hmm , betul juga Pak Bango dan Pak Gede, tapi dalam berbagai bidang, kok 
ternyata kecolongan itu terlalu susah untuk dideteksi secara dini. Bahkan 
ketika misalnya air mineral pertama kali ada, kita menganggap itu proses 
kreatif. Tidak ada disana indikasi untuk menguasai sumber mata air anugerah 
Allah yang katanya keluar dari mata airnya saja sudah bisa diminum. Apalagi 
ditambah dengan ozonisasi dll. 

Nah .. kecolongan ide, akhirnya kecolongan juga sebuah kekayaan alam. 

Jika menganut teori merebut kemerdekaan yang telah dilakukan oleh pendiri 
bangsa, ternyata ada yagn namanya nasionalisasi. Mengapa nasionalisasi tidak 
bisa dilakukan padahal dulu jamannya ada PMP --Pendidikan Moral Pancasila-- kan 
mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Dan jangan salah di 
pelosok desa sana, kalau saya pikir jadi lucu dan aneh, misalnya ada pelebaran 
jalan, Pak Lurahnya bilang, ini untuk kepentingan umum bangsa dan negara, 
masyarakat.. akhirnya diambil juga tanah di depan pekarangan untuk jalan raya. 
Tapi begitu skarang ini saya dah tahu .. alah .. itu hanya sebuah Proyek. 

Mungkinkah penanaman nilai ini dikembalikan menjadi default lagi? 
Kalau mungkin bagaimana caranya nilai-nilai tatanan kemasyarakatan itu kembali 
ada?


Satu hal lagi, Umar bin Abdul Azis itu kan juga menjadi presiden di masa korup 
merajalela, dinasti yang kuat. Tapi kok bisa ya ? 


 
mawan sugiyanto
bogor, indonesia
 
 
www.maoneid.indoinvestor.com



----- Original Message ----
From: Bango Samparan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, March 24, 2009 9:11:44 AM
Subject: Re: [is-lam] Visi Ekonomi Parpol Islam Tidak Jelas


Yang kalau sudah mulai merusak kelestarian sumber air, yang manapun harus 
dirampungi.

Kalau penguasaan terhadap sumber mata air, ya mestinya aturannya jelas, wong 
dia asalnya kan milik bersama. Opo ra begitu saja mas Mawan.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Mon, 3/23/09, Mawan Sugiyanto <[email protected]> wrote:

> From: Mawan Sugiyanto <[email protected]>
> Subject: Re: [is-lam] Visi Ekonomi Parpol Islam Tidak Jelas
> To: [email protected]
> Date: Monday, March 23, 2009, 9:49 AM
> 
> assalamu 'alaikum warahmatullah 
> 
> kembali ke masalah harta negara lagi.. pertama bumi, air
> dan kekayaan alam dipergunakan untuk sebesar-besar
> kemammuran rakyat. 
> Pertanyaan pertama :
> AIR :
> 
> 1. sumber air di Indonesia sekarang bagaimana ?
> 2. apakah usaha-usaha air minum mineral yang mengambil dari
> sumber mata air itu termasuk privatisasi?
> 3. bagaimana biasanya mereka bisa menguasai "DANYANGAN*)"
> itu?
> 4. apakah ayat dalam UUD tersebut tidak bisa dijadikan
> dasar untuk merebut kembali ? jika tidak bisa, air manakah
> yang dimaksud dalam UUD itu?
> 5. apakah penggunaan air sumur dalam dibenarkan? jika tidak
> dari mana mestinya mereka memperoleh layanan air?
> 
> Terima kasih .. silahkan dilanjutkan diskusinya ...
> wa'alaikum salam warahmatullah 
> 
> 
> *) DANYANGAN = sumber air yang biasanya ada pohon beringin
> dan dipercaya dihuni oleh jin-jin dan syaitan2. 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Sunday, March 22, 2009 10:16:16 PM
> Subject: Re: [is-lam] Visi Ekonomi Parpol Islam Tidak
> Jelas
> 
> he..he.. kan ada tuh joke dari Nabi, ceritanya nenek-nenek
> sedih gak
> bisa masuk surga lantaran di situ isinya bidadari doang...
> dan saya
> duga tentu bukan tipe nenek sihir atau si siti sirik yg
> kemana-mana
> pake sapu lidi... :)
> 
> Bikin ngiler yo pasti, cuman kalo dah sampe taraf eneg,
> mblenger,
> lama-lama yo ketemu boring juga lah... hi..hi.. Apalagi
> kalo lihat
> foto mobil limo nya bill gates... wuihhh puanjang benerrr.
> Biar saya
> dikasih gratis gak bakal mau trima lah. Selain doski memang
> gak mau
> ngasih, saya juga gak kuat bayar pajaknya.... :):)
> 
> :)
> salam hangat
> 
> 2009/3/22 Fahru <[email protected]>:
> > Kalo para nenek baca ini tersungging gak ya? Pdhal
> mereka juga yg bikin setiap org yg ada ini ada .. ;-)
> >
> > org2 pintar sblmnya tdk pernah mengkiaskan (kehidupan)
> dunia ini lbh dari suatu hal yg membuat anjing selalu
> menjulurkan lidahnya.
> >
> >
> > Salam,
> > fahru
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> > Sent: 22 March 2009 11:40
> > To: [email protected]
> > Subject: Re: [is-lam] Visi Ekonomi Parpol Islam Tidak
> Jelas
> >
> > He.. he.. he... sampeyan dah ngerasain kan ternyata
> dunia ini bagaikan
> > nenek-nenek peot, dan bukan bidadari cantik yg turun
> dari sorga. Tapi
> > yo tetep aja kudu mau dipeluk sama tuh nenek-nenek
> meskipun bau
> > apeksss.... jadi tutup mata, tutup hidung aja... :)
> :)
> >
> > :)
> > salam hangat
> >
> > 2009/3/22 Bango Samparan <[email protected]>:
> >>
> >> Untuk mas Gede, trims atas peringatannya. Yah,
> dalam konteks yang tak sehebat para Nabi dan Shohabah, saya
> selalu mencoba menciptakan tantangan seperti itu.
> >>
> >> Untuk mas Mawan, hadist tersebut dalam konteks
> modern menyebut apa yang dinamakan barang publik. Untuk
> barang publik memang memiliki kaidah-kaidah khusus dalam
> mendayagunakan.
> >>
> >> Yang saya bingungkan sebetulnya bukan pada level
> normatif dan akademiknya mas. Tapi gimana barang publik saat
> ini bisa dikembalikan menjadi milik publik lagi.
> >>
> >> Tentang HT mas, kadang saya punya catatan untuk
> kadernya (tentu saja yang saya kenal). Karena kader HT, si
> fulan temanku kalau mengkritik negara ini abis-abisan deh.
> Eee ... tetapi giliran butuh dana penelitian, si kader
> mintanya ke dikti juga:-)
> >>
> >> Saya pernah peringatan si fulan ini, mas ciri
> pokok khilafah dan khalifah adalah "mengambil secara haq,
> dan meletakkan secara haq pula". Jadi, kalau negera ini
> keadaannya seperti yang panjenengan kritikkan, pastilah
> negara ini telah "mengambil secara tidak haq dan meletakkan
> secara tidak haq pula." Nah, kalau begitu bagaimana
> panjenengan tega minta dana penelitian ke pemerintah?
> Jangan-jangan itu sesuatu yang tidak haq.
> >>
> >> Salam hangat
> >> B. Samparan
> >>
> >>
> >> --- On Sun, 3/22/09, Mawan Sugiyanto <[email protected]>
> wrote:
> >>
> >>> From: Mawan Sugiyanto <[email protected]>
> >>> Subject: Re: [is-lam] Visi Ekonomi Parpol
> Islam Tidak Jelas
> >>> To: [email protected]
> >>> Date: Sunday, March 22, 2009, 6:39 AM
> >>>
> >>>
> >>> Heheheheehh.... ya begitulah dari contoh
> Utsman dan Contoh
> >>> penerimaan hadiah tadi mensyiratkan kalau
> orang-orang yang
> >>> betul2 tahu bagaimana cara mendapatkan harta
> (pi
> >
> >
> > [The entire original message is not included]
> > _______________________________________________
> > Is-lam mailing list
> > [email protected]
> > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> >
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> 
> 
>       
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke