lho piye to iki... sampeyan sendiri kan ahli sejarah tha.. Dari
sebelum mbrojol (di alam alastu) hingga sampai sekarang khan sampeyan
pelaku sejarah yang nglakoni (ahli) sejarah itu sendiri. Coba to
diinget-inget... Didalam sini juga ada pemerintahan, ada negara,
presiden, menteri, dan rakyatnya juga. Bahkan kalo mau diperluas lagi,
alam semesta ini juga tercakup didalam sini juga... :) :)

Saya cuman membayangkan aja dulu Nabi gak sarjana, gak professor, gak
kuliah jauh2 ke oxford segala, malah seringnya ke gua hiro.. gitu itu
malah bisa nyerap ilmuNYA seabreg-abreg dan bisa menyelesaikan masalah
kecil maupun besar.

Lha contohnya saya ini yg jauh2 merantau, ngebuang duit ortu, dah gitu
gak jelas ilmu apa yg dipelajari selama di kuliah apakah bisa membawa
keselamatan hidup atau tidak, ujung-ujungnya kalo dipikir-pikir lagi
kog ya malah memboroskan umur saja sebetulnya. Kenapa dari dulu gak ke
gua hiro aja kalo gitu... he-he...

Rasulullah hijrah tak lepas dari seringnya blio ke gua hiro.


Mudah-mudahan gak nyambung.

:)
salam hangat


2009/3/24 Mawan Sugiyanto <[email protected]>:
>
> hmmm.. berat-berat, kalau sekarng menengok dari sisi "sejarah tanpa revolusi" 
> yang saya maksudkan bukan pakai bedil, ada nggak negara yang kemudian mampu 
> menata kembali sistem kenegaraannya , atau ya kemasyarakatannya... ?
>
> disini yang ahli sedjarah sopo ya ? mungkin bisa dicontek?
> sebenernya jaaman kemerdekaan dulu juga banyak orang yang pusing karena 
> tanahnya dirampas oleh negara. Para pekerja-pekerja kebun karet itu kan nota 
> bene sudah menikmati dan menjadi keluarga besar orang-orang belanda. Ini 
> harus dengan rela menyerahkan tanahnya kepada negara. Saya pernah baca 
> sejarah DEPOK, ... De Eerste Protestante Organisatie van Christenen (DEPOC). 
> Ada yang rela ada yang gak rela gabung dengan Republik.
>
> Kalau jaman Rosulullah, ya direwangi hijrah dulu, baru bisa kembali menata 
> kehidupan.
> Jadi kira-kira, skenario paling reformis itu seperti apa ?
>
>
> mawan sugiyanto
> bogor, indonesia
>
>
> www.maoneid.indoinvestor.com
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Bango Samparan <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, March 24, 2009 3:59:48 PM
> Subject: Re: [is-lam] Visi Ekonomi Parpol Islam Tidak Jelas
>
>
> --- On Tue, 3/24/09, Mawan Sugiyanto <[email protected]> wrote:
>
>> hmm , betul juga Pak Bango dan Pak Gede, tapi dalam
>> berbagai bidang, kok ternyata kecolongan itu terlalu susah
>> untuk dideteksi secara dini. Bahkan ketika misalnya air
>> mineral pertama kali ada, kita menganggap itu proses
>> kreatif. Tidak ada disana indikasi untuk menguasai sumber
>> mata air anugerah Allah yang katanya keluar dari mata airnya
>> saja sudah bisa diminum. Apalagi ditambah dengan ozonisasi
>> dll.
>
> Dulu waktu saya kuliah ekonomi publik, saya ada membaca buku antitrust 
> economics, buku Amerika. Yah, barangkali karena di Amerika, orang mau 
> memonopoli tuh terus terang, jadi harus dihadapi terus terang juga. Buku ini 
> titik perhatiannya pada mengungkap bahaya monopoli dan bagaimana monopoli 
> harus dikendalikan, bahkan dilarang. Hasil riilnya adalah adanya UU anti 
> monopoli.
>
> Rasanya kita baru ngomong UU monopoli ya akhir-akhir ini saja, lagi pula 
> dalam pembahasannya seringkali kacau balau dan banyak lobi.
>
> Dinamakan kapitalisme tuh karena kapital dipandang lebih penting dari 
> manusia. Kapital lebih punya hak hidup daripada manusia. Nah, kalau pada 
> saat-saat tertentu tak ada yang berani memenggal batang leher kapital kan 
> bisa repot mas:-) Ina tuh kasusnya, jannah firdaus bagi kapital yang hidupnya 
> secara multinasional.
>
>> Satu hal lagi, Umar bin Abdul Azis itu kan juga menjadi
>> presiden di masa korup merajalela, dinasti yang kuat. Tapi
>> kok bisa ya ?
>
> Ya, tapi beliau menjabat juga sebentar saja, dan akhirnya syahid dibunuh. Ya, 
> barangkali ini menjelaskan memperjuangkan kebenaran memang tidak mudah. 
> Mereka yang terpinggirkan karena kebenaran ditegakkan, selalu mencari 
> celah-celah untuk survive.
>
> Salam hangat
> B. Samparan
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke