Harus ada ikhtiar.
Kalau orang Kristen, begitu menjabat sesuatu, dia akan
menyingkirkan orang2 Islam yang kuat dan menggantinya
dengan orang2 Kristen. Sehingga akhirnya di
departemennya itu Kristen yang mayoritas/dominan.

Sebagai contoh ketika Sudomo jadi Menaker, dia copot
para pejabat Muslim yang agak kuat dgn orang2 Kristen
atau minimal sekuler. Kemudian ada di satu sekolah
negeri di wilayah yang mayoritas Muslim dekat tempat
saya, begitu kepala sekolahnya Kristen, guru2 yang
Islam langsung dimutasi dan diganti dgn guru2 Kristen.
Guru Islam hanya tersisa 2: Guru agama Islam dan guru
olahraga.

Nabi dalam waktu 23 tahun bisa menguasai pemerintahan
berikut militer. Ummat Islam harus berusaha melakukan
itu.

Zakat, Infaq, dan Sedekah bisa diorganisir untuk
memberdayakan Islam.

Kalau kaum sekuler dan kafir dibiarkan menguasai
pemerintahan, militer, dan kepolisian, sulit melakukan
amar ma'ruf nahi munkar. Jika dilakukan, paling2
bernasib seperti Habib Rizieq Syihab ditahan polisi.

--- AFR <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

> mungkin ide mas Nizami itu revolusi jangka
> panjaaaang ... sekali. dgn persiapkan kader2 muda
> sekaffah mungkin thd Islam dr skrg utk 'menyusup' ke
> jajaran birokrasi atw sistem pemerintahan. mungkin
> juga, tapi realistis gak? sebrp probabilitas
> berhasilnya? 
> 
> atuh kenapa gak kaum muslim yg sdh jadi saja yg
> direkondisikan? 'kan mereka sdh punya modal & tak
> harus memulai dr awal. kalo itu gak yakin berhasil
> sesuai cita2, ya apalagi yg statusnya masih kader?
> ketahui juga, sifat manusia itu punya potensi
> khianat kecuali derajat wali ke atas.
> 
> sebagus mental muslim yg tinggal dlm suatu sistem
> kepemerintahan kafir adlh pembesar  di masa Fir'aun
> di jaman nabi Musa as, termasuk istri Fir'aun
> sendiri. itupun sprtnya kurang efektif utk merubah
> sistem. mungkin itu juga ayat bgmn hasilnya jika
> muslim berusaha merubah keadaan dgn cara menyusup ke
> dlm sistem (bukan pendobrak). 
> 
> nabi Muhammad SAW adlh kelas revolisioner setlh
> pengkhiatan ummat selama ratusan sepeninggal Isa as
> (bukan penyusup).
> 
> 
> salam,
> Fahru
> 
> --- On Sat, 9/13/08, Bango Samparan
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [is-lam] MUI: Beragama Terlalu Saklek
> Tidak Dibenarkan --c|
> To: [email protected]
> Date: Saturday, September 13, 2008, 1:16 PM
> 
> Mas Nizami mungkinkah kita mengikutkan kader Islam
> yang baik masuk jenjang
> pendidikan kepolisian atau ABRI, kemudian mereka
> masih baik akhirnya?
> 
> Bila jawabannya mungkin, mungkinkah dengan
> kebaikannya yang masih bertahan ini,
> ia bisa meraih kekuasan yang membuatnya bisa
> mewarnai jalannya kebijakan di
> kepolisian atau ABRI.
> 
> IMHO, rasanya musykil sekali.
> 
> Melihat kembali ke tahapan perjuangan Nabi, itu
> harus dilakukan. Tetapi harus
> selalu digarisbawahi satu hal, Nabi memulai dari
> satu dan hanya satu
> jamaah/organisasi, dan karenanya menghadapi satu dan
> hanya satu medan
> perjuangan.
> 
> Sementara kita, kita mulai dari beragam
> jamaah/organisasi, beragam state of
> mind, beragam pilihan spesialisasi, bahkan beragam
> medan perjuangan.
> 
> Oleh karena itu, IMHO, menjadi kurang tepat jika
> kita melihat fenomena nahi
> munkar yang ada saat ini dalam frame tahapan
> perjuangan Nabi secara saklek.
> 
> Kadang kemaksiatan itu menjadi biasa karena tidak
> ada lagi yang
> menyinggung-nyinggungnya secara saklek. Contohnya:
> puluhan orang baik di sebuah
> bis kota tak mampu menangani 2-3 copet. Semua
> pura-pura tak tahu kalau ada copet
> yang sedang beraksi. Yang penting, bukan kita yang
> sedang dicopet. Contoh yang
> lain, tentu saja banyak sekali. 
> 
> Salam hangat
> B. Samparan
> 
> > -----Original Message-----
> > From: A Nizami [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> > Sent: Friday, September 12, 2008 9:20 AM
> > To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
> > Subject: Re: [is-lam] MUI: Beragama Terlalu Saklek
> Tidak
> > Dibenarkan --c|
> > 
> > Pak Fahru,
> > Untuk itu ummat Islam harus bertindak lebih cerdas
> > agar amar ma'ruf nahi munkarnya "cantik" dan
> > sesuai
> > sunnah Nabi.
> > 
> > Kita lihat pada zaman Nabi ketika masih lemah,
> meski
> > disiksa seperti Bilal yang dijemur di padang pasir
> > dengan ditindihi batu, namun ummat Islam belum
> melawan
> > karena masih lemah.
> > 
> > Tapi begitu sudah kuat dan jadi penguasa, baru
> amar
> > ma'ruf ditegakkan.
> > 
> > Saat ini saya lihat ummat Islam yang lurus nyaris
> > tidak ada di kepolisian dan pemerintahan. Sehingga
> > aliran sesat dan kemaksiatan merajalela. Contohnya
> > polisi yang mengancam anggota FPI dengan pistol
> justru
> > orang Ahmadiyah.
> > 
> > Untuk itu Muslim yang lurus harus berusaha
> menguasai
> > pemerintahan dan kepolisian sehingga segala
> > kemaksiatan bisa diberantas oleh polisi2 yang
> berasal
> > dari muslim yang lurus.
> > 
> > 
> > _______________________________________________
> > Is-lam mailing list
> > [email protected]
> >
>
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> 
>       
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
>
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> 
> 
>       >
_______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
>
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke