> Gaji guru TK homeschooling : Rp 750.000 / bln Ini dengan asumsi ada 3 orang anak saja peserta homeschooling.
Bisa bayangkan sendiri bagaimana sejahteranya guru kalau muridnya ada 10 anak. Atau 15 anak. Dst. Ya, jumlah uang yang diambil oleh yayasan/sekolah itu SANGAT besar. Bukan apa-apa, gedung sekolah itu memang harganya tidak murah. Sedangkan sekolah tanpa gedung / gedung nya kurang bagus, langsung dicap "sekolah jelek". Ini saya dengar sendiri komentar beberapa orang tua seperti itu :-) **geleng2 kepala** Salam, HS On 2/21/09, Harry Sufehmi <[email protected]> wrote: >> juga oleh karena adanya >> faktor kegagalan anak dalam melakukan adaptasi sosial terhadap lingkungan >> sekolah konvensional tsb, meskipun rerata skor IQ anak2 ini berada pada >> level di atas rata-rata bahkan superior. > > Ya, ini adalah salah satu stigma yang sering ditempelkan kepada pelaku > homeschooling. > Anak-anak yang di homechooling di cap cacat mental atau terbelakang. > Cukup "menyenangkan". > > Kalau masih ngotot bilang mahal, ini satu contoh hitung2annya: > > Sekolah: > Gaji guru TK dari sekolah : Rp 500.000 /bln > SPP bulanan TK + (Uang pangkal : 24 bulan) : Rp 500.000 / bln > > Homeschooling : > Biaya homeschooling per anak (incl. materi) : Rp 275.000 / bln > Gaji guru TK homeschooling : Rp 750.000 / bln > > > > Salam, HS > > > > > On 2/21/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: >> Saya seringkali lupa bhw istilah "mahal-murah", "tinggi-rendah", >> "jauh-dekat" bernilai relatif ya. >> >> Nggak lah, saya masih tdk yakin bhw HomeSchooling tdk mahal :) >> Mungkin yg Mas Harry hitung baru di biaya operasional saja tanpa >> melibatkan >> perhitungan modal awal terutama disisi human resource nya. Disitu ada >> unsur >> keterlibatan aktif orangtua dan sanak famili dirumah, kondisi lingkungan >> rumah fisik maupun psikologis yg kondusif utk pembelajaran. >> >> HS (=HomeSchooling lho, bukan HarrySufehmi yaa) seringkali terjadi >> (sejauh >> yg saya ketahui) sebagai tindakan adaptasi kreatif (sangat kreatif malah) >> dikalangan para orangtua dgn tingkat sos-ek dan kesadaran/tingkat >> pendidikan >> yg memadai; selain oleh karena faktor ketidakpuasan/keraguan atas >> pendidikan >> konvensional yg gagal mengakomodir minat anak, juga oleh karena adanya >> faktor kegagalan anak dalam melakukan adaptasi sosial terhadap lingkungan >> sekolah konvensional tsb, meskipun rerata skor IQ anak2 ini berada pada >> level di atas rata-rata bahkan superior. >> >> Sekarang jika model HS ini diterapkan di keluarga masy metropolitan yg >> juga >> masih tergolong menengah-bawah - dari segi ekonomi maupun pendidikan, >> apakah >> ini akan applicable mengingat ibu-bapak full time bekerja diluar rumah yg >> berukuran tipe 21 atau tipe 12 (rumah kontrakan maksute) dengan >> kebisingan >> serta suhu kamar nyaris menyaingi terminal metromini? Taruhlah ibu DO >> kerja >> dan tentu ada ketimpanganan input, lantas upgrading brain & skill >> terhadap >> mereka apa tidak membutuhkan biaya yg tinggi pula. >> >> Jadi kesimpulannya ya masih terlalu sulit dan mahal utk mengaplikasikan >> HS >> ini. Mungkin bisa saja utk keluarga-keluarga tertentu yg memenuhi syarat >> saja. >> >> Jadi, HS bukanlah HomeSchooling tetapi HarrySufehmi. He..he..he... >> >> :) >> wassalam >> >> -----Original Message----- >> From: [email protected] >> [mailto:[email protected]] >> On Behalf Of Harry Sufehmi >> Sent: Friday, February 20, 2009 7:57 AM >> To: [email protected] >> Subject: Re: [is-lam] Biaya Pendidikan Memang Mahal, Kalau Perlu Uang >> Pangkal 100 Juta ...RE: Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta >> danKuliah Rp 15 Juta/Tahun >> >> On 2/19/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: >>> Yah.. homeschooling kan sekolah juga kan ya.... kan ada "school" nya >>> he-he-he... >>> >>> Btw, homeschooling rata-rata masih mahal boss, apalagi kayak Huges. >>> Begitu >>> juga dgn model sekolah yg di saung-saung sawah itu. >> >> Hehehe... homeschooling kalau bukan di rumah kita sendiri, berarti >> bukan "home" schooling dong ;-) >> Mungkin jadinya house-schooling, he he >> >> Namanya homeschooling itu dilakukan di rumah kita sendiri. Otomatis >> jadinya biaya tentu bisa ditekan drastis. >> >> Pada kasus saya, kalaupun kita menyewa guru untuk datang ke rumah >> setiap hari, biayanya masih JAUH lebih murah daripada biaya sekolah >> DAN kita bisa menggaji gurunya lebih tinggi dari gaji dari sekolah. >> >> Ini karena saya mengajak beberapa anak tetangga, sehingga biayanya >> jadi urunan = murah, namun totalnya jadi besar = lebih tinggi dari >> gaji sekolah. >> >> Asik kan? Jadi ada guru privat, tapi biaya lebih murah daripada sekolah. >> >> Penghematan terbesar adalah karena tidak ada biaya infrastruktur. >> Salah satu penyebab mahalnya biaya sekolah adalah karena kita SEMUA >> ikut urunan untuk membayar biaya GEDUNG sekolah ybs. He he :-) >> >> >> >> >>> Memang terlihat lebih >>> ideal metode dan situasi pembelajarannya, akan tetapi utk tingkat >>> kelanjutannya akan temui kerepotan lantaran terdapat missing-link dengan >>> kurikulum baku dari depdiknas; siswa tetap harus ikuti ebtanas berikut >>> materi2 baku ala depdiknas, dlsb. >> >> No problem, ini bisa diatur boss. Tinggal kita instruksikan saja >> gurunya untuk menyisipkan juga materi standar. >> >> >> Salam, HS >> >> >>> Tapi saya punya penilaian yg hampir mirip dgn sampeyan mengenai kualitas >>> pendidikan anak-anak skrg. >>> Kasarnya ya terasa seperti pelan-pelan ada proses de-humanisasi gitu >>> deh. >>> >>> :) >>> Wassalam >>> >>> -----Original Message----- >>> From: [email protected] >> [mailto:[email protected]] >>> On Behalf Of Harry Sufehmi >>> Sent: Thursday, February 19, 2009 12:02 PM >>> To: [email protected] >>> Subject: Re: [is-lam] Biaya Pendidikan Memang Mahal, Kalau Perlu Uang >>> Pangkal 100 Juta ...RE: Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta >>> danKuliah Rp 15 Juta/Tahun >>> >>> Sekolah itu sebetulnya tidak penting :-) karena sekolah bukan >>> jaminan kesuksesan. Banyak juga yang drop-out tapi justru sukses. >>> >>> Kolega senior saya dulu tidak lulus SMA. Tapi ilmu komputernya JAUH >>> diatas saya, dan karena itu dia bisa berada di posisi senior. >>> >>> Yang JAUH lebih penting adalah pendidikan dari orang tua. Karena di >>> sekolah tidak diajarkan hal-hal seperti : >>> >>> # Cara mengatur keuangan pribadi / keluarga >>> >>> # Suasana kantor, dan trik-trik untuk sukses berkarir (office >>> politics, etika, dst) >>> >>> # Cara bergaul dengan orang lain : pergaulan di sekolah JAUH berbeda >>> dengan di "dunia nyata" . >>> >>> contoh: beda umur satu tahun di sekolah sudah cukup untuk menjadikan >>> kita sebagai "senior". >>> Di dunia sehari-hari? Kadang ada orang yang lebih tua 30 tahun dari >>> kita namun memanggil kita "Bapak Fulan" - atau kebalikannya. >>> >>> # Bagi wiraswastawan - seluk beluk dunia bisnis: mengatur cashflow, >>> prinsip2 bisnis, etika pedagang, trik2 sukses, dst >>> >>> >>> Betul tidak ? :-) >>> >>> Sayangnya, sekarang ini SANGAT merata mindset / pola pikir bahwa >>> "pendidikan anak = urusan sekolah", dan kemudian orang tua tidak mau >>> tahu lagi apapun mengenainya. >>> >>> Akibatnya? Lulus sekolah anak kita belum tahu SECUIL pun mengenai >>> dunia sehari-hari. Dia cuma bisa kaget menemukan kenyataan bahwa dunia >>> "nyata" berbeda total dengan dunia "sekolah"-nya dulu. >>> >>> Padahal umurnya ketika lulus kuliah sudah 21 tahun - di Amerika tahun >>> 60-an saja (juga di Indonesia dulu) umur segini rata-rata sudah pada >>> menikah dan karirnya sudah lumayan stabil. >>> Sekarang ? Baru mengalami "culture shock" :-) >>> >>> Pengalaman pribadi :-) dan juga kawan-kawan saya yang lainnya. >>> >>> Jadi sekarang saya selalu pesan kepada teman-teman yang masih muda, >>> sekolah itu asal lulus saja tidak apa. Kalau bisa nilainya bagus tentu >>> memang lebih bagus, tapi kalau lulusnya pas-pasan pun tidak apa. >>> Yang lebih penting adalah segera secepat mungkin memahami dunia. >>> Misal: magang, kerja paruh waktu, membantu bisnis keluarga, dst. Jadi >>> ketika selesai kuliah, sudah tidak kaget lagi. Dan tidak memulai dari >>> nol lagi. >>> >>> Disini hal-hal seperti homeschooling bisa sangat membantu, karena bisa >>> lebih disesuaikan dengan minat dan bakat dari anak ybs. >>> Sekolah, di lain pihak, cenderung membuat anak kita menjadi standar >>> saja. Malah kadang bisa memusnahkan bakat spesial yang ada pada anak >>> kita. >>> >>> >>> >>> Salam, HS > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
