarana komunikasi. Bukankah telepati lebih canggih 
daripada telepon genggam? Bila anda menjawab telepati lebih baik maka anda 
setuju bahwa telepon genggam adalah suatu kemunduran.
 Tapi jika anda menjawab telepon genggam lebih baik daripada telepati maka anda 
artinya tidak mengerti bahwa telepati tidak memerlukan battrei dan pulsa.
Semua tadi hanyalah perumpamaan saja.
Muskitawati, masih belum terlambat bagi anda untuk bertaubat. Saya bukan 
mempengaruhi anda? Tapi anda tidak akan mendapatkan apa-apa dari semua usaha 
misionaris dan propaganda anda kecuali kehinaan dunia akhirat. Coba anda 
bayangkan skenario terburuk! Seandainya injil dan agama yang anda imani 
sekarang ini adalah justru agama dan kitab suci yang telah keluar dari jalurnya 
dalam hal mengagungkan Tuhan maka apa yang anda akan temui nanti. Bukanlah 
lebih baik anda mengkaji sendiri iman dan kitab suci anda sendiri sebelum anda 
melangkah lebih jauh dengan membuat propaganda yang anda sendiri tidak 
mengerti. Jika kemudian anda tidak puas dan kecewa. Mungkin sudah saatnya anda 
berganti rumah yang baik.
Ingatlah definisi jihad islam yang anda pahami adalah tidak
 tepat. Jihad dalam islam tidak diartikan dengan perang saja. Tapi jihad adalah 
berjalan dijalan ALLAHU. Tentunya anda setuju bahwa Tuhan yang menciptakan kita 
adalah Tuhan yang sama. Dan umat Islam hanya sekedar ingin menjalani hidup 
sesuai dengan kehendak dan perintahNYA. Maka seorang suami yang mencari nafkah 
untuk anak istrinyapun bisa dikatakan berjihad karna ia telah menjalankan 
kehendak Tuhannya untuk berbuat kebaikan dan menghidupi anak Istrinya. 

Dalam bahasan ini saya hanya menggunakan bahasa moral saja dan tidak mengutip 
ayat-ayat suci Alquran yang akan anda tolak dengan maksud dan penekanan bahwa 
tanpa menggunakan pedangpun sebatang pisaupun sudah cukup untuk memotong ikan.

Sebenarnya janganlah kita bermusuhan-musuhan satu sama lain tapi mari kita 
bersaudara dalam mencari dan mengamalkan kebenaran serta saling tidak 
menjatuhkan satu sama lain. Karna sebagai hamba ALLAHU SWT saya melihat bahwa 
anda anda adalah ciptaaNYA juga sama
 seperti saya. Dan andapun berhak mendapatkan keterangan dan penjelasan kentang 
kebenaran dalam mengenali Tuhan yang sama yang telah menciptakan kita.
Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada kita serta menuntun kita 
kepada keridhoanNYA.







Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 





      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke