Ada yang posting, melihat keadaan negara yang semrawut, Khalifah saja, (mungkin maksudnya Khilafah), begitu lugasnya cara berfikir, semua kelihatan mudah baginya.
Dinar Emas Sebagai Alat Jual Beli di Indonesia, nah sama saja seperti diatas, sangat pragmatis cara berpikir, persis seperti kisah lampu aladin saja layaknya, maka saya sisipkan 4 kata yang sama dijudul menjadi: Uang, uang, uang & uang: Sekarang kita masukin bidang Commercial Competency Atau Fiqih At-Teejari Kalau dulu fungsi uang adalah murni sebagai alat bayar yang menggantikan fungsi tukar menukar langsung (BARTER? lupa sudah istilah ekonominya). Tapi sekarang UANG sudah berubah fungsi, diantara fungsi uang adalah: 1. Uang sebagai alat bayar yang sah 2. Uang sebagai pembanding suatu nilai baik asset maupun liability (active atau passive) 3. Uang sebagai symbol kepercayaan suatu negara 4. Ini yang terakhir adalah sumber malapetaka, uang bukan lagi uang, tapi uang sudah merupakan commodity dan dibuat sebagai transaction Sehingga salah satu penyebab mengapa SH (Rais Iraq) harus dihilangkan dari bumi allah ini adalah karena point no.3. (maaf orang fiqih, jangan teriak mana buktinya, cari sendiri, sekarang kita lagi bicara Fiqih at-Teejari). Sekarang misalnya Emas mau dijadikan mata uang Indonesia, ini hitung-hitung-nya adalah sebuah pemisalan. Tapi sebelumnya lihat dulu sejarah harga emas. Swaktu saya pertama kali di Qatar, harga emas adalh QR31/gram. Sewaktu haji karena tidak tahu harga emas waktu itu terbeli harga emas SR54/gram, wah baru tahu kalau haji itu harga barang mahal. Doeloe waktu haji harga emas SR54/gram, di Qatar waktu harganya hanya QR31/gram. Tapi sekarang harga pada saat menulis ini harga emas di Qatar adalah QR101/gram. Bisa dilihat bagaimana perubahan harga emas di dunia. Anggap saja harga emas di Indonesia sekarang adalah Rp.300 000/gram. Berarti rupiah emas kita adalah 0.25 gram sekeping bisa dibuat uang emas Rp.100 000/- (tentu ada ongkos buat untuk negara), begitulah misalnya kita punya uang emas Rp.100000/0.25 gr; Rp.2000000/0.50 gr; Rp.300000/0.75 gr; Rp.400000/1 gr. Mungkin untuk sementara uang emas Indonesia adalah aman dari penyelundupan, karena terdapat perbedaan berat emas dengan nilai nominal yang tertera pada koin emas rupiah Indonesia. Tapi contoh diatas, bagaimana dalam tempo yang tidak terlalu lama harga emas bergejolak, sehingga kalau harga emas naik dan uang rupiah berbanding beratnya tidak seimbang, maka malapetaka akan mucul. Itu baru tinjaun praktis berat emas dan nilai nominal rupiah. Apa jadinya kalau ditinjau dari point no.4 diatas dan juga hiruk pikuk-nya pasar saham dll dll dll, maka Wallahua'lam. Alkhori M Alkhor Community Qatar -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Bango Samparan Sent: Tuesday, March 10, 2009 1:00 PM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Dinar Emas Sebagai Alat Jual-Beli di Indonesia --c| Mas Nizami, waktu panjenengan membahas soal emas hitam (BBM), gayenk sekali panjenengan bicara soal biaya sebenarnya dari produksi BMM. Dan, panjenengan menyimpulkan ada manipulasi di situ, disamping itu ada pula konspirasi yang sengaja untuk menaikkan harga BBM, untuk keuntungan pihak asing. Sekedar mengingatkan baca: http://harry.sufehmi.com/archives/2008-06-26-1672/ Nah, untuk soal emas mas Nizami, harga emas sekarang ini masih logis enggak dibanding dengan ongkos produksinya? Kalau dalam ekonomi mikro jelasnya sekali harga yang fair adalah bila MC = MR = P. Di BBM jelas tidak begitu kan? Kalau memang masih dekat-dekat dengan ongkos produksinya, ya tidak masalah. Tapi kalau sudah jauh dari ongkos produksinya, apa yang menyebabkan? Apa tidak mungkin sudah (atau akan) ada konspirasi juga di dalamnya? Sekedar mengingatkan, kita kan harus konsisten di dalam melihat berbagai hal, kalau tidak soalnya jadi lucu kan. Salam hangat B. Samparan
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
