Sampeyan nulis :
Ndak usah terlalu serius, yang penting bobotnya. Tapi ya al-afwu minkum kalau ada salah paham dengan guyon Suroboyoan saya. Sekali lagi mohon dimaaf....kan.... Ya gok popo toh, mas sesama muslim kan wajib saling mendoakan dan memaafkan,.. Sama-sama, saya juga mohon maaf. Cuma sekedar mengingatkan saja untuk untuk menjaga nama baik milist ini, karna bukan tidak mungkin banyak yang non muslim yang ikut nguping dialog kita. Mereka biasannya menjadikan hal-hal seperti itu untuk menhujah kita. Sampeyan nulis : Kalau sebelum Adam as. ditanya soal nama-nama itu terlebih dahulu diberi ilmu yang wujudnya informasi, itu saya tahu. Ada nash-nya. Tetapi kalau Gusti Allah lebih dulu memberi informasi gambaran masa depan bani Adam kepada para malaikat sebelum "inni jaa'ilun fil ardhi kholifah". Tolong saya dikasih tahu. Tentang hal ini, bahwa ALLAH memberitahukan kepada malaikat tentang sifat-sifat manusia sebelum menciptakan manusia,. itu Cuma hasil ikthiar saya saja. Saya juga belum menemukan dalilnya, tetapi saya kira kesimpulan itu yang paling bisa saya terima sebagai pegangan. Ya kalau sampeyan tidak setuju, ya monggo, silahkan disharing. Atau barangkali punya komentar yang berbeda.? Saya ingin mengingatkan tentang Surat Al Baqoroh : BISMILLAHIROHMANNIROHIM 102. Dan mereka mengikuti apa[76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[78] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[79]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti Malaikat. Apa rekan-rekan yang bisa memberikan penjelasan tentang 2 malaikat ini. ..? sukron From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Tejosuroso Sent: Tuesday, December 16, 2008 11:27 PM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c18 Sampeyan serius banget, yah? Jangan mangkelan begitu. Gampang ubanan... hehe he he Kasihan yang lain, yang dunianya di luar milis ini penuh kesumpekan, ruwet dan ingin mencari oase di arena diskusi ini. Boooring kang, kalau ndak ada guyonnya. Yah, paling sih orang Surabaya...sing doyan guyon... Ndak usah terlalu serius, yang penting bobotnya. Tapi ya al-afwu minkum kalau ada salah paham dengan guyon Suroboyoan saya. Sekali lagi mohon dimaaf....kan.... Sampeyan nulis; Sistematika ilmu dan iman menurut saya tidak bisa disamakan dengan sistematika hardware dan software komputer.. sitem komputer itu mudah dan gampang mas, segalanya bisa diprediksi. ------------- Saya cuma sekedar mencoba resep "bi lisani kaum" untuk era dan audiens saat ini. Sampeyan nulis lagi; Anda lihat saja dipesantren-pesantren atau di sekolah-sekolah, murid-murinya belajar dari guru yang sama, membaca buku yang sama, melakukan rutinitas yang sama, tetapi kemudian mereka mendapatkan hasil yang tidak sama, Ada yang jadi pemimpin, ada jadi kriminal, ada yang jadi koruptor ada yang jadi syuhada, bahkan ada juga yang malah jadi sesat. Bagaimana anda bisa menjelaskan hal-hal seperti itu. -------------------- Mengenai jenis kelamin dan bentuk rambut mereka, guru-guru dan murid itu, memang masuk dalam kategori kodrati. Sedang milih mau jadi apa mereka, berhasil atau tidaknya mereka, baik atau buruk, masuk kategori iradat. Saya tidak bisa menganggap bahwa mekanisme "Rencana Allah" dalam menyentuh mereka sesederhana seperti apa yang sampeyan yakini. Ingat "innaLLoha khoirul maakiriin".... Pakde Bango Samparan punya metode pendekatan yang, dalam ukuran saya, cukup bagus soal ini. Semua dari Allah itu pasti! Ndak sedikitpun tersirat saya menafikan hal tersebut. Tetapi pendekatan kita memang berbeda. Saya tidak sedang berusaha men-saya-kan anda. Pun saya kira anda tidak sedang berusaha mewarnai saya. Kita sama-sama ketemu di rumahnya mbah Isnet ini untuk tujuan baik; kelola yang ada dan cari tambahan untuk memperbaiki. Kalau ternyata juga bisa menghibur, wah itu daya tariknya.... Sampeyan nulis lagi; Sampeyan juga mengarahkan dialog kepada hal-hal yang tidak saya maksudkan seperti : Kita tidak pakai insting saat berusaha agar bisa baca al-Qur'an, tetapi kita butuh iman saat melangkahkan kaki menuju tempat mengaji" Saya tidak pernah bilang begitu, saya hanya bilang bahwa isting itu datang dari ALLAH, bukan sesuatu yang terjadi karna low-bat, atau terjadi secara otomatis akibat suatu keadaan. Itu malah lebih mengarah kepada paham evolusionis, saya sedikitpun tidak apriori terhadap pemahaman seperti itu. Sedangkan untuk membahas tentang insting binatang saja tidak akan cukup waktu 1 tahun, bagaimana hewan-hewan bisa melakukan ini dan itu, dan itu jelas tidak karna alasan low-bat. ------------------- Saya benarkan bahwa insting memang datangnya dari Allah swt. tetapi saya kan ya ndak bisa menyamaratakan segala hal yang datang dari-Nya dalam level yang sama. Insting itu hewani. Hubungannya dengan diskusi kita adalah bahwa; akan halnya para malaikat bertanya adalah karena ilmu. Nah ilmu itu lalu dipakai menganalisa. Apa yang dianalisa? Ya keadaan bani Adam setelah diciptakan. Apakah ilmu yang Diberikan-Nya itu berupa informasi? Saya mau tahu. Ataukah karena pengalaman? Saya juga sedang nanya. Kalau sebelum Adam as. ditanya soal nama-nama itu terlebih dahulu diberi ilmu yang wujudnya informasi, itu saya tahu. Ada nash-nya. Tetapi kalau Gusti Allah lebih dulu memberi informasi gambaran masa depan bani Adam kepada para malaikat sebelum "inni jaa'ilun fil ardhi kholifah". Tolong saya dikasih tahu. Nuwun; Tejosuroso p/s: al-Ghazali setuju pada konsep kodrat-iradat a la Abu Hasan al'Asy'ari. Dia sudah menguji pendapat-pendapat itu dan hasilnya bagus. Baca al-Ihya' Ulumuddin. Euweuh Virusan Euy...! Checked by AVG - http://www.avg.com Version: 8.0.200 / Virus Database: 270.9.18/1851 - Release Date: 12/16/2008 8:53 AM
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
