Pada suatu hari beberapa tahun yang lalu. Saya dijemput oleh anak saya,
dalam perjalanan pulang ke rumah, anak saya bertanya, Apa papa tahu tentang
Bom Bali ? Pada saat itu memang baru saja terjadi peristiwa Bom Bali, anak
saya ingin bercerita tentang Bom Bali apa yang dibacanya di Media Masa, tapi
saya potong dengan kalimat sbb:

Papa tidak tahu dan juga tidak mau tahu tentang peristiwa Bom Bali, karena
tidak ada untungnya bagi kita peristiwa Bom Bali tersebut. Mendengar jawaban
saya begitu anak saya terdiam. Kemudian saya lanjutkan pada beliau, memang
dalam Islam ada diajarkan dan diceritakan bagaimana seorang Muslim yang
melalukan JIHAD FI SABILILLAH.

 

Mulailah saya ceritakan bagaimana pada zaman rasulullah dan juga pada zaman
sahabat, banyak pahlawan pahlawan Islam dengan gagah berani mereka melakukan
Jihad hingga rela mengorbankan nyawanya demi tegaknya syari'ah Islam. Perang
zaman doeloe adalah perang tradisional atau konventional dimana perang
dilakukan dengan saling berhadapan. Dan juga didalam perang Rasulullah
sangat jelas dan tegas menyatakan orang yang sudah menyerah jangan dibunuh,
anak-anak dan perempuan jangan diusik, begitulah TINGGI nilai HAM yang
ditanamkan sang Nabi pada peperangan. ANAK ANAK, PEREMPUAN JANGAN DIGANGGU,
ORANG YANG MENYERAH JANGAN DIBUNUH.

 

350 tahun Belanda berusaha menaklukan Aceh, namun tidak pernah kesampaian
cita cita Belanda untuk dapat menguasai seluruh wilayah Aceh, MENGAPA ?
Karena rakyat Aceh terus berjuang Jihad Fi Sabilillah untuk berperang
melawan KAFIR, sehingga hikayat Prang Sabii (Perang Sabilillah) sangat
ditakuti oleh Belanda. Hikayat tersebut telah mampu memompa dan memotivasi
rakyat Aceh untuk berjihad melawan Belanda hingga titik darah yang terakhir.
Seorang Jenderal Belanda bernama Jenderal Kohler mati terbunuh di Aceh, tugu
tempat kematian Kohler berada dihalaman Mesjid Baiturahman Banda Aceh. Pada
zaman Rasul dan Perang Aceh, mereka itu berperang sebagai COMBATAN, mereka
menyerang lawan yang memang sesama combatan, tapi bagaimana dengan BOM BALI
? 

 

Bom Bali sasaranya bukanlah sesama COMBATAN, pada saat itu walau masih RAGU
saya tidak menganggap itu merupakan JIHAD, apanya yang bisa dinamakan JIHAD,
apanya yang bisa dinamakan fi sabilillah, dalam Islam dilarang melakukan
BUNUH DIRI, sementara yang mati terbunuh adalah MANUSIA MANUSIA yang tidak
ada hubungan langsung dengan persoalan yang dihadapi oleh sipengebom.

 

Beberapa hari yang lalu, seorang kawan memberikan pada saya sebuah buku
dalam bahasa Indonesia yang berjudul FIQIH INOVATIVE. Setiba di rumah saya
buka daftar isi. Disitu terdapat kupasan tentang BOM BUNUH DIRI. Tertarik
judul tersebut, langsung pada halaman tersebut saya baca:

Pesis sama seperti yang saya pikirkan, BOM BUNUH DIRI bukannya mati sahid
malah BERDOSA dan dilarang oleh agama Islam, kecuali jika yang di BOM adalah
para COMBATAN seperti yang terjadi di Palestina. Oleh karena itu bagi rekan
rekan yang terlanjur menerima salah pemahaman tentang JIHAD yang pernah
terjadi di zaman Nabi dan para sahabat, tolong dibaca lagi dan ingatkan
kelompok kelompok ini agar kembali kejalan yang BENAR. 

 

Jangnlah segala sesuatu ingin dilakukan dengan jalan pintas/ short cut. Mau
mati sahid dan berjihad dijalan allah mengharapkan masuk surga dan bakal
ditemani oleh BIDA DARI, masya Allah, sudah di dunia tergila gila sama
perempuan, di akhirat masih mimpi sama bidadari, terus nekat jadi pelaku bom
bunuh diri, Astaghfirullah, masya Allah. Marilah bersama sama perdalam lagi
tentang al-Qur'an dan as-Sunnah agar dalam pemahaman tentang Islam adalah
sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke