Mas Tejo, .

Mari kita hindari penggunaan kata-kata seperti : sampeyan.... he he he he
kentut sembarangan..... heh he he he he bweheheh hehe hihih ihiih ehmmm he
he he

Kalau pembicaraannya sudah begitu ,dialog ini tidak akan memberikan manfaat,
selain hanya mudhorat saja. Kalau terus begitu, Milist jadi terkesan seperti
milist debat kusir

 

Btw, mari lanjut,..

Sistematika ilmu dan iman menurut saya tidak bisa disamakan dengan
sistematika hardware dan software komputer.. sitem komputer itu mudah dan
gampang mas, segalanya bisa diprediksi. Kalo pasang ini akan begitu, kalau
pasang begitu akan begini, tetapi orang yang belajar ilmu dan iman tidak
begitu. Anda lihat saja dipesantren-pesantren atau di sekolah-sekolah,
murid-murinya belajar dari guru yang sama, membaca buku yang sama, melakukan
rutinitas yang sama, tetapi kemudian mereka mendapatkan hasil yang tidak
sama, Ada yang jadi pemimpin, ada jadi kriminal, ada yang jadi koruptor ada
yang jadi syuhada, bahkan ada juga yang malah jadi sesat. Bagaimana anda
bisa menjelaskan hal-hal seperti itu.

Sampeyan juga mengarahkan dialog kepada hal-hal yang tidak saya maksudkan
seperti : Kita tidak pakai insting saat berusaha agar bisa baca al-Qur'an,
tetapi kita butuh iman saat melangkahkan kaki menuju tempat mengaji" 

Saya tidak pernah bilang begitu, saya hanya bilang bahwa isting itu datang
dari ALLAH, bukan sesuatu yang terjadi karna low-bat, atau terjadi secara
otomatis akibat suatu keadaan. Itu malah lebih mengarah kepada paham
evolusionis, saya sedikitpun tidak apriori terhadap pemahaman seperti itu. 

Sedangkan untuk membahas tentang insting binatang saja tidak akan cukup
waktu 1 tahun, bagaimana hewan-hewan bisa melakukan ini dan itu, dan itu
jelas tidak karna alasan low-bat.

 

 

Terima Kasih

 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Tejosuroso
Sent: Tuesday, December 16, 2008 8:14 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c17

 

Baiyyuh.... cepat sekali merasa lega, sampeyan.... 

 

Insting sama iman kok sama. Kepribbennn kiyeee??? 

Insting itu tuntutan "low-batt" pada laptop, sedang iman adalah keberpihakan
pada HAKI.... 

Tapi ilmu? Ilmu adalah keseluruhan system mulai dari OS hingga design brosur
pemasarannya.

 

Untuk mencapai "low-batt" stage, kita ndak perlu ngapa-ngapa. Biarkan saja
monitor nyala terus. Nanti kan muncul sendiri. Beda dengan iman. Iman butuh
inisiatif. Semakin besar kesadaran seseorang dalam berinisiatif, maka
semakin besar pula kecenderungannya pada apa yang hendak dicapai. Akan
halnya bila diumpamakan di lapangan HAKI, artinya penegakan HAKI lantas
tidak saja melulu didasari ketaatan terhadap hukum, tetapi bahkan empati dan
gairah dalam turut membantu memajukan teknologi  juga bisa muncul sebagai
alasan. Nah, ilmu adalah alat yang Disediakan Allah untuk kita memupuk
kesadaran-kesadaran itu. 

 

Kita tidak pakai insting saat berusaha agar bisa baca al-Qur'an, tetapi kita
butuh iman saat melangkahkan kaki menuju tempat mengaji. Nnnnnahhh....,
kalau sudah duduk di depan guru mengaji barulah ilmu berperan. Makin tahu
sulitnya, makin penasaran. Besok semangatnya untuk datang lagi, lebih besar
lagi...

 

Di depan guru ngaji pakai insting bisa kena rotan, sampeyan.... he he he he
kentut sembarangan..... heh he he he he bweheheh hehe hihih ihiih ehmmm he
he he

 

Nuwun;

Tejosuroso

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Syarif Hidayat
Sent: 15 Desember 2008 19:15
To: [email protected]
Subject: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c17

 

Naaahhh, sekarang sampeyang sudah bisa menjawab sendiri kan,...

ini yang nulis sampeyan loh,..

"Lha kalau Malaikat itu, jangankan dalam berpendapat, terhadap laku apapun
selalu berdasar pada pancaran al-Ilm dari Allah swt."

Jadi itulah alasannya malaikat menyakan kepada ALLAH. Bukankan semua laku
itu karna ALLAH...

Btw, saya tidak menyamakan Malaikat dengan kambing lho mas, tetapi instink,
naluri, iman dan ilmu itukan datangnya dari ALLAH,... cuma beda derajatnya
saja.

 

----- Original Message ----- 

From: Tejosuroso <mailto:[email protected]>  

To: [email protected] 

Sent: Monday, December 15, 2008 4:20 PM

Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c15

 

Paklik Syarif dawuh:

 

Ketika bayi lahir dari rahim. Bayi itu langsung menangis dan mencari
mencari-cari susu ibunya. Padahal bayi sewaktu lahir, kecerdasaanya belum
optimal, 

Lantas darimana datangnya keputusan dari sang bayi untuk netek susu ibunya,
sang bayi tidak memerlukan kalkulasi-kalkulasi ataupun pengalaman sebelumnya
untuk mengambil keputusan.

Itu jika memang jika anda berpendapat bahwa pengambilan keputusan seperti
bertanya pada kasus malaikat bertanya kepada ALLAH adalah hasil dari
kalkulasi-kalkulasi penilaian dan pengalaman.

-----------------

Gimana neh...., kok sampeyan malah men-sejajarkan para Malaikat yang suci
itu dengan kambing??? Hehe hehehe he bweehehehe.... paklik...paklik....
makanya saya pakai kalimat "kalkulasi" untuk membedakan antara analisa
dengan insting. Kalau bayi sih ya, sama dengan jenis mamalia yang lain,
insting neteknya sudah ada begitu dia dilahirkan. Ndak bisa menganalisa
apa-apa karena memang belum ada ilmunya. Lha kalau Malaikat itu, jangankan
dalam berpendapat, terhadap laku apapun selalu berdasar pada pancaran al-Ilm
dari Allah swt. 

 

Insting itu, ini murni pendapat saya, bawaan nafsu. Hanya ada di makhluk
yang mengandung nafsu. Malaikat yang tidak punya nafsu, mana mu'in pakai
insting, paklik.... monggo diunjuk...

 

Nuwun;

Tejosuroso

  _____  

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Euweuh Virusan Euy...!
Checked by AVG - http://www.avg.com
Version: 8.0.200 / Virus Database: 270.9.18/1849 - Release Date: 12/15/2008
9:01 AM

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke