Mas Bango, terimakasih banyak atas reply nya yang komprehensif. Menghemat banyak waktu saya :-)
Kemarin ini saya coba bersabar dulu menghadapi Alkhori. Logika dasarnya saja banyak yang keliru, sehingga argumentasinya juga meleset kemana-mana. Tapi saya coba betulkan dengan baik-baik. Harapan saya agar ybs bisa menyadari kekeliruannya, dan selanjutnya bisa bermanfaat pada umat. Sayangnya ternyata masih belum berubah ya. Mau dakwah kepada orang awam, tapi bekal sabarnya belum ada. Berlogika, tapi nalarnya masih keliru total juga. Seperti kata mas Bango, gelar S3 bukan jaminan kualitas; terlalu naif jika menilai orang cuma dari label-label. Dst. Lalu malah menuduh orang lain, childish dst. Padahal sebelumnya dia mengeluh kena tuduh sesat dst. Jadi terngiang pepatah2 "Gajah di seberang lautan ...." dan "Pot calling kettle black" dan beberapa pepatah lainnya. Mas Alkhori saya harap Anda bisa memperbaiki cara dakwah Anda. Nabi saw sudah memerintahkan kita untuk berdakwah dengan hikmah. Kalau Anda cuma mengaku hikmah tapi padahal malah mengacau balau, kesian nanti sampeyan malah kena damprat sama boss nya Rasulullah saw. Padahal sudah capai2 berkorban emosi, waktu, dan tenaga disini. Salam, HS On 4/30/09, Bango Samparan <[email protected]> wrote: > Alkhori:Ketika ditulis/ dikupas TASAUF, saya juga dikatakan SESAT,Ketika > ditulis khatman nabiyin, saya juga sesat, membela ahmadiyahItu semua adalah > tanda-tanda mempelajari Adhienul Islam dengan methode yang SALAH. > BS:Wah, saya kok malah belum pernah dengar soal metode benar salah, yang > ditentukan dengan kriteria tuan suhu Alkhori. > BTW, kalau saya kok tidak greget sih untuk membawa-bawa kata BENAR dan > SALAH, sering menimbulkan masalah dalam diskusi. Yah, mending apa yang > menjadi pemikiran kita, kita narasi-kan. Lalu, biar terjadi dialog antar > narasi. Setelahnya, ya kita masing-masing saling belajar. Jika kita > berkenan, ya merubah pemahaman kita, jika tidak ya tidak apa-apa. > Alkhori:Kalau kita yang berpikiran sangat DEFENSIVE/ AGGRESSIVE, tidak > mustahil, kalau kita hidup dizaman Rasulullah, mungkin kitalah orang-orang > yang termasuk yang ingin membunuh Nabi, karena kita termasuk manusia yang > explossive alias flameable sangat mudah terpancing, belum jelas masalahnya > sudah langsung MENUDUH orang lain dengan perasaan MERASA BENAR SENDIRI. > BS:Andaian semacam ini tidak akan pernah bisa dibuktikan kebenarannya, tuan > suhu Alkhori. Jadi percuma didiskusikan. > Alkhori:Sewaktu menulis itu juga bagi saya adalah suatu proses > belajar-mengajar, karena sewaktu menulis itu saya harus membuka referensi > ber-jam-jam, agar tidak sia-sia apa yang saya observasi/ investigasi, maka > saya rembeskan/ sharing di milis ini. Kalau warga disini, merasa sudah jadi > penghuni SURGA semuanya (mostly like this), detik ini juga saya bisa STOP > posting disini, nothing to lost. > BS:Paragraf semacam di atas bisa mendatangkan buruk sangka lho tuan suhu > Alkhori, terutama pada (mostly like this). Apalagi yang ini "nothing to > lose" :-) > Alkhori:Saya sudah lama juga bergabung di milis ini waktu itu namanya masih > pakai ISNET, apakah milis ini masih yang dulu juga. Sejak 1994 sdh bergabung > disini, warganya dulu adalah mahasiswa doktoral yang tugas belajar diLN > karena mereka sudah pada matang berdiskusi, tidak ada yang namanya TEMBAK > PRIBADI. Yang tahun tahun terakhir yang sangat aktif adalah Usman Maine yang > di University Maine . Biasanya kalau sudah pulang keDN maka mereka > menghilang karena internet koneksi masih mahal di Indonesia . > BS: Tahun-tahun > itu barangkali koneksi internet masih jarang dan mahal. Kalau sekarang > rasanya tidak begitu. Kalau beberapa rekan setelah pulang di INA lalu tidak > aktif, barangkali karena sibuk saja, atau mungkin lebih suka ke hal-hal > (termasuk milist) yang lebih memiliki implikasi praktis. > BTW, soal kematangan berdiskusi tidak ditentukan oleh apakah mereka > mahasiswa doktoral atau tidak. Kematangan berdiskusi lebih ditentukan oleh > ego state seseorang: kanak-kanak, dewasa, atau orang tua. Nih, mas Dewa yang > Gede itu lebih tahulah. > Alkhori:Tapi sekarang warganya saya tidak tahu, banyak yang dewasa memang, > tapi tidak kalah banyak mereka mereka yang ber-OTOT alias childish. Salam > kompak selalu. > BS:NAh, paragraf ini juga berpotensi mengundang masalah, > baiknya tuan suhu Alkhori tak perlulah mencoba menakar-nakar secara > eksplisit ego state temen-teman. IMHO, kalau tuan suhu Alkhori memang merasa > tidak sesat, ya diuraikan saja alasan-alasan mengapa tuan suhu tidak sesat. > Salam hangat > > B. Samparan > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
