Hi...hi...hi..
tambah rieut wae,
coling down dulu, ah
Kalau salah silahkan dikoreksi.

Orang yang dihargai tinggi derajatnya oleh ALLAH adalah orang-orang sholeh.
Untuk menjadi orang sholeh tidak selalu harus ikut milist selama tahunan, 
belajar akademis tentang agama hingga doktor, dan melakukan diskusi-diskusi di 
internet.
Walau memang itu semua bisa jadi sebagai pemicu kesolehan.
Tetapi, Semua di atas juga tidak bisa dijadikan jaminan kesolehan.
Kalau kita bicara tentang sholeh, kaitannya tentu dengan ilmu, iman dan amalan. 
Kalau kita bicara tentang ilmu, iman dan amalan ya kaitannya dengan rahmah, 
taufik dan hidayah. Nah kalau sudah bicara tentang rahmah, taufik dan hidayah 
maka akan ketemu dengan keagungan sifat-sifat ALLAH.
Lah kalau sudah sampai ke sana sebagai seorang hamba yang yang mendapat rahmah, 
taufik, hidayah dari ALLAH, tentu sebagai rasa syukur akan berbuat :

Mengagungkan nama ALLAH SWT di muka bumi (dengan cara-cara yang di ajarkan dan 
dicontohkan Muhamad SAW)
Mencintai orang (muhamad SAW) yang paling dicintaiNYA (dengan cara-cara yang di 
ajarkan dan dicontohkan Muhamad SAW)
Membela umat dan agamaNYA, (dengan cara-cara yang di ajarkan dan dicontohkan 
Muhamad SAW)
Menolong saudara seImannya. (dengan cara-cara yang di ajarkan dan dicontohkan 
Muhamad SAW)
dan bertindak sebagai pemimpin (berusaha dan berinisiatif serta melaksanakan) 
di muka bumi untuk mengola (beragama,bermasarakat, bernegara, ) bumi ini untuk 
kemaslahatan (termasuk juga amal maruf nahi munkar) umat manusia (seluruhnya) 
sesuai dengan amanah yang dipercayakan. (dengan cara-cara yang di ajarkan dan 
dicontohkan Muhamad SAW)

Buat mas ALkhori, inilah metoda saya dalam PELAJARI ISLAM DENGAN CARA YANG BENAR
Adakah yang salah dari metoda PELAJARI ISLAM DENGAN CARA YANG BENAR Islam 
seperti itu?

Sekarang saudara kita di Palestina sedang dijajah, kelaparan dan teraniaya, 
saya sebagai orang yang pinter keblinger (karna mengabiskan waktu 18jam didepan 
komputer dan terlalu banyak bekerja dan sibuk dengan diskusi-diskusi) akan 
terlebih dahulu bicara dan dakwah di milist-milist dengan diskusi-diskusi untuk 
membahas perbedaan dan persamaan mudhorat dan manfaatnya serta kegunaan secara 
individual tampa ada satu amalan real yang saya lakukan untuk mereka (saudara2 
Palestina), tetapi demi resiko saya  dikata-katai orang yang emosinal, 
grasa-grusu, ekstrimish, radikalish, teroris, saya akan berjihad dengan waktu, 
fikiran, harta, tenaga dan nyawa untuk menolong saudara-saudara seIman saya 
demi ridho ALLAH SWT.

Ya ALLAH, terimalah amalah kami dan masukanlah kami ke dalam golongan 
orang-orang yang ENGKAU rihoi  (cintai),... amiiin

Hi...hi...hii... pintu jurusan syurga telah dibuka, siapkan karcis anda.

  ----- Original Message ----- 
  From: Alkhori M 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, April 29, 2009 3:44 PM
  Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu


  Mas BS,

   

  Menarik memang, Insya Allah akan dilanjutkan hikmah dari KHATAMAN NABIYIN, LA 
NABIYA BA'DAHU. Semoga saya masih diberikan kesehatan untuk tetap menulis.

  Saya itu never-ever mengaku lebih IQRA', tapi saya tetap istiqamah dengan 
Uthlubul Ilmi Minal Mahdi Ilal Lahdi, insya Allah. 

  Untuk OTOT-OTOT itukan termasuk wilayah CHILDISH, alangkah BIJAK dan SANTUN 
kalau yang dibahas adalah TULISAN-nya, tapi ini karena CHILDISH orang-nya yang 
dituduh macam. Ini bukanlah CURHAT, tapi biar semua jadi MATURE dalam 
berdiskusi, sekali lagi Tulisan-nya yang dibahas, tapi bukan pribadinya yang 
dituduh macam-macam.

  Ketika ditulis/ dikupas TASAUF, saya juga dikatakan SESAT,

  Ketika ditulis khatman nabiyin, saya juga sesat, membela ahmadiyah

  Itu semua adalah tanda-tanda mempelajari Adhienul Islam dengan methode yang 
SALAH.

   

  Kalau kita yang berpikiran sangat DEFENSIVE/ AGGRESSIVE, tidak mustahil, 
kalau kita hidup dizaman Rasulullah, mungkin kitalah orang-orang yang termasuk 
yang ingin membunuh Nabi, karena kita termasuk manusia yang explossive alias 
flameable sangat mudah terpancing, belum jelas masalahnya sudah langsung 
MENUDUH orang lain dengan perasaan MERASA BENAR SENDIRI.

   

  Sewaktu menulis itu juga bagi saya adalah suatu proses belajar-mengajar, 
karena sewaktu menulis itu saya harus membuka referensi ber-jam-jam, agar tidak 
sia-sia apa yang saya observasi/ investigasi, maka saya rembeskan/ sharing di 
milis ini. Kalau warga disini, merasa sudah jadi penghuni SURGA semuanya 
(mostly like this), detik ini juga saya bisa STOP posting disini, nothing to 
lost. 

   

  Saya sudah lama juga bergabung di milis ini waktu itu namanya masih pakai 
ISNET, apakah milis ini masih yang dulu juga. Sejak 1994 sdh bergabung disini, 
warganya dulu adalah mahasiswa doktoral yang tugas belajar diLN karena mereka 
sudah pada matang berdiskusi, tidak ada yang namanya TEMBAK PRIBADI. Yang tahun 
tahun terakhir yang sangat aktif adalah Usman Maine yang di University Maine. 
Biasanya kalau sudah pulang keDN maka mereka menghilang karena internet koneksi 
masih mahal di Indonesia. 

   

  Tapi sekarang warganya saya tidak tahu, banyak yang dewasa memang, tapi tidak 
kalah banyak mereka mereka yang ber-OTOT alias childish. Salam kompak selalu.

   

  Alkhori M

  Alkhor Community

  Qatar


------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
On Behalf Of Bango Samparan
  Sent: Wednesday, April 29, 2009 9:56 AM
  To: [email protected]
  Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu

   

        Kembali ke LAPTOP, tuan suhu Alkhori, kalimat-kalimat njenengan di 
bawah itu, memangnya mesti diartikan gimana tho?

         

        Saya sendiri muter-muter tujuh keliling nggak tahu harus mengartikan 
apa=)) Wong, banyak hal yang memang tidak terungkap untuk mendukung 
kesimpulan-kesimpulan, yang diambil tuan suhu Alkhori.

         

        Misalnya kalimat ini:

         

        Karena pemahaman KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah dilihat 
secara sederhana saja...

         

        Lha kalau tidak diartikan secara sederhana terus piye coba artinya? Lha 
kalau sederhana mengapa kita yang terdepan harus membunuh Rasullullah? 

         

        Lha orang coba mengartikan malah tuan suhu Alkhori OTOT-OTOT-kan. 
Padahal untuk nulis kan memang harus pakai otot untuk menggerakkan tangan dan 
jari-jari.

         

        Selain soal mengkaji (IQRA), di surat Al Alaq juga ada:

         

        "Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena 
dia melihat dirinya serba cukup."

         

        Jadi, yo hati-hati, jangan-jangan tuan suhu Alkhori karena merasa sudah 
lebih Iqra (karena tidak hanya FIQIH saja), trus merasa sudah cukup, trus 
merasa yang paling aql,  trus menganggap yang lain lalu hanya tumpukan otot 
saja.

         

        Tuh, lihat kembali soal pelajaran sejarah dan nilai yang sangat 
memuaskan itu? Wah seakan-akan kalau sudah lulusan S2 IAIN lalu nilai 
sejarahnya sangat memuaskan, terus sudah paham seluruh sirah Nabi=)) Jangan 
begitu tuan suhu Alkhori!!!


        Salam hangat
        B. Samparan

        --- On Wed, 4/29/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:


        From: Alkhori M <[email protected]>
        Subject: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu
        To: [email protected]
        Date: Wednesday, April 29, 2009, 10:17 AM

        Resending, agar lebih bisa ditanggapi sesuai kontek alias kontektual. 
Tapi jangan sampai salah tanggap, ditanya A dijawab B, sudah salah tanggap, 
tapi full speed pula, stay cool.

         

        KHATAMAN NABIYIN , LA NABIYA BA'DAHU

         

        Kalau judul diatas hanya diterjemahkan secara TERSURAT, makanya muncul 
kasus AHMADIYAH?

        Tapi kalau mau jujur, memang mostly ummat Isalam memaknai KHATAMAN 
NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU secara FIQIH saja. Maka dengan lantang mengatakan 
AHMADIYAH kafir dan ramai-ramai minta Ahmadiyah dibubarkan.

         

        Seandainya ummat yang sekarang ini dimisalkan lahir dizaman Rasulullah, 
tentu mereka mereka inilah yang paling didepan untuk membunuh Rasulullah, 
mengapa demikian? Tentu rekan-rekan dimilis ini sudah tahu jawabanya. Karena 
pemahaman KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah dilihat secara sederhana 
saja, padahal Allah telah memberikan aqal alias brain agar manusia bisa 
berpikir dengan OTAK dan bukan mengedepankan OTOT untuk menyelesaikan 
persoalan. Makanya wahyu yang pertama turun adalah IQRA' maknanya BACA atau 
BELAJAR dan bukan sebaliknya untuk MENGHAJAR!!!

        Adakah yang bisa menambahkan dengan bahasa sendiri arti dari KHATAMAN 
NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU yang sesuai dengan ajaran Adhienul Islam?

        Insya Allah bersambung, salam kompak selalu.

         

        Alkhori M

        Alkhor Community

        Qatar

         
       

   



------------------------------------------------------------------------------


  _______________________________________________
  Is-lam mailing list
  [email protected]
  http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke