Rasanya, aql yang SEHAT tidak mungkin mengangkat Mirza Ghulam Ahmad menjadi mujadid apalagi Nabi tuan suhu Alkhori. Spesifikasi keilmuwan, sikap, dan amalnya jelas jauh-jauh-jauh dari memadai:-) Apalagi, dibanding sama Rasulullah SAW. Salam hangat
B. Samparan --- On Tue, 4/28/09, Alkhori M <[email protected]> wrote: From: Alkhori M <[email protected]> Subject: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu To: [email protected] Date: Tuesday, April 28, 2009, 8:37 PM KHATAMAN NABIYIN , LA NABIYA BA'DAHU Kalau judul diatas hanya diterjemahkan secara TERSURAT, makanya muncul kasus AHMADIYAH? Tapi kalau mau jujur, memang mostly ummat Isalam memaknai KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU secara FIQIH saja. Maka dengan lantang mengatakan AHMADIYAH kafir dan ramai-ramai minta Ahmadiyah dibubarkan. Seandainya ummat yang sekarang ini dimisalkan lahir dizaman Rasulullah, tentu mereka mereka inilah yang paling didepan untuk membunuh Rasulullah, mengapa demikian? Tentu rekan-rekan dimilis ini sudah tahu jawabanya. Karena pemahaman KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah dilihat secara sederhana saja, padahal Allah telah memberikan aqal alias brain agar manusia bisa berpikir dengan OTAK dan bukan mengedepankan OTOT untuk menyelesaikan persoalan. Makanya wahyu yang pertama turun adalah IQRA’ maknanya BACA atau BELAJAR dan bukan sebaliknya untuk MENGHAJAR!!! Adakah yang bisa menambahkan dengan bahasa sendiri arti dari KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU yang sesuai dengan ajaran Adhienul Islam? Insya Allah bersambung, salam kompak selalu. Alkhori M Alkhor Community Qatar -----Inline Attachment Follows----- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
