--- On Tue, 3/24/09, Mawan Sugiyanto <[email protected]> wrote:
> hmm , betul juga Pak Bango dan Pak Gede, tapi dalam
> berbagai bidang, kok ternyata kecolongan itu terlalu susah
> untuk dideteksi secara dini. Bahkan ketika misalnya air
> mineral pertama kali ada, kita menganggap itu proses
> kreatif. Tidak ada disana indikasi untuk menguasai sumber
> mata air anugerah Allah yang katanya keluar dari mata airnya
> saja sudah bisa diminum. Apalagi ditambah dengan ozonisasi
> dll.
Dulu waktu saya kuliah ekonomi publik, saya ada membaca buku antitrust
economics, buku Amerika. Yah, barangkali karena di Amerika, orang mau
memonopoli tuh terus terang, jadi harus dihadapi terus terang juga. Buku ini
titik perhatiannya pada mengungkap bahaya monopoli dan bagaimana monopoli harus
dikendalikan, bahkan dilarang. Hasil riilnya adalah adanya UU anti monopoli.
Rasanya kita baru ngomong UU monopoli ya akhir-akhir ini saja, lagi pula dalam
pembahasannya seringkali kacau balau dan banyak lobi.
Dinamakan kapitalisme tuh karena kapital dipandang lebih penting dari manusia.
Kapital lebih punya hak hidup daripada manusia. Nah, kalau pada saat-saat
tertentu tak ada yang berani memenggal batang leher kapital kan bisa repot
mas:-) Ina tuh kasusnya, jannah firdaus bagi kapital yang hidupnya secara
multinasional.
> Satu hal lagi, Umar bin Abdul Azis itu kan juga menjadi
> presiden di masa korup merajalela, dinasti yang kuat. Tapi
> kok bisa ya ?
Ya, tapi beliau menjabat juga sebentar saja, dan akhirnya syahid dibunuh. Ya,
barangkali ini menjelaskan memperjuangkan kebenaran memang tidak mudah. Mereka
yang terpinggirkan karena kebenaran ditegakkan, selalu mencari celah-celah
untuk survive.
Salam hangat
B. Samparan
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam