--- On Wed, 3/11/09, A Nizami <[email protected]> wrote:

> Yang lucu itu sampeyan mas Bango.
> Saya rasa anda cukup cerdas dalam hal menetapkan satu
> harga.
> Misalkan ongkos mendapatkan emas dan tembaga di tambang
> Freeport Papua itu sama (mis: Rp 10 ribu/gram). Tapi nilai
> emas dan perak itu kan beda.
> 
> Apa harus disamakan?
> 
> Sepertinya antum terlalu semangat berdebat tanpa berpikir
> lebih dulu.

Memang saya kalau ngomong nggak pakai mikir kok mas:-) Madzhab saya memang 
berpikir amburadul.

Lha kalau orang jualan barang yang harus dipakai untuk menentukan harga, 
nilainya atau ongkos produksinya? Cobalah tengok-tengoklah ekonomi mikro, kalau 
perlu yang islamic micro economics:-) Biar panjengenan tambah serius berpikir 
tentang apa sih sebenarnya riba itu?

Panjenengan kalau sudah pro sesuatu, tampaknya terus sukar menerima sudut 
pandang lain mas, kecuali tentu saja yang senada.

Salam hangat
B. Samparan



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke