Pak Nizami,

Kalau akan menunggu sampai benar2 kuat dan menjadi penguasa baru kita akan
beramar ma'ruf nahi munkar, saya khawatir ibarat adu lari, kita kalah cepat
dibanding kerusakan yang terjadi akibat kemunkaran yang tidak segera
tertangani.
Saya setuju dengan kita harus bermain "cantik", namun cantik menurut saya
mungkin Pak Nizami katakan "ah....itu kurang cantik, lah........"

Kalau diera Bilal bin Rabah yang Bapak jadikan contoh, kita lihat,
dengan keberaniannya dan bahkan mungkin Bilal sudah jengah melihat perilaku
bangsanya saat itu (termasuk juga majikannya) yang masih dalam
kejahiliyahannya, tanpa menunggu harus merdeka dulu, Bilal yang seorang
budak berani menyatakan keIslamannya. 

Nampaknya pemerintah terlalu besar toleransinya (kalau tidak mau dikatakan
takut bertindak) terhadap kemaksiatan yang ada di Negara kita ini.
- takut dikatakan tidak toleran
- takut dikatakan melanggar ham
- takut dikatakan kok terlalu membela Islam
- takut dikatakan Negara Islam
- Dan berbagai ketakutan yang lainnya................
     

-----Original Message-----
From: A Nizami [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, September 12, 2008 9:20 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Subject: Re: [is-lam] MUI: Beragama Terlalu Saklek Tidak Dibenarkan --c|

Pak Fahru,
Untuk itu ummat Islam harus bertindak lebih cerdas
agar amar ma'ruf nahi munkarnya "cantik" dan sesuai
sunnah Nabi.

Kita lihat pada zaman Nabi ketika masih lemah, meski
disiksa seperti Bilal yang dijemur di padang pasir
dengan ditindihi batu, namun ummat Islam belum melawan
karena masih lemah.

Tapi begitu sudah kuat dan jadi penguasa, baru amar
ma'ruf ditegakkan.

Saat ini saya lihat ummat Islam yang lurus nyaris
tidak ada di kepolisian dan pemerintahan. Sehingga
aliran sesat dan kemaksiatan merajalela. Contohnya
polisi yang mengancam anggota FPI dengan pistol justru
orang Ahmadiyah.

Untuk itu Muslim yang lurus harus berusaha menguasai
pemerintahan dan kepolisian sehingga segala
kemaksiatan bisa diberantas oleh polisi2 yang berasal
dari muslim yang lurus.


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke