hmmm.. berat-berat, kalau sekarng menengok dari sisi "sejarah tanpa revolusi" yang saya maksudkan bukan pakai bedil, ada nggak negara yang kemudian mampu menata kembali sistem kenegaraannya , atau ya kemasyarakatannya... ?
disini yang ahli sedjarah sopo ya ? mungkin bisa dicontek? sebenernya jaaman kemerdekaan dulu juga banyak orang yang pusing karena tanahnya dirampas oleh negara. Para pekerja-pekerja kebun karet itu kan nota bene sudah menikmati dan menjadi keluarga besar orang-orang belanda. Ini harus dengan rela menyerahkan tanahnya kepada negara. Saya pernah baca sejarah DEPOK, ... De Eerste Protestante Organisatie van Christenen (DEPOC). Ada yang rela ada yang gak rela gabung dengan Republik. Kalau jaman Rosulullah, ya direwangi hijrah dulu, baru bisa kembali menata kehidupan. Jadi kira-kira, skenario paling reformis itu seperti apa ? mawan sugiyanto bogor, indonesia www.maoneid.indoinvestor.com ----- Original Message ---- From: Bango Samparan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, March 24, 2009 3:59:48 PM Subject: Re: [is-lam] Visi Ekonomi Parpol Islam Tidak Jelas --- On Tue, 3/24/09, Mawan Sugiyanto <[email protected]> wrote: > hmm , betul juga Pak Bango dan Pak Gede, tapi dalam > berbagai bidang, kok ternyata kecolongan itu terlalu susah > untuk dideteksi secara dini. Bahkan ketika misalnya air > mineral pertama kali ada, kita menganggap itu proses > kreatif. Tidak ada disana indikasi untuk menguasai sumber > mata air anugerah Allah yang katanya keluar dari mata airnya > saja sudah bisa diminum. Apalagi ditambah dengan ozonisasi > dll. Dulu waktu saya kuliah ekonomi publik, saya ada membaca buku antitrust economics, buku Amerika. Yah, barangkali karena di Amerika, orang mau memonopoli tuh terus terang, jadi harus dihadapi terus terang juga. Buku ini titik perhatiannya pada mengungkap bahaya monopoli dan bagaimana monopoli harus dikendalikan, bahkan dilarang. Hasil riilnya adalah adanya UU anti monopoli. Rasanya kita baru ngomong UU monopoli ya akhir-akhir ini saja, lagi pula dalam pembahasannya seringkali kacau balau dan banyak lobi. Dinamakan kapitalisme tuh karena kapital dipandang lebih penting dari manusia. Kapital lebih punya hak hidup daripada manusia. Nah, kalau pada saat-saat tertentu tak ada yang berani memenggal batang leher kapital kan bisa repot mas:-) Ina tuh kasusnya, jannah firdaus bagi kapital yang hidupnya secara multinasional. > Satu hal lagi, Umar bin Abdul Azis itu kan juga menjadi > presiden di masa korup merajalela, dinasti yang kuat. Tapi > kok bisa ya ? Ya, tapi beliau menjabat juga sebentar saja, dan akhirnya syahid dibunuh. Ya, barangkali ini menjelaskan memperjuangkan kebenaran memang tidak mudah. Mereka yang terpinggirkan karena kebenaran ditegakkan, selalu mencari celah-celah untuk survive. Salam hangat B. Samparan _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
