.. :) Wah, Mas Tejo ngejer saya neh,.
Saya jadi agak kewalahan neh,.. Mas, kalau menurut saya penilaian tidak selalu harus datang dari hasil olah kalkulasi-kalkulasi objectif dan subjektif ataupun pengalaman. Saya akan merujuk contoh berikut : Ketika bayi lahir dari rahim. Bayi itu langsung menangis dan mencari mencari-cari susu ibunya. Padahal bayi sewaktu lahir, kecerdasaanya belum optimal, Lantas darimana datangnya keputusan dari sang bayi untuk netek susu ibunya, sang bayi tidak memerlukan kalkulasi-kalkulasi ataupun pengalaman sebelumnya untuk mengambil keputusan. Itu jika memang jika anda berpendapat bahwa pengambilan keputusan seperti bertanya pada kasus malaikat bertanya kepada ALLAH adalah hasil dari kalkulasi-kalkulasi penilaian dan pengalaman. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Tejosuroso Sent: Monday, December 15, 2008 8:17 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c14 Kang Syarif nulis begini; Adalah hal yang sangat mungkin jika ALLAH telah mengajarkan juga kepada Malaikat hal-hal ghoib, termasuk tentang sifat-sifat manusia yang akan diciptakanNYA. Jadi adalah hal yang wajar kalau malaikat menyimpulkan bahwa manusia akan membuat kerusakan di muka bumi. ------ Darimana anda bisa yakin dengan kemungkinan bahwa Allah hanya memberi informasi tentang sifat, atau sejarah masa depan, Bani Adam kepada mereka, para Malaikat itu? Atau malah pertanyaan "ataj'alu fiiha man yufsidu fiiha wayasfikud dimaa'" muncul didasarkan pengalaman? Karena pertanyaan para Malaikat tadi jelas dibumbui penilaian. Nilai, kan muncul dari kalkulasi-kalkulasi? Nuwun; Tejosuroso Euweuh Virusan Euy...! Checked by AVG - http://www.avg.com Version: 8.0.200 / Virus Database: 270.9.18/1848 - Release Date: 12/14/2008 12:28 PM
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
