Mas BS,

 

Menarik memang, Insya Allah akan dilanjutkan hikmah dari KHATAMAN NABIYIN,
LA NABIYA BA'DAHU. Semoga saya masih diberikan kesehatan untuk tetap
menulis.

Saya itu never-ever mengaku lebih IQRA', tapi saya tetap istiqamah dengan
Uthlubul Ilmi Minal Mahdi Ilal Lahdi, insya Allah. 

Untuk OTOT-OTOT itukan termasuk wilayah CHILDISH, alangkah BIJAK dan SANTUN
kalau yang dibahas adalah TULISAN-nya, tapi ini karena CHILDISH orang-nya
yang dituduh macam. Ini bukanlah CURHAT, tapi biar semua jadi MATURE dalam
berdiskusi, sekali lagi Tulisan-nya yang dibahas, tapi bukan pribadinya yang
dituduh macam-macam.

Ketika ditulis/ dikupas TASAUF, saya juga dikatakan SESAT,

Ketika ditulis khatman nabiyin, saya juga sesat, membela ahmadiyah

Itu semua adalah tanda-tanda mempelajari Adhienul Islam dengan methode yang
SALAH.

 

Kalau kita yang berpikiran sangat DEFENSIVE/ AGGRESSIVE, tidak mustahil,
kalau kita hidup dizaman Rasulullah, mungkin kitalah orang-orang yang
termasuk yang ingin membunuh Nabi, karena kita termasuk manusia yang
explossive alias flameable sangat mudah terpancing, belum jelas masalahnya
sudah langsung MENUDUH orang lain dengan perasaan MERASA BENAR SENDIRI.

 

Sewaktu menulis itu juga bagi saya adalah suatu proses belajar-mengajar,
karena sewaktu menulis itu saya harus membuka referensi ber-jam-jam, agar
tidak sia-sia apa yang saya observasi/ investigasi, maka saya rembeskan/
sharing di milis ini. Kalau warga disini, merasa sudah jadi penghuni SURGA
semuanya (mostly like this), detik ini juga saya bisa STOP posting disini,
nothing to lost. 

 

Saya sudah lama juga bergabung di milis ini waktu itu namanya masih pakai
ISNET, apakah milis ini masih yang dulu juga. Sejak 1994 sdh bergabung
disini, warganya dulu adalah mahasiswa doktoral yang tugas belajar diLN
karena mereka sudah pada matang berdiskusi, tidak ada yang namanya TEMBAK
PRIBADI. Yang tahun tahun terakhir yang sangat aktif adalah Usman Maine yang
di University Maine. Biasanya kalau sudah pulang keDN maka mereka menghilang
karena internet koneksi masih mahal di Indonesia. 

 

Tapi sekarang warganya saya tidak tahu, banyak yang dewasa memang, tapi
tidak kalah banyak mereka mereka yang ber-OTOT alias childish. Salam kompak
selalu.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Bango Samparan
Sent: Wednesday, April 29, 2009 9:56 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu

 


Kembali ke LAPTOP, tuan suhu Alkhori, kalimat-kalimat njenengan di bawah
itu, memangnya mesti diartikan gimana tho?

 

Saya sendiri muter-muter tujuh keliling nggak tahu harus mengartikan apa=))
Wong, banyak hal yang memang tidak terungkap untuk mendukung
kesimpulan-kesimpulan, yang diambil tuan suhu Alkhori.

 

Misalnya kalimat ini:

 

Karena pemahaman KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah dilihat secara
sederhana saja...

 

Lha kalau tidak diartikan secara sederhana terus piye coba artinya? Lha
kalau sederhana mengapa kita yang terdepan harus membunuh Rasullullah? 

 

Lha orang coba mengartikan malah tuan suhu Alkhori OTOT-OTOT-kan. Padahal
untuk nulis kan memang harus pakai otot untuk menggerakkan tangan dan
jari-jari.

 

Selain soal mengkaji (IQRA), di surat Al Alaq juga ada:

 

"Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia
melihat dirinya serba cukup."

 

Jadi, yo hati-hati, jangan-jangan tuan suhu Alkhori karena merasa sudah
lebih Iqra (karena tidak hanya FIQIH saja), trus merasa sudah cukup, trus
merasa yang paling aql,  trus menganggap yang lain lalu hanya tumpukan otot
saja.

 

Tuh, lihat kembali soal pelajaran sejarah dan nilai yang sangat memuaskan
itu? Wah seakan-akan kalau sudah lulusan S2 IAIN lalu nilai sejarahnya
sangat memuaskan, terus sudah paham seluruh sirah Nabi=)) Jangan begitu tuan
suhu Alkhori!!!


Salam hangat
B. Samparan

--- On Wed, 4/29/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:


From: Alkhori M <[email protected]>
Subject: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 29, 2009, 10:17 AM

Resending, agar lebih bisa ditanggapi sesuai kontek alias kontektual. Tapi
jangan sampai salah tanggap, ditanya A dijawab B, sudah salah tanggap, tapi
full speed pula, stay cool.

 

KHATAMAN NABIYIN , LA NABIYA BA'DAHU

 

Kalau judul diatas hanya diterjemahkan secara TERSURAT, makanya muncul kasus
AHMADIYAH?

Tapi kalau mau jujur, memang mostly ummat Isalam memaknai KHATAMAN NABIYIN,
LA NABIYA BA'DAHU secara FIQIH saja. Maka dengan lantang mengatakan
AHMADIYAH kafir dan ramai-ramai minta Ahmadiyah dibubarkan.

 

Seandainya ummat yang sekarang ini dimisalkan lahir dizaman Rasulullah,
tentu mereka mereka inilah yang paling didepan untuk membunuh Rasulullah,
mengapa demikian? Tentu rekan-rekan dimilis ini sudah tahu jawabanya. Karena
pemahaman KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah dilihat secara
sederhana saja, padahal Allah telah memberikan aqal alias brain agar manusia
bisa berpikir dengan OTAK dan bukan mengedepankan OTOT untuk menyelesaikan
persoalan. Makanya wahyu yang pertama turun adalah IQRA' maknanya BACA atau
BELAJAR dan bukan sebaliknya untuk MENGHAJAR!!!

Adakah yang bisa menambahkan dengan bahasa sendiri arti dari KHATAMAN
NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU yang sesuai dengan ajaran Adhienul Islam?

Insya Allah bersambung, salam kompak selalu.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke