--- Pada Sel, 10/3/09, Bango Samparan <[email protected]> menulis:


>Yo ora tho mas. Lha kalau perbankannya masih pakai gaya bunga >dan tidak pakai 
>gaya profit loss sharing (mudharabah), kan riba ya >masih eksis. Nah, gaya 
>ribawi ini juga akan memicu instabilitas >ekonomi juga.

mas, kalo pake bunga tapi per bulan cuma di bawah 3%, sementara mudhorobah bisa 
10% atau malah lebih kira2 gimana ya agar usahanya survive dan berkembang 
(sekedar pengalaman dan pahit). 

bahwa riba memang terkena pengaharamannya baik yang mengantar, yang mencatat, 
ribawernya (salah tulis gak nich..) dll, itu memang kenyataan yang tertulis 
pada hadits nabi dan sudah pasti berdasarkan firman-NYA.
>Ngomong-ngomong, iki sebetulnya rodo filosofis lho:-) Kenapa >hayo, kok emas 
>lebih berharga daripada beras?

mungkin orang-orang pada makan emas dan memakai perhisasan beras ngkali 
ya....(cuma penjelasan dari dunia antah berantah)

>Nah, kalau begitu, salah enggak selembar kertas bisa berharga >Rp. 100.000?

kalo sudah di sepakati baik legalitasnya, keterterimaannya, dll, kenapa tidak?

======================================================

(inzet)perubahan terkadang bisa menjadi lebih baik tapi tidak jarang
juga malah tambah ambruk, apa lagi umat Islam sudah sangat kenal dengan
kaidah ushul lebih di utamakan menolak kemudharatan dari pada mencari
maslahat, kaidah ini juga yang mungkin less/much menjadi sulit untuk
melakukan perubahan2.



keinginan untuk merubah uang kertas dengan uang emas kira2 apakah
memang menginginkan keadaan yang lebih baik atau sekedar rindu pada
nostalgia lampau sebagai bagian zaman ke khalifahan, who knows...


tapi terkadang saya ngelantur (gak lagi mabok sich..) kalo seumpanya
KESEPAKATAN pada WAKTU itu ternyata lebih baik dari pada dalil naqli
khusus untuk hal-hal di luar ritual kira-kira gimana ya?(mudah2an gak
ngelantur dari topik)....live goes on..

==========================================================

wassalam,
a.s.

--- On Mon, 3/9/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:
From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
Subject: RE: [is-lam] Misteri JUB, Nilai Rupiah, Fiat Standard, dan Standar Emas
To: [email protected], [email protected]
Date: Monday, March 9, 2009, 9:02 PM




 
 






Tengkyu bro atas usaha pencerahannya…
 J 

Lantas kalo dikaitkan dengan masalah
diawal-awal topik semula terkait dengan unsur ribawi itu gimana Mas?  

Taruhlah diasumsikan tercapai
kondisi dimana emas telah menjadi standard moneter, apakah benar dikatakan
ribawi akan hilang dengan sendirinya? Atau mungkin masih ada dinamika-dinamika 
yang
lainnya lagi yang masih harus diperhitungkan? 

   

J 

Matur Nuwun


 






      
-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard 
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke