Mas Bango,

Saya postingkan email itu bukanlah ingin me-judge, tapi lebih daripada untuk
bagaimana menciptakan sebuah ungkapan "Dimana Islam Berada disitu, Damai
tercipta"

Seandainya kalau ingin masuk SURGA jangan pakai jalan PINTAS/ Short Cut.
Berjihadlah dijalan Allah untuk menegakan amal ma'ruf nahi munkar, tapi
bukan karena BIDADARI-nya. Makanya dituliskan kalimat yang mendapat
tanggapan dari mas Bango.

Mungkin pernah mendengar kalimat yang nyeleneh, seperti berikut:
Dimana banyak terdapat orang MUSLIM, tapi disitulah ISLAM kurang kelihatan.
SEBALIKNYA,
Dimana kurang banyak orang MUSLIM, tapi disitulah ISLAM terpantulkan dengan
Indahnya.

Maka setiap akhir posting saya, selalu menghimbau buka lagi dan baca lagi
al-Qur'an dan as-Sunna yang sesuai dengan panutan rasullullah Muhammad SAW.
Para ekstrimis ini muncul karena kesalah kita-kita ini juga, yang dalam
memahami Islam tidak menggunakan Methode yang BENAR. Ungkapan itu saya
dapati/ saya dengar dari seorang Rektor IAIN yang notabene adalah kawan
sekaligus guru saya juga. Pada saat itu beliau memberikan pendapat tentang
SANLAT. Di Sanlat ini haruslah menggunakan methode yang benar. Jangan
selesai SANLAT kita telah menciptakan GENERASI dimana cara berpikir mereka
adalah, KALAU TIDAK SAMA ADALAH LAWAN, kalau perlu diHANCURKAN. Kata kata
dihancurkan saya meminjam istilah A. Nizam, sewaktu beliau mengupas bahwa
FPI telah memberikan peringatan 1, 2 & 3, tapi tidak didengar oleh karenanya
perlu DIHANCURKAN ? Membaca kalimat tersebut saya TRENYUH, masih beginikah
kualitas Ummat Islam di Indonesia. Nabi Nuh telah berdakwah hampir 950 Thn,
jika setiap 100 tahun seorang pengikutnya, maka at least nabi Nuh akan
mempunyai 950 orang follower, tapi tidak nabi Nuh hanya mempunyai pengikut
sekitar 80 orang saja (begitu menurut sebuah riwayat). Tapi beliau tetap
bersabar.

Ini baru mempeingatkan 3 kali, sudah mau menghancurkan, lihatlah sekarang
akibatnya. Tindakan itu walaupun benar, tapi tidak menghasilkan apa TARGET
yang ingin dicapai. Makanya Innallaha ma'as Shabiriin. Wallahu a'alm.

Alkhori M
Alkhor Community
Qatar
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Harry Sufehmi
Sent: Saturday, September 27, 2008 6:17 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Bom Bali dan Fiqih Innovative

2008/9/27 Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]>:
> --- On Sat, 9/27/08, Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sayang bahasan ini menjadi, maafkan saya, kurang santun karena mas
melempar tuduhan semacam ini:
>
>> ***sudah di dunia tergila gila sama perempuan, di akhirat masih mimpi
>> sama bidadari, terus nekat jadi pelaku bom bunuh diri, Astaghfirullah,
>> masya Allah.***
>
> Sebagai person yang sering memposting materi Islam yang tidak GRUSA-GRUSU
dan sejenisnya, hal-hal seperti itu kok malah menjadi ANOMALI bagi mas Al
Khori, kalau bukan malahan kontradiktif, atau NATO.

Kemurkaan terhadap orang lain seperti ini kadang malah akan
menjerumuskan kita ke ekstrimisme di sisi seberangnya.

Kebetulan saya kenal dengan beberapa aktivis JIL & agnostic / atheis,
yang menjadi demikian (sebelumnya mereka adalah muslim biasa), awalnya
adalah karena kebencian mereka terhadap orang-orang bodoh ini.
Mudah-mudahan kita tidak terjerumus seperti itu juga.

Orang-orang bodoh itu tidak perlu kita benci. Karena itu hanya akan
membakar jiwa kita sendiri dari dalam.
Lebih perlu kita carikan solusinya. Sehingga mereka tidak menjadi demikian
lagi.

Ideas?

Kalau saya sih cuma bisa menulis & diskusi di berbagai tempat, seperti
di blog saya. Alhamdulillah, ada beberapa ekstrimis yang sudah mulai
memahami kekeliruannya.


Salam, HS
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke